alexametrics
21.8 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Terkendala Lokasi, Pemkot Malang Lirik Pemkab Bangun Terminal Kargo

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menyinergikan proyek pembangunan terminal kargo dengan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang.

”Sebenarnya siapa pun bisa menangkap potensi ini. Kabupaten Malang dengan wilayah yang luas kami harapkan bisa menangkap itu. Karena kami tidak memiliki lahannya,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Ia menyampaikan, terminal kargo bisa menjadi solusi untuk memecah kemacetan. karena keberadaannya akan membuat kendaraan berat tidak lagi memasuki area perkotaan. Dia juga menegaskan jika Pemkot Malang tidak keberatan dengan titik mana saja yang akan dijadikan sebagai terminal kargo.

”Semata ini untuk sinergitas antardaerah. Dan selain terminal kargo, juga perlu diseriusi pembangunan ring road (jalan lingkar) yang itu juga mengoneksi antardaerah dan tentu perlu peran pemprov maupun pemerintah pusat,” tegas Sutiaji.

Lebih jauh, pria berkacamata ini menyampaikan, pengembangan moda transportasi masal dan keberadaan terminal kargo untuk solusi manajemen lalu lintas dan transportasi Malang Raya sangat penting untuk segera direalisasikan. Hal itu bukan hanya bertujuan mengurai kemacetan, namun juga sebagai bentuk sinergitas tiga pemimpin daerah di Malang Raya.

”Kami tiga daerah di Malang Raya memiliki komitmen yang sama akan arti pentingnya konektivitas antardaerah. Termasuk dalam bidang pariwisata, kita bersifat saling melengkapi,” katanya.

Untuk itu, dia sempat melihat kawasan Mondoroko-Banjararum-Singosari merupakan kawasan yang tepat untuk bisa dijadikan terminal kargo. Namun sejauh ini dia memang belum menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Malang.

”Masih belum, mungkin nanti. Karena proses terminal kargo itu pastinya juga panjang. Harus lihat penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED),” ucapnya.

Dalam usulan yang dicetuskan, Sutiaji menyebut jika terminal kargo dapat dijadikan sebagai tempat untuk memarkirkan kendaraan besar seperti truk dan tronton. Kemudian produk yang akan didistribusikan dikirim menggunakan kendaraan yang lebih kecil seperti pikap.

Keberadaan terminal kargo diyakini mampu mengurai kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. Sehingga, kendaraan berat tidak lagi memasuki area perkotaan. Rencana pembuatan terminal kargo itu pun diharapkan bisa bersinergi dengan seluruh wilayah Malang Raya.

Pewarta : Sandra Desi C

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menyinergikan proyek pembangunan terminal kargo dengan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang.

”Sebenarnya siapa pun bisa menangkap potensi ini. Kabupaten Malang dengan wilayah yang luas kami harapkan bisa menangkap itu. Karena kami tidak memiliki lahannya,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Ia menyampaikan, terminal kargo bisa menjadi solusi untuk memecah kemacetan. karena keberadaannya akan membuat kendaraan berat tidak lagi memasuki area perkotaan. Dia juga menegaskan jika Pemkot Malang tidak keberatan dengan titik mana saja yang akan dijadikan sebagai terminal kargo.

”Semata ini untuk sinergitas antardaerah. Dan selain terminal kargo, juga perlu diseriusi pembangunan ring road (jalan lingkar) yang itu juga mengoneksi antardaerah dan tentu perlu peran pemprov maupun pemerintah pusat,” tegas Sutiaji.

Lebih jauh, pria berkacamata ini menyampaikan, pengembangan moda transportasi masal dan keberadaan terminal kargo untuk solusi manajemen lalu lintas dan transportasi Malang Raya sangat penting untuk segera direalisasikan. Hal itu bukan hanya bertujuan mengurai kemacetan, namun juga sebagai bentuk sinergitas tiga pemimpin daerah di Malang Raya.

”Kami tiga daerah di Malang Raya memiliki komitmen yang sama akan arti pentingnya konektivitas antardaerah. Termasuk dalam bidang pariwisata, kita bersifat saling melengkapi,” katanya.

Untuk itu, dia sempat melihat kawasan Mondoroko-Banjararum-Singosari merupakan kawasan yang tepat untuk bisa dijadikan terminal kargo. Namun sejauh ini dia memang belum menyampaikan usulan tersebut kepada Bupati Malang.

”Masih belum, mungkin nanti. Karena proses terminal kargo itu pastinya juga panjang. Harus lihat penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED),” ucapnya.

Dalam usulan yang dicetuskan, Sutiaji menyebut jika terminal kargo dapat dijadikan sebagai tempat untuk memarkirkan kendaraan besar seperti truk dan tronton. Kemudian produk yang akan didistribusikan dikirim menggunakan kendaraan yang lebih kecil seperti pikap.

Keberadaan terminal kargo diyakini mampu mengurai kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam tertentu. Sehingga, kendaraan berat tidak lagi memasuki area perkotaan. Rencana pembuatan terminal kargo itu pun diharapkan bisa bersinergi dengan seluruh wilayah Malang Raya.

Pewarta : Sandra Desi C

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/