alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Tekan Pneumonia, Bayi di Kota Malang Dapat Imunisasi PCV Gratis

MALANG KOTA – Para orang tua di Kota Malang tampaknya bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, Kota Malang menjadi salah satu dari 8 kota dan kabupaten di Provinsi Jatim, yang ditunjuk menjalankan imunisasi PCV secara gratis.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Dyah Inarsih dalam sosialisasi imunisasi PCV secara daring pada Kamis (10/6).

“Jadi ini adalah program vaksinasi untuk bayi dan balita untuk mencegah penyakit pneumonia. Akan dilaksanakan mulai bulan ini di 8 kabupaten dan kota Jawa Timur,” ungkapnya.

PCV bukanlah vaksin baru dan sudah ada di berbagai layanan kesehatan. Hanya saja, saat ini vaksin PCV tersebut masih berbayar, karena sebelumnya belum menjadi imunisasi wajib bagi bayi dan balita.

“Kalau di RS biaya vaksinasi PCV mahal, kurang lebih Rp 900 ribu sampai Rp 1,2 juta. Sedangkan melalui program ini, bayi dan balita bisa diimunisasi secara gratis di puskesmas,” tambahnya.

Menurut dr Dyah, Kota Malang sangat beruntung bisa ditunjuk melaksanakan program imunisasi PCV di masa introduksi atau pengenalan. Karena sebelumnya masyarakat harus merogoh uang lebih jika ingin memberikan imunisasi PCV ini untuk bayinya.

“Sasaran kita adalah bayi di Kota Malang yang lahir pada bulan April 2021 sampai Desember 2021. Jika masa introduksi ini berhasil menekan kasus pneumonia, saya harap di tahun 2022 program akan terus berlanjut,” tambahnya.

Pemberian imunisasi PCV sendiri dijelaskan dr Dyah sangat penting. Pasalnya, banyak kasus pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pnemonia pneumokokus yang menyerang bayi, berakhir pada kematian.

“Sehingga kita perlu melakukan pencegahan. Pertama, dengan memperbaiki nutrisi kebersihan dan sanitasi lingkungan. Kedua, dengan cara imunologis yaitu dengan pemberian vaksin PCV,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau pada warga Kota Malang yang memiliki bayi sesuai dengan sasaran penerimaan untuk langsung menuju ke puskesmas terdekat.

“Jadwalnya pemberian imunisasi sesuai dengan kebijakan puskesmas masing-masing. Nanti untuk dosis pertama diusia 2 bulan, dosis kedua diusia 3 bulan, dan dosis terakhir pada usia 12 bulan,” pungkasnya.

Dirujuk dari data dinkes Kota Malang, pada tahun 2019, sebanyak 2.716 balita yang terdata mengidap pneumonia dan pneumonia berat. Sedangkan tahun 2020, jumlahnya berhasil diturunkan menjadi 1.341 balita.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Para orang tua di Kota Malang tampaknya bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, Kota Malang menjadi salah satu dari 8 kota dan kabupaten di Provinsi Jatim, yang ditunjuk menjalankan imunisasi PCV secara gratis.

Hal itu disampaikan oleh Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Dyah Inarsih dalam sosialisasi imunisasi PCV secara daring pada Kamis (10/6).

“Jadi ini adalah program vaksinasi untuk bayi dan balita untuk mencegah penyakit pneumonia. Akan dilaksanakan mulai bulan ini di 8 kabupaten dan kota Jawa Timur,” ungkapnya.

PCV bukanlah vaksin baru dan sudah ada di berbagai layanan kesehatan. Hanya saja, saat ini vaksin PCV tersebut masih berbayar, karena sebelumnya belum menjadi imunisasi wajib bagi bayi dan balita.

“Kalau di RS biaya vaksinasi PCV mahal, kurang lebih Rp 900 ribu sampai Rp 1,2 juta. Sedangkan melalui program ini, bayi dan balita bisa diimunisasi secara gratis di puskesmas,” tambahnya.

Menurut dr Dyah, Kota Malang sangat beruntung bisa ditunjuk melaksanakan program imunisasi PCV di masa introduksi atau pengenalan. Karena sebelumnya masyarakat harus merogoh uang lebih jika ingin memberikan imunisasi PCV ini untuk bayinya.

“Sasaran kita adalah bayi di Kota Malang yang lahir pada bulan April 2021 sampai Desember 2021. Jika masa introduksi ini berhasil menekan kasus pneumonia, saya harap di tahun 2022 program akan terus berlanjut,” tambahnya.

Pemberian imunisasi PCV sendiri dijelaskan dr Dyah sangat penting. Pasalnya, banyak kasus pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pnemonia pneumokokus yang menyerang bayi, berakhir pada kematian.

“Sehingga kita perlu melakukan pencegahan. Pertama, dengan memperbaiki nutrisi kebersihan dan sanitasi lingkungan. Kedua, dengan cara imunologis yaitu dengan pemberian vaksin PCV,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau pada warga Kota Malang yang memiliki bayi sesuai dengan sasaran penerimaan untuk langsung menuju ke puskesmas terdekat.

“Jadwalnya pemberian imunisasi sesuai dengan kebijakan puskesmas masing-masing. Nanti untuk dosis pertama diusia 2 bulan, dosis kedua diusia 3 bulan, dan dosis terakhir pada usia 12 bulan,” pungkasnya.

Dirujuk dari data dinkes Kota Malang, pada tahun 2019, sebanyak 2.716 balita yang terdata mengidap pneumonia dan pneumonia berat. Sedangkan tahun 2020, jumlahnya berhasil diturunkan menjadi 1.341 balita.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru