alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Jalan Ditutup, Sutiaji: Dalam 2 Hari Masyarakat Bisa Menyesuaikan

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji memperkirakan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan masyarakat mulai bisa menyesuaikan diri dengan kemacetan di Kota Malang. Sehingga, secara otomatis mereka bisa mengatur estimasi waktu berangkat ke tempat tujuan.

Pernyataan orang nomor satu di Pemkot Malang itu diungkapkan saat meninjau proses pembangunan Kayutangan Heritage, Selasa (10/11).
“Saya rasa dalam satu sampai dua hari ini, masyarakat mulai bisa menyesuaikan diri. Berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet dan mereka mulai mengerti titik-titik crowded yang dihindari. Saya mohon maaf,” kata Sutiaji.

Penutupan sepanjang Jalan Basuki Rahmat mulai Senin (9/11) karena pembangunan Kayutangan Heritage ini membuat kemacetan di berbagai titik. Sehingga hal ini pun menuai banyak protes dan keluhan dari masyarakat. Atas ketidaknyamanan tersebut, Sutiaji meminta masyarakat untuk bersabar.

Sutiaji melanjutkan, pihaknya sempat mengusulkan bahwa pembangunan dilakukan di sisi utara terlebih dahulu, kemudian menyusul sisi selatan.
“Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, memasang batu andesit harus ada dasaran. Bagian bawahnya harus kokoh dan kuat agar tidak goyang. Kalau goyang, tiap ada muatan mesti retak. Untuk itu, harus ditata sebaik mungkin, sehingga hal-hal tidak diinginkan di kemudian hari bisa teratasi,” imbuh dia.

Sutiaji menguraikan, proyek tersebut berasal dari Kementerian PUPR dengan total anggaran Rp 23 miliar, termasuk pembangunan kawasan Polehan melalui program Kotaku.
“Kami berterima kasih karena pusat sudah mempercayai daerah. Ini karena sinergi yang sudah dibangun,” imbuh dia.

Pria berkacamata itu mengungkapkan, pembangunan koridor Kayutangan di zona satu yang meliputi PLN sampai BCA dan koridor dua dari BCA sampai Gedung Bioskop. Kemudian, koridor di zona tiga berasal dari anggaran daerah.

Salah seorang pengguna jalan, Dinar mengatakan, bahwa sebenarnya tidak masalah apabila jalan ditutup dan sosialisasi dilakukan dengan baik.
“Kalau menurut saya sih ini hanya permasalahan sosialisasi saja. Ini tiba-tiba penutupan mendadak pada hari Senin (9/10) kemarin. Jadi pasti banyak orang yang berangkat kerja. Ini justru memicu kesalnya orang-orang yang lelah karena hari kerja terjebak macet,” kata Dinar.

Pewarta: Errica Vannie A

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji memperkirakan dalam waktu satu hingga dua hari ke depan masyarakat mulai bisa menyesuaikan diri dengan kemacetan di Kota Malang. Sehingga, secara otomatis mereka bisa mengatur estimasi waktu berangkat ke tempat tujuan.

Pernyataan orang nomor satu di Pemkot Malang itu diungkapkan saat meninjau proses pembangunan Kayutangan Heritage, Selasa (10/11).
“Saya rasa dalam satu sampai dua hari ini, masyarakat mulai bisa menyesuaikan diri. Berangkat lebih pagi agar tidak terjebak macet dan mereka mulai mengerti titik-titik crowded yang dihindari. Saya mohon maaf,” kata Sutiaji.

Penutupan sepanjang Jalan Basuki Rahmat mulai Senin (9/11) karena pembangunan Kayutangan Heritage ini membuat kemacetan di berbagai titik. Sehingga hal ini pun menuai banyak protes dan keluhan dari masyarakat. Atas ketidaknyamanan tersebut, Sutiaji meminta masyarakat untuk bersabar.

Sutiaji melanjutkan, pihaknya sempat mengusulkan bahwa pembangunan dilakukan di sisi utara terlebih dahulu, kemudian menyusul sisi selatan.
“Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, memasang batu andesit harus ada dasaran. Bagian bawahnya harus kokoh dan kuat agar tidak goyang. Kalau goyang, tiap ada muatan mesti retak. Untuk itu, harus ditata sebaik mungkin, sehingga hal-hal tidak diinginkan di kemudian hari bisa teratasi,” imbuh dia.

Sutiaji menguraikan, proyek tersebut berasal dari Kementerian PUPR dengan total anggaran Rp 23 miliar, termasuk pembangunan kawasan Polehan melalui program Kotaku.
“Kami berterima kasih karena pusat sudah mempercayai daerah. Ini karena sinergi yang sudah dibangun,” imbuh dia.

Pria berkacamata itu mengungkapkan, pembangunan koridor Kayutangan di zona satu yang meliputi PLN sampai BCA dan koridor dua dari BCA sampai Gedung Bioskop. Kemudian, koridor di zona tiga berasal dari anggaran daerah.

Salah seorang pengguna jalan, Dinar mengatakan, bahwa sebenarnya tidak masalah apabila jalan ditutup dan sosialisasi dilakukan dengan baik.
“Kalau menurut saya sih ini hanya permasalahan sosialisasi saja. Ini tiba-tiba penutupan mendadak pada hari Senin (9/10) kemarin. Jadi pasti banyak orang yang berangkat kerja. Ini justru memicu kesalnya orang-orang yang lelah karena hari kerja terjebak macet,” kata Dinar.

Pewarta: Errica Vannie A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru