alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

594 Sopir Angkot Terima Bansos dari Pemkot Malang

MALANG KOTA – Sebanyak 594 sopir angkot di Kota Malang mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ada dua jenis bansos yang diberikan, yakni Bantuan Jaring Pengaman Sosial hingga pemberian sembako. Masing-masing telah dibagikan pada akhir Agustus dan awal September lalu.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Kadinsos-P3AP2KB) Kota Malang Penny Indriani merinci, sopir penerima bantuan jaring pengaman sosial sebanyak 394 orang. Sementara sopir yang menerima paket sembako beras 5 kg sebanyak 200 orang. Pencairannya pun dipercepat pada bulan lalu.

“Itu semua merupakan bantuan dari pemkot untuk mereka yang terdampak karena PPKM,” katanya.

Penny menambahkan, bantuan jaring pengaman sosial diberikan uang tunai sebesar Rp 300 ribu tiap sopir. Dinsos-P3AP2KB menyalurkan bantuan tersebut dibantu oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Pemberian bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono menyatakan pemberian bansos kepada para sopir tersebut dilakukan di dua tempat. Untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial, para sopir datang ke Terminal Mulyorejo dan Kantor Kas Bank Jatim. Sementara untuk pembagian sembako dilakukan di Balai Kartini.

“Iya kami membantu Dinsos-P3AP2KB karena sopir juga terdampak dengan PPKM yang menurunkan jumlah penumpang maupun penghasilan,” papar Heru.

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Klojen itu berharap bantuan bisa membantu para sopir, terutama dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Heru juga menyadari pendapatan sopir ikut terdampak selama pandemi. Sehingga bantuan sosial diberikan oleh Dinsos-P3AP2KB dapat memberikan manfaat.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan setidaknya ada 34.884 warga yang terdampak Covid-19. Mereka telah didata oleh Pemkot Malang untuk mendapatkan Bansos. Dana Bansos untuk puluhan ribu warga tersebut beberapa diambilkan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kota Malang tahun 2021.


Wali Kota Malang Sutiaji (Biyan Mudzaky/Radar Malang)

“Ada beberapa bansos dari BTT dulu misal pedagang yang terdampak, pencairannya kalau gak salah Juli lalu,” tuturnya.

Bantuan tersebut menyasar ke 2.500 pedagang. Selain itu, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Kemensos RI untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 14.644 warga terdampak Covid-19. Bansos juga menyasar ke sopir angkot di Kota Malang. Sebanyak 594 sopir telah mendapat bansos.

Dengan bantuan yang diberikan, orang nomor satu di Pemkot Malang itu berharap bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Utamanya mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

“Semoga bermanfaat untuk mereka, kami juga menyadari masih ada kekurangan tapi kami coba bantu secara pelan-pelan,” katanya. (adn/fia)

MALANG KOTA – Sebanyak 594 sopir angkot di Kota Malang mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ada dua jenis bansos yang diberikan, yakni Bantuan Jaring Pengaman Sosial hingga pemberian sembako. Masing-masing telah dibagikan pada akhir Agustus dan awal September lalu.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Kadinsos-P3AP2KB) Kota Malang Penny Indriani merinci, sopir penerima bantuan jaring pengaman sosial sebanyak 394 orang. Sementara sopir yang menerima paket sembako beras 5 kg sebanyak 200 orang. Pencairannya pun dipercepat pada bulan lalu.

“Itu semua merupakan bantuan dari pemkot untuk mereka yang terdampak karena PPKM,” katanya.

Penny menambahkan, bantuan jaring pengaman sosial diberikan uang tunai sebesar Rp 300 ribu tiap sopir. Dinsos-P3AP2KB menyalurkan bantuan tersebut dibantu oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Pemberian bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono menyatakan pemberian bansos kepada para sopir tersebut dilakukan di dua tempat. Untuk bantuan Jaring Pengaman Sosial, para sopir datang ke Terminal Mulyorejo dan Kantor Kas Bank Jatim. Sementara untuk pembagian sembako dilakukan di Balai Kartini.

“Iya kami membantu Dinsos-P3AP2KB karena sopir juga terdampak dengan PPKM yang menurunkan jumlah penumpang maupun penghasilan,” papar Heru.

Pria yang pernah menjabat sebagai Camat Klojen itu berharap bantuan bisa membantu para sopir, terutama dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Heru juga menyadari pendapatan sopir ikut terdampak selama pandemi. Sehingga bantuan sosial diberikan oleh Dinsos-P3AP2KB dapat memberikan manfaat.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan setidaknya ada 34.884 warga yang terdampak Covid-19. Mereka telah didata oleh Pemkot Malang untuk mendapatkan Bansos. Dana Bansos untuk puluhan ribu warga tersebut beberapa diambilkan dari anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kota Malang tahun 2021.


Wali Kota Malang Sutiaji (Biyan Mudzaky/Radar Malang)

“Ada beberapa bansos dari BTT dulu misal pedagang yang terdampak, pencairannya kalau gak salah Juli lalu,” tuturnya.

Bantuan tersebut menyasar ke 2.500 pedagang. Selain itu, Pemkot Malang telah berkoordinasi dengan Kemensos RI untuk menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 14.644 warga terdampak Covid-19. Bansos juga menyasar ke sopir angkot di Kota Malang. Sebanyak 594 sopir telah mendapat bansos.

Dengan bantuan yang diberikan, orang nomor satu di Pemkot Malang itu berharap bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan. Utamanya mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

“Semoga bermanfaat untuk mereka, kami juga menyadari masih ada kekurangan tapi kami coba bantu secara pelan-pelan,” katanya. (adn/fia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/