alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Ogah Di-Swab, Pengunjung Mall Ini Pilih Isoman

MALANG KOTA – Rapid Tes Antigen ataupun Tes PCR tampaknya masih menjadi momok menakutkan di masyarakat. Beberapa diantaranya berusaha berkelit agar dirinya tidak menjalani tes ini. Seperti yang terjadi saat Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajarannya melakukan random sampling tes swab antigen di pusat berbelanjaan di Ramayana, Matahari Department Store, dan Trend Shop.

Salah seorang pengunjung Matahari Department Store tampak cemberut saat petugas memintanya melakukan tes swab Antigen. Mulanya saat dilakukan pendataan, pengunjung wanita ini sudah terlihat gelisah. Barulah ketika giliran hendak dilakukan swab, dia menolak.

“Saya sudah pernah diswab. Sakit banget waktu dimasukkan ke hidung. Udah ndak apa-apa saya isoman (isolasi mandiri) aja,” ujar pengunjung perempuan itu. Para petugas kesehatan pun berusaha membujuknya.

Sutiaji yang saat itu berada di lokasi swab, tetap memintanya untuk menuruti petugas kesehatan. “Sudah ndak apa-apa, swab aja. Tidak apa-apa,” ujar Sutiaji. Akhirnya, pengunjung wanita tersebut mau tidak mau terpaksa melakukan swab Antigen.

Beberapa pengunjung lain walaupun tidak serta merta menolak, tetapi raut wajah mereka tampak enggan. Pada akhirnya, tes swab antigen diselesaikan dengan 20 sampel pengunjung dan pengelola toko.

Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif yang saat itu mendampingi Sutiaji mengatakan peninjauan ini selanjutnya akan dievaluasi. “Evaluasi keramaian ini seberapa banyak dari daya tampung toko, juga hasil random sampling hari ini. Nanti ada tindak lanjutnya. Hasil swabnya tadi negatif semua,” kata dr Husnul Muarif.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Rapid Tes Antigen ataupun Tes PCR tampaknya masih menjadi momok menakutkan di masyarakat. Beberapa diantaranya berusaha berkelit agar dirinya tidak menjalani tes ini. Seperti yang terjadi saat Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajarannya melakukan random sampling tes swab antigen di pusat berbelanjaan di Ramayana, Matahari Department Store, dan Trend Shop.

Salah seorang pengunjung Matahari Department Store tampak cemberut saat petugas memintanya melakukan tes swab Antigen. Mulanya saat dilakukan pendataan, pengunjung wanita ini sudah terlihat gelisah. Barulah ketika giliran hendak dilakukan swab, dia menolak.

“Saya sudah pernah diswab. Sakit banget waktu dimasukkan ke hidung. Udah ndak apa-apa saya isoman (isolasi mandiri) aja,” ujar pengunjung perempuan itu. Para petugas kesehatan pun berusaha membujuknya.

Sutiaji yang saat itu berada di lokasi swab, tetap memintanya untuk menuruti petugas kesehatan. “Sudah ndak apa-apa, swab aja. Tidak apa-apa,” ujar Sutiaji. Akhirnya, pengunjung wanita tersebut mau tidak mau terpaksa melakukan swab Antigen.

Beberapa pengunjung lain walaupun tidak serta merta menolak, tetapi raut wajah mereka tampak enggan. Pada akhirnya, tes swab antigen diselesaikan dengan 20 sampel pengunjung dan pengelola toko.

Kepala Dinas Kesehatan dr Husnul Muarif yang saat itu mendampingi Sutiaji mengatakan peninjauan ini selanjutnya akan dievaluasi. “Evaluasi keramaian ini seberapa banyak dari daya tampung toko, juga hasil random sampling hari ini. Nanti ada tindak lanjutnya. Hasil swabnya tadi negatif semua,” kata dr Husnul Muarif.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/