alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Jembatan Dieng Belum Tersentuh Perbaikan

MALANG KOTA – Garis polisi berwarna kuning masih terpasang di Jembatan Lembah Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang sore kemarin (10/5). Garis yang menandakan jembatan tak bisa dilintasi pengendara itu belum ada tanda-tanda akan diperbaiki setelah ambrol total 1 Mei lalu. Hingga kemarin, masih ada saja pengendara yang kecele dan putar balik karena jembatan tak mampu dilintasi. Maklum saja, jembatan tersebut merupakan akses alternatif menuju ke Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Belum adanya perbaikan jembatan tersebut tentu ada penyebab. Yakni Pemkot Malang belum bisa membangun kembali jembatan tersebut karena prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dari pengembang belum diserahkan. ”Beberapa waktu lalu sudah saya komunikasikan dengan pihak pengembang memang mau dibangun, tapi memang belum dikasih tahu kapan (waktunya,Red),” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, sejauh ini pihak pengembang sudah melakukan komunikasi dengan warga sekitar. Dia pun hanya meminta pengembang segera bertanggung jawab. Bahkan jika perlu melakukan penyerahan PSU agar memudahkan perawatan berkala jembatan. Hal itu juga demi mengurangi risiko lain saat jembatan sudah termakan usia. Untuk menjawab kapan dibangun, wartawan koran ini mengonfirmasi ke pihak pemilik PT Hattaka Utama Indonesia selaku pengembang perumahan Lembang Dieng Hatta Ismail. Namun saat dihubungi tidak direspons.

Nomor yang dituju juga tengah di luar jangkauan. Ambruknya Jembatan Lembah Dieng juga menuai sorotan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin. Pihaknya heran dengan sikap pengembang yang tak bergegas cepat memperbaiki jembatan. ”Sebenarnya kan bisa dari dulu diantisipasi dan ada perawatan berkala, tapi kalau sudah kayak gini ya apa mau dikata,” katanya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pengembang bisa menempati janjinya memperbaiki jembatan. Setelah itu, penyerahan PSU diharapkan olehnya bisa segera diterima oleh pemkot. Fathol tak ingin kejadian tersebut terulang kembali di kemudian hari. (adn/nay)

MALANG KOTA – Garis polisi berwarna kuning masih terpasang di Jembatan Lembah Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang sore kemarin (10/5). Garis yang menandakan jembatan tak bisa dilintasi pengendara itu belum ada tanda-tanda akan diperbaiki setelah ambrol total 1 Mei lalu. Hingga kemarin, masih ada saja pengendara yang kecele dan putar balik karena jembatan tak mampu dilintasi. Maklum saja, jembatan tersebut merupakan akses alternatif menuju ke Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Belum adanya perbaikan jembatan tersebut tentu ada penyebab. Yakni Pemkot Malang belum bisa membangun kembali jembatan tersebut karena prasarana, sarana dan utilitas (PSU) dari pengembang belum diserahkan. ”Beberapa waktu lalu sudah saya komunikasikan dengan pihak pengembang memang mau dibangun, tapi memang belum dikasih tahu kapan (waktunya,Red),” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Sutiaji menambahkan, sejauh ini pihak pengembang sudah melakukan komunikasi dengan warga sekitar. Dia pun hanya meminta pengembang segera bertanggung jawab. Bahkan jika perlu melakukan penyerahan PSU agar memudahkan perawatan berkala jembatan. Hal itu juga demi mengurangi risiko lain saat jembatan sudah termakan usia. Untuk menjawab kapan dibangun, wartawan koran ini mengonfirmasi ke pihak pemilik PT Hattaka Utama Indonesia selaku pengembang perumahan Lembang Dieng Hatta Ismail. Namun saat dihubungi tidak direspons.

Nomor yang dituju juga tengah di luar jangkauan. Ambruknya Jembatan Lembah Dieng juga menuai sorotan Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin. Pihaknya heran dengan sikap pengembang yang tak bergegas cepat memperbaiki jembatan. ”Sebenarnya kan bisa dari dulu diantisipasi dan ada perawatan berkala, tapi kalau sudah kayak gini ya apa mau dikata,” katanya. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta pengembang bisa menempati janjinya memperbaiki jembatan. Setelah itu, penyerahan PSU diharapkan olehnya bisa segera diterima oleh pemkot. Fathol tak ingin kejadian tersebut terulang kembali di kemudian hari. (adn/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/