alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Petasan Meledak di Malang 1 Tewas, Begini Pengakuan Pak RT

MALANG KOTA – Petaka ledakan petasan yang terjadi di Musala Al-Ikhlas, RT 6 / RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang Jumat (9/7) malam masih menyisakan tanya. Hal itu terkait dengan tujuan pembuatan petasan yang dilakukan di musala tersebut.

Jawa Pos Radar Malang lantas menemui ketua RT 6/ RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Junaedi, 49. “Rumah saya agak jauh dari lokasi TKP (tempat kejadian perkara), jadi begitu terdengar ledakan itu ada warga yang datang lapor ke saya,” terang dia.

Ia menyebut bahwa para korban membuat petasan jenis renteng itu untuk keperluan hari raya Idul Adha. “Untuk lebaran haji nanti, dan mereka membuatnya itu diam-diam,” bebernya.

Menurut Junaedi, pihaknya sudah melarang para korban untuk membuat petasan. “Ya sekitar satu bulan lalu, mereka minta izin ke saya hendak membuat mercon (petasan), tapi waktu itu sudah saya larang,” tambahnya.

Namun ternyata mereka tetap nekat membuat berenteng-renteng petasan itu pada Jumat malam. “Iya jelasnya semuanya sedang tertidur, mereka membuat itu,” ujarnya.

Junaedi menduga, petaka itu terjadi karena fator ketidaksengajaan. “Iya mungkin bahannya itu meledak karena gesekan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Warga RT 6 RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang dibuat geger akibat bunyi ledakan Jumat malam (9/7). Ledakan itu dipicu aktivitas pembuatan petasan yang dilakukan oleh empat orang di dalam musala sekitar pukul 22.45 WIB.

Keempat korban adalah Irfan, Agus, Bisri dan Fikri yang semuanya diketahui merupakan warga setempat. Fikri diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit Refa Husada, RSSA dan Panti Nirmala.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Petaka ledakan petasan yang terjadi di Musala Al-Ikhlas, RT 6 / RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang Jumat (9/7) malam masih menyisakan tanya. Hal itu terkait dengan tujuan pembuatan petasan yang dilakukan di musala tersebut.

Jawa Pos Radar Malang lantas menemui ketua RT 6/ RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Junaedi, 49. “Rumah saya agak jauh dari lokasi TKP (tempat kejadian perkara), jadi begitu terdengar ledakan itu ada warga yang datang lapor ke saya,” terang dia.

Ia menyebut bahwa para korban membuat petasan jenis renteng itu untuk keperluan hari raya Idul Adha. “Untuk lebaran haji nanti, dan mereka membuatnya itu diam-diam,” bebernya.

Menurut Junaedi, pihaknya sudah melarang para korban untuk membuat petasan. “Ya sekitar satu bulan lalu, mereka minta izin ke saya hendak membuat mercon (petasan), tapi waktu itu sudah saya larang,” tambahnya.

Namun ternyata mereka tetap nekat membuat berenteng-renteng petasan itu pada Jumat malam. “Iya jelasnya semuanya sedang tertidur, mereka membuat itu,” ujarnya.

Junaedi menduga, petaka itu terjadi karena fator ketidaksengajaan. “Iya mungkin bahannya itu meledak karena gesekan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Warga RT 6 RW 2 Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang dibuat geger akibat bunyi ledakan Jumat malam (9/7). Ledakan itu dipicu aktivitas pembuatan petasan yang dilakukan oleh empat orang di dalam musala sekitar pukul 22.45 WIB.

Keempat korban adalah Irfan, Agus, Bisri dan Fikri yang semuanya diketahui merupakan warga setempat. Fikri diketahui meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara korban lainnya mengalami luka bakar serius dan dilarikan ke rumah sakit Refa Husada, RSSA dan Panti Nirmala.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/