alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Lapas Lowokwaru Malang Mendadak Gaduh, Ternyata Ada Kejadian Ini

MALANG KOTA – Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) mendadak gaduh, Sabtu (11/9) pukul 09.00. Para napi terlihat berhamburan keluar dari sel. Sementara petugas lapas berusaha berusaha mengarahkan para napi agar tidak panik. Gara-garanya, asap muncul dari salah satu sel.

Begitulah simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan petugas Lapas Lowokwaru dengan melibatkan para napi dan tahanan. “Ini kami latihan supaya para petugas dan warga binaan bisa memitigasi apabila bencana kebakaran terjadi di dalam lingkungan Lapas,” terang Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Lowokwaru, I Wayan Nurastra.

Simulasi ini sendiri dilakukan di Blok Bukit Barisan dengan melibatkan seluruh warga binaan. “Kami libatkan seluruh warga binaan di dalam yang berjumlah 250 orang,” sebut dia.

Simulasi ini merupakan tindak langsung pasca kejadian kebakaran Lapas Kelas I Tangerang beberapa hari silam. “Iya, memang kami mengharapkan bencana seperti yang di Tangerang tidak terjadi, tapi kami harus siap dengan apabila mendapati hal itu,” kata dia.

Sebagai catatan, untuk jumlah APAR didalam Lapas Lowokwaru masih berjumlah puluhan. “Kalau APAR kami sejauh ini punya 34, ke depan akan ditambah lagi,” sebut Wayan.

Tentunya, kejadian kebakaran juga bisa cepat ditangani apabila kewaspadaan semua pihak. “Petugas selalu waspada dalam bertugas dan warga binaan jangan sembrono kalau ada kegiatan apapun supaya tidak memunculkan potensi kebakaran,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Lapas Kelas I Malang (Lowokwaru) mendadak gaduh, Sabtu (11/9) pukul 09.00. Para napi terlihat berhamburan keluar dari sel. Sementara petugas lapas berusaha berusaha mengarahkan para napi agar tidak panik. Gara-garanya, asap muncul dari salah satu sel.

Begitulah simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan petugas Lapas Lowokwaru dengan melibatkan para napi dan tahanan. “Ini kami latihan supaya para petugas dan warga binaan bisa memitigasi apabila bencana kebakaran terjadi di dalam lingkungan Lapas,” terang Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Lowokwaru, I Wayan Nurastra.

Simulasi ini sendiri dilakukan di Blok Bukit Barisan dengan melibatkan seluruh warga binaan. “Kami libatkan seluruh warga binaan di dalam yang berjumlah 250 orang,” sebut dia.

Simulasi ini merupakan tindak langsung pasca kejadian kebakaran Lapas Kelas I Tangerang beberapa hari silam. “Iya, memang kami mengharapkan bencana seperti yang di Tangerang tidak terjadi, tapi kami harus siap dengan apabila mendapati hal itu,” kata dia.

Sebagai catatan, untuk jumlah APAR didalam Lapas Lowokwaru masih berjumlah puluhan. “Kalau APAR kami sejauh ini punya 34, ke depan akan ditambah lagi,” sebut Wayan.

Tentunya, kejadian kebakaran juga bisa cepat ditangani apabila kewaspadaan semua pihak. “Petugas selalu waspada dalam bertugas dan warga binaan jangan sembrono kalau ada kegiatan apapun supaya tidak memunculkan potensi kebakaran,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/