alexametrics
24.1 C
Malang
Tuesday, 15 June 2021

Ngembat Motor di Parkiran Matos, Pria Sukun Dibui

MALANG KOTA – Himbauan jangan mengunci setir motor saat parkir rupanya dimanfaatkan betul oleh BP, 23. Pria asal Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang yang kini berdomisili di Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun itu mengembat motor di area parkiran bawah Malang Town Square (Matos) pada Kamis (27/5) pukul 17.30.

Kala itu, tersangka mengambil Honda Scoopy dengan nopol N 2733 EAH milik YF yang berada dalam kondisi stang tidak dikunci. “Dia saat beraksi asal pilih motor, mana yang tidak dikunci stang. Didapatilah motor korban dan karcisnya ada di dalam jok yang juga terbuka, kebetulan jenis motor dan warnanya sama, lalu memarkirkan motornya di sebelah motor target,” terang Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri dalam konferensi pers di Mapolsek Klojen, Jumat (11/6) siang.

Keadaan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menggondol motor, dan mengelabui security dengan karcis yang ada.

“Setelah keluar dari tempat parkir dengan cara dituntun, dia standby-kan hasil curiannya dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati dan memanggil tukang kunci untuk membuat duplikat,” ungkap Nadzir.

Selesai urusan kunci, motor curian pun ditinggal untuk mengambil kendaraan miliknya di dalam. “Kemudian dia pulang, lalu naik ojek online ambil motor hasil curiannya,” lanjut dia.

Pada malam di hari yang sama, ia menaruh motor hasil curiannya di sosial media facebook. Dari sana, AYD, 23 yang merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta di Kota Malang bersedia membeli motor itu. “Di sana disepakati harga Rp 4 juta, motor itu dijual di Facebook. AYD ini juga mengetahui barang itu bodongan (hasil curian), karena harga murah jadi dia beli saja,” ucap mantan Kapolsek Mojosari, Polres Mojokerto itu.

Setelah olah TKP dan mendapati rekaman CCTV di lokasi, polisi berhasil meringkus BP disebuah kafe tempat tersangka bekerja di Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun pada Jumat (28/5) malam. “Untuk AYD di kos-kosannya, itu tidak lama setelah BP kami tangkap,” pungkas Nadzir. Akibat perbuatannya, tersangka BP diancam kurungan maksimal tujuh tahun penjara sesuai Pasal 363 KUHP, sementara AYD menginap maksimal lima tahun di Hotel Prodeo karena dikenakan Pasal 480 KUHP.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Himbauan jangan mengunci setir motor saat parkir rupanya dimanfaatkan betul oleh BP, 23. Pria asal Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang yang kini berdomisili di Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun itu mengembat motor di area parkiran bawah Malang Town Square (Matos) pada Kamis (27/5) pukul 17.30.

Kala itu, tersangka mengambil Honda Scoopy dengan nopol N 2733 EAH milik YF yang berada dalam kondisi stang tidak dikunci. “Dia saat beraksi asal pilih motor, mana yang tidak dikunci stang. Didapatilah motor korban dan karcisnya ada di dalam jok yang juga terbuka, kebetulan jenis motor dan warnanya sama, lalu memarkirkan motornya di sebelah motor target,” terang Kapolsek Klojen, Kompol Nadzir Syah Basri dalam konferensi pers di Mapolsek Klojen, Jumat (11/6) siang.

Keadaan tersebut dimanfaatkan pelaku untuk menggondol motor, dan mengelabui security dengan karcis yang ada.

“Setelah keluar dari tempat parkir dengan cara dituntun, dia standby-kan hasil curiannya dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati dan memanggil tukang kunci untuk membuat duplikat,” ungkap Nadzir.

Selesai urusan kunci, motor curian pun ditinggal untuk mengambil kendaraan miliknya di dalam. “Kemudian dia pulang, lalu naik ojek online ambil motor hasil curiannya,” lanjut dia.

Pada malam di hari yang sama, ia menaruh motor hasil curiannya di sosial media facebook. Dari sana, AYD, 23 yang merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta di Kota Malang bersedia membeli motor itu. “Di sana disepakati harga Rp 4 juta, motor itu dijual di Facebook. AYD ini juga mengetahui barang itu bodongan (hasil curian), karena harga murah jadi dia beli saja,” ucap mantan Kapolsek Mojosari, Polres Mojokerto itu.

Setelah olah TKP dan mendapati rekaman CCTV di lokasi, polisi berhasil meringkus BP disebuah kafe tempat tersangka bekerja di Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun pada Jumat (28/5) malam. “Untuk AYD di kos-kosannya, itu tidak lama setelah BP kami tangkap,” pungkas Nadzir. Akibat perbuatannya, tersangka BP diancam kurungan maksimal tujuh tahun penjara sesuai Pasal 363 KUHP, sementara AYD menginap maksimal lima tahun di Hotel Prodeo karena dikenakan Pasal 480 KUHP.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru