alexametrics
21.8 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Kabar Baik, Angka BOR RS Rujukan Covid-19 Kota Malang Turun Banyak

MALANG KOTA – Kebijakan PPKM Level 3 Jilid 2 masih berlangsung di Kota Malang. Kabar baiknya, Bed Occupancy Rate (BOR) kian turun drastis. Selain karena semakin banyak warga yang tervaksin, kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) diyakini semakin tinggi.

Penyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif pada Sabtu (11/9) siang. “BOR sudah berkurang banyak di rumah sakit rujukan di Kota Malang,” terangnya. Untuk keterisian, ICU di rumah sakit rujukan terisi 28 persen dan untuk IGD 16 persen. Sementara untuk ruang isolasi tinggal 20 persen. “Turun banyak,” imbuhnya.

Ia menyebut bahwa vaksinasi menjadi salah satu faktor penyebab penurunan drastis itu. “Vaksin juga berpengaruh sekalipun secara tidak langsung,” ucap Husnul. Berkaitan dengan vaksinasi, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah penyuntikan vaksin hanya terlapor dua persen. “Yang masuk dua persen, rata-rata hanya nyeri di tempat suntikan, itu juga masuk,” tambah dia.

Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan juga makin tinggi. “Protokol kesehatan masyarakat makin sadar untuk patuh, bisa melakukan pencegahan dari awal,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kebijakan PPKM Level 3 Jilid 2 masih berlangsung di Kota Malang. Kabar baiknya, Bed Occupancy Rate (BOR) kian turun drastis. Selain karena semakin banyak warga yang tervaksin, kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) diyakini semakin tinggi.

Penyataan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif pada Sabtu (11/9) siang. “BOR sudah berkurang banyak di rumah sakit rujukan di Kota Malang,” terangnya. Untuk keterisian, ICU di rumah sakit rujukan terisi 28 persen dan untuk IGD 16 persen. Sementara untuk ruang isolasi tinggal 20 persen. “Turun banyak,” imbuhnya.

Ia menyebut bahwa vaksinasi menjadi salah satu faktor penyebab penurunan drastis itu. “Vaksin juga berpengaruh sekalipun secara tidak langsung,” ucap Husnul. Berkaitan dengan vaksinasi, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setelah penyuntikan vaksin hanya terlapor dua persen. “Yang masuk dua persen, rata-rata hanya nyeri di tempat suntikan, itu juga masuk,” tambah dia.

Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan juga makin tinggi. “Protokol kesehatan masyarakat makin sadar untuk patuh, bisa melakukan pencegahan dari awal,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/