alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Siapkan RS Lapangan Baru, Pemkot Malang Gandeng RST

MALANG KOTA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menambah RS rujukan Covid-19 segera terealisasi. Karena fasilitas kesehatan yang akan didirikan di RST Soepraoen tersebut telah dikomunikasi dengan pihak Kostrad.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, RS darurat bakal segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Terkait kapan, dia masih memikirkan kebutuhan lain, yakni tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas. ”Insya Allah nanti tempatnya bisa dilobi lagi,” ujar dia. Nantinya, pasien yang dirawat di sana diprioritaskan yang bergejala berat saja. Sehingga, bed occupancy ratio (BOR) dapat ditekan. Saat ini BOR di sejumlah RS rujukan Covid-19 telah overload.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, RS darurat diharapkan dapat menurunkan angka BOR RS rujukan Covid-19. Artinya, antrean bed untuk pasien Covid-19 tidak akan terulang lagi.

Sebab, hingga saat ini dinkes masih menemukan pasien Covid-19 dengan gejala berat masih antre. ”Kami juga mengantisipasi kematian pasien saat perjalanan karena masih banyak terjadi karena bed penuh,” bebernya. Ditanya terkait berapa daya tampung pasien di RS darurat yang baru tersebut, Husnul masih belum mengetahuinya.

Setidaknya, dia menjelaskan hampir sama dengan RS Lapangan di Idjen Boulevard yang dapat menampung 306 orang. Keberadaan RS rujukan saat ini menurutnya sangat dibutuhkan, terutama pada pasien yang sudah darurat penanganan.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu juga berharap angka BOR dapat ditekan. Sebab, Kota Malang saat ini berada di zona merah. Untuk menurunkannya, selain BOR juga tingkat kedisiplinan masyarakat. ”Patuhi aturan PPKM darurat dan jika sudah merasakan gejala Covid-19 segera lapor,” tandasnya. (rmc/adn/mas)

MALANG KOTA – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menambah RS rujukan Covid-19 segera terealisasi. Karena fasilitas kesehatan yang akan didirikan di RST Soepraoen tersebut telah dikomunikasi dengan pihak Kostrad.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, RS darurat bakal segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Terkait kapan, dia masih memikirkan kebutuhan lain, yakni tenaga kesehatan (nakes) yang akan bertugas. ”Insya Allah nanti tempatnya bisa dilobi lagi,” ujar dia. Nantinya, pasien yang dirawat di sana diprioritaskan yang bergejala berat saja. Sehingga, bed occupancy ratio (BOR) dapat ditekan. Saat ini BOR di sejumlah RS rujukan Covid-19 telah overload.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, RS darurat diharapkan dapat menurunkan angka BOR RS rujukan Covid-19. Artinya, antrean bed untuk pasien Covid-19 tidak akan terulang lagi.

Sebab, hingga saat ini dinkes masih menemukan pasien Covid-19 dengan gejala berat masih antre. ”Kami juga mengantisipasi kematian pasien saat perjalanan karena masih banyak terjadi karena bed penuh,” bebernya. Ditanya terkait berapa daya tampung pasien di RS darurat yang baru tersebut, Husnul masih belum mengetahuinya.

Setidaknya, dia menjelaskan hampir sama dengan RS Lapangan di Idjen Boulevard yang dapat menampung 306 orang. Keberadaan RS rujukan saat ini menurutnya sangat dibutuhkan, terutama pada pasien yang sudah darurat penanganan.

Mantan direktur RSUD Kota Malang itu juga berharap angka BOR dapat ditekan. Sebab, Kota Malang saat ini berada di zona merah. Untuk menurunkannya, selain BOR juga tingkat kedisiplinan masyarakat. ”Patuhi aturan PPKM darurat dan jika sudah merasakan gejala Covid-19 segera lapor,” tandasnya. (rmc/adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/