alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Awas, November – Desember Bakal Jadi Bulan Hoax

LAWANG – Pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 dalam situasi pandemi Covid-19 berpotensi menimbulkan disinformasi publik. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah dalam forum dialog media Publikasi Informasi dan Pemberitaan di Masa Pandemi di Bess Hotel Lawang, Sabtu (10/10).

Mengacu pada hasil penelitian KPI dalam Pilkada 2019 lalu, potensi disinformasi publik yang paling dominan yakni hoax politik.

“Kalau pada 2019 lalu intensitas hoax politik ini muncul pada Kisaran Bulan April hingga Mei karena pada saat itu dilaksanakan pileg (pemilihan legislatif), maka tahun ini kemungkinan hal serupa juga akan mencuat mulai Bulan November hingga Desember karena bertepatan dengan momentum Pilkada Serentak 2020,” ujar Nuning.

Pesta demokrasi tersebut rencananya akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Selain hoax politik, cloning akun media sosial penyelenggara pemilu juga menjadi salah satu objek disinformasi di momen pemilu. “Selain cloning, potensi peretasan akun penyelenggara pemilu hingga politisasi bansos (politisasi bansos),” sambung Nuning.
Sementara itu terkait dengan pola kampanye, Nuning menuturkan bahwa kampanye media adalah pola yang paling aman bagi paslon.

“Bisa berupa iklan, pemberitaan, atau penyiaran (kegiatan) kampanye,” beber Nuning.

Pewarta: Farik Fajarwati

LAWANG – Pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020 dalam situasi pandemi Covid-19 berpotensi menimbulkan disinformasi publik. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nuning Rodiyah dalam forum dialog media Publikasi Informasi dan Pemberitaan di Masa Pandemi di Bess Hotel Lawang, Sabtu (10/10).

Mengacu pada hasil penelitian KPI dalam Pilkada 2019 lalu, potensi disinformasi publik yang paling dominan yakni hoax politik.

“Kalau pada 2019 lalu intensitas hoax politik ini muncul pada Kisaran Bulan April hingga Mei karena pada saat itu dilaksanakan pileg (pemilihan legislatif), maka tahun ini kemungkinan hal serupa juga akan mencuat mulai Bulan November hingga Desember karena bertepatan dengan momentum Pilkada Serentak 2020,” ujar Nuning.

Pesta demokrasi tersebut rencananya akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

Selain hoax politik, cloning akun media sosial penyelenggara pemilu juga menjadi salah satu objek disinformasi di momen pemilu. “Selain cloning, potensi peretasan akun penyelenggara pemilu hingga politisasi bansos (politisasi bansos),” sambung Nuning.
Sementara itu terkait dengan pola kampanye, Nuning menuturkan bahwa kampanye media adalah pola yang paling aman bagi paslon.

“Bisa berupa iklan, pemberitaan, atau penyiaran (kegiatan) kampanye,” beber Nuning.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/