alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Nekat Melintas Jembatan Tunggulmas, Siap-Siap Terima Surat Tilang

MALANG KOTA-Meski sudah ditutup dengan pembatas besi yang dilas, pengendara roda dua masih banyak yang menerobos Jembatan Tunggul Mas. Mereka memanfaatkan trotoar jembatan yang tidak tertutup pagar. Seperti yang terjadi pada Selasa (10/5) pukul 09.40.

Dalam satu menit saja setidaknya ada enam sepeda motor dari arah Tunggulwulung keluar jembatan ke arah Kota Batu. Sedangkan dari Tlogomas, ada empat motor yang menerobos masuk ke jembatan. Aktivitas itu dipermudah adanya dua orang ”polisi cepek” yang berjaga dan sesekali menerima uang dari warga.

Kondisi itu bukan berarti tidak diketahui Satlantas Polresta Malang Kota. Namun mereka hanya berharap warga mematuhi aturan yang ada dengan tidak menerobos pagar penghalang. Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bahwa pihaknya memang tidak menaruh personel jembatan itu.

Alasannya, sudah ada pagar yang menutup jembatan. Jika dilakukan penempatan personel untuk mengatur keluar masuk pengendara, justru hal itu malah melegalkan kegiatan warga yang menerobos pembatas jembatan. Khrisna mengakui bahwa aktivitas warga yang menerobos penghalang di jembatan itu bisa memicu kemacetan di sisi Jalan Tlogomas dan Tunggulwulung. Utamanya pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, polisi telah menyiapkan lembar tilang untuk para pelanggar. Penindakan bakal dilakukan secara acak.

Sebagaimana diberitakan, kesabaran pengendara bermotor yang ingin melintas di Jembatan Tunggulmas kembali diuji. Penutupan sementara yang dijanjikan hanya sampai tanggal 9 Mei lalu itu hanya isapan jempol belaka. Hingga kemarin sore (10/5) jembatan tersebut masih ditutup dengan palang besi yang dilas. (and/biy/fat)

MALANG KOTA-Meski sudah ditutup dengan pembatas besi yang dilas, pengendara roda dua masih banyak yang menerobos Jembatan Tunggul Mas. Mereka memanfaatkan trotoar jembatan yang tidak tertutup pagar. Seperti yang terjadi pada Selasa (10/5) pukul 09.40.

Dalam satu menit saja setidaknya ada enam sepeda motor dari arah Tunggulwulung keluar jembatan ke arah Kota Batu. Sedangkan dari Tlogomas, ada empat motor yang menerobos masuk ke jembatan. Aktivitas itu dipermudah adanya dua orang ”polisi cepek” yang berjaga dan sesekali menerima uang dari warga.

Kondisi itu bukan berarti tidak diketahui Satlantas Polresta Malang Kota. Namun mereka hanya berharap warga mematuhi aturan yang ada dengan tidak menerobos pagar penghalang. Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bahwa pihaknya memang tidak menaruh personel jembatan itu.

Alasannya, sudah ada pagar yang menutup jembatan. Jika dilakukan penempatan personel untuk mengatur keluar masuk pengendara, justru hal itu malah melegalkan kegiatan warga yang menerobos pembatas jembatan. Khrisna mengakui bahwa aktivitas warga yang menerobos penghalang di jembatan itu bisa memicu kemacetan di sisi Jalan Tlogomas dan Tunggulwulung. Utamanya pada saat jam berangkat dan pulang kerja. Karena itu, polisi telah menyiapkan lembar tilang untuk para pelanggar. Penindakan bakal dilakukan secara acak.

Sebagaimana diberitakan, kesabaran pengendara bermotor yang ingin melintas di Jembatan Tunggulmas kembali diuji. Penutupan sementara yang dijanjikan hanya sampai tanggal 9 Mei lalu itu hanya isapan jempol belaka. Hingga kemarin sore (10/5) jembatan tersebut masih ditutup dengan palang besi yang dilas. (and/biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/