alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Proyek MCC-Jembatan Tlogomas Kota Malang Jalan Terus

MALANG KOTA- Pandemi Covid-19 yang terus mewabah, tidak berpengaruh besar pada rencana dua proyek besar Kota Malang. Yakni pembangunan jembatan Tlogomas dan gedung Malang Creative Center (MCC) di Jalan Ahmad Yani. Proyek prestisius ini jalan terus.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, dua proyek tersebut memang terus digeber. Untuk MCC hal itu karena gedung tersebut bakal menjadi wadah para usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjual produknya. ”Begitu juga Jembatan Tlogomas itu kan sudah menang tender, itu dijadwal selesai tahun ini dan dibangun untuk memecah kemacetan,” ujar dia.

Orang nomor satu di Kota Malang itu tak ingin pembangunan untuk kepentingan masyarakat harus mandek. Apalagi, melihat masyarakat sudah tertekan secara ekonomi dampak PPKM darurat. Maka seluruh proyek harus bisa tuntas sesuai jadwal.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Eko Setyo Mahanani mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Tlogomas tetap jalan. Hanya rencana tahap pelaksanaan sedikit mundur. Ini karena survei lokasi bersama Komisi C DPRD Kota Malang juga mundur. Sesuai jadwal, survei tersebut diagendakan awal Juli lalu. ”Karena tanggal 3 (Juli) ada PPKM darurat, terpaksa survei juga molor. Tapi itu wajar karena masih toleransi,” bebernya.

Sembari menunggu PPKM Darurat, DPUPRKP memastikan kelengkapan berkas dari pemenang tender. Sebab, pihaknya masih menunggu Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang menyerahkan berkas administrasi ke DPUPRKP. “Ya, kami sedang menunggu dan jika sudah lengkap seharusnya bisa dibangun 14 hari kemudian,” kata Eko.

Eko menambahkan, akan menjadwal ulang survei lokasi pembangunan dalam waktu dekat bersama Komisi C DPRD Kota Malang. Itu dilakukannya demi memetakan area mana yang sesuai dengan konstruksi bangunan. Jika sudah final, maka sesegera mungkin dibangun. Jembatan itu akan menghubungkan Kelurahan Tlogomas dengan Kelurahan Tunggul. Jembatan itu berada di atas Sungai Brantas. Bentangan jembatan kisaran 100 meteran dengan lebar 14 meter. Titik jembatan di sebelah barat apartemen Begawan.

Pagu anggaran jembatan tersebut dianggarkan sekitar Rp 45 miliar. Namun, dari data LPSE menunjukkan penawaran tertinggi hanya Rp 39,7 miliar. Terkait hal itu, Eko menilai masih tahap wajar. ”Karena nanti kabarnya juga masih menunggu adanya PAK (perubahan anggaran keuangan, red),” sambungnya. (rmc/adn/abm)

MALANG KOTA- Pandemi Covid-19 yang terus mewabah, tidak berpengaruh besar pada rencana dua proyek besar Kota Malang. Yakni pembangunan jembatan Tlogomas dan gedung Malang Creative Center (MCC) di Jalan Ahmad Yani. Proyek prestisius ini jalan terus.

Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, dua proyek tersebut memang terus digeber. Untuk MCC hal itu karena gedung tersebut bakal menjadi wadah para usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menjual produknya. ”Begitu juga Jembatan Tlogomas itu kan sudah menang tender, itu dijadwal selesai tahun ini dan dibangun untuk memecah kemacetan,” ujar dia.

Orang nomor satu di Kota Malang itu tak ingin pembangunan untuk kepentingan masyarakat harus mandek. Apalagi, melihat masyarakat sudah tertekan secara ekonomi dampak PPKM darurat. Maka seluruh proyek harus bisa tuntas sesuai jadwal.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Eko Setyo Mahanani mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Tlogomas tetap jalan. Hanya rencana tahap pelaksanaan sedikit mundur. Ini karena survei lokasi bersama Komisi C DPRD Kota Malang juga mundur. Sesuai jadwal, survei tersebut diagendakan awal Juli lalu. ”Karena tanggal 3 (Juli) ada PPKM darurat, terpaksa survei juga molor. Tapi itu wajar karena masih toleransi,” bebernya.

Sembari menunggu PPKM Darurat, DPUPRKP memastikan kelengkapan berkas dari pemenang tender. Sebab, pihaknya masih menunggu Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Malang menyerahkan berkas administrasi ke DPUPRKP. “Ya, kami sedang menunggu dan jika sudah lengkap seharusnya bisa dibangun 14 hari kemudian,” kata Eko.

Eko menambahkan, akan menjadwal ulang survei lokasi pembangunan dalam waktu dekat bersama Komisi C DPRD Kota Malang. Itu dilakukannya demi memetakan area mana yang sesuai dengan konstruksi bangunan. Jika sudah final, maka sesegera mungkin dibangun. Jembatan itu akan menghubungkan Kelurahan Tlogomas dengan Kelurahan Tunggul. Jembatan itu berada di atas Sungai Brantas. Bentangan jembatan kisaran 100 meteran dengan lebar 14 meter. Titik jembatan di sebelah barat apartemen Begawan.

Pagu anggaran jembatan tersebut dianggarkan sekitar Rp 45 miliar. Namun, dari data LPSE menunjukkan penawaran tertinggi hanya Rp 39,7 miliar. Terkait hal itu, Eko menilai masih tahap wajar. ”Karena nanti kabarnya juga masih menunggu adanya PAK (perubahan anggaran keuangan, red),” sambungnya. (rmc/adn/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/