alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Proyek Zona III Kajoetangan Heritage Dilanjut, Berapa Anggarannya?

MALANG KOTA – Meski berjalan dengan segala pro dan kontranya dari berbagai pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak ingin setengah-setengah menggarap Kawasan Kajoetangan Heritage. Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran sebesar Rp 6 miliar pun telah disiapkan. Nominal tersebut khususnya diperuntukkan bagi pembangunan Kajoetangan Heritage di zona III. Tepatnya disekitar Patung Chairil Anwar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan, dan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang Diah  Ayu Kusuma Dewi mengatakan, prioritas utama dalam proyek di zona ketiga tersebut adalah perbaikan batuan andesit. Alasannya, batuan andesit di sana menjadi jalanan utama masyarakat. Upaya pengerukan aspal sedalam 20 centimeter akan dilakukan demi memperkokoh konstruksi.

“Nantinya di bagian bawah bakal di cor supaya lebih kuat dalam menahan beban,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (10/10).

Pedestrian di kawasan tersebut juga bakal diperindah oleh DPUPRPKP. Penambahan kursi dan pagar pelindung pohon bakal dipasang. Adapun anggaran yang dibutuhkan bakal diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang Tahun 2022. “Kami harapnya begitu, insya Allah tahun depan jika tidak ada kendala,” harap Diah.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan, DPUPRPKP tetap bisa menjalankan program tersebut. Sebab anggaran untuk pembangunan Kajoetangan Heritage sudah dirumuskan menggunakan APBD 2022. Namun dia masih ingin pemaparan konsep pembangunan bisa dipublikasikan. “Publikasi itu supaya masyarakat mengetahui gambaran pembangunan,” sarannya.

Arief yang mengawal pembangunan Kajoetangan Heritage sejak tahun lalu itu juga menyarankan pentingnya komunikasi sejak awal.

Sebab saat pembangunan Kajoetangan Heritage zona I dan zona II akhir tahun 2020 berdampak membatasi kegiatan masyarakat. Belajar dari kasus tersebut, jangan sampai ada pembatasan atau bahkan keluhan masyarakat saat pembangunan berlangsung. (adn/abm/rmc)

MALANG KOTA – Meski berjalan dengan segala pro dan kontranya dari berbagai pihak, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tak ingin setengah-setengah menggarap Kawasan Kajoetangan Heritage. Tak tanggung-tanggung, alokasi anggaran sebesar Rp 6 miliar pun telah disiapkan. Nominal tersebut khususnya diperuntukkan bagi pembangunan Kajoetangan Heritage di zona III. Tepatnya disekitar Patung Chairil Anwar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Kawasan, dan Permukiman (DPUPRKP) Kota Malang Diah  Ayu Kusuma Dewi mengatakan, prioritas utama dalam proyek di zona ketiga tersebut adalah perbaikan batuan andesit. Alasannya, batuan andesit di sana menjadi jalanan utama masyarakat. Upaya pengerukan aspal sedalam 20 centimeter akan dilakukan demi memperkokoh konstruksi.

“Nantinya di bagian bawah bakal di cor supaya lebih kuat dalam menahan beban,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (10/10).

Pedestrian di kawasan tersebut juga bakal diperindah oleh DPUPRPKP. Penambahan kursi dan pagar pelindung pohon bakal dipasang. Adapun anggaran yang dibutuhkan bakal diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang Tahun 2022. “Kami harapnya begitu, insya Allah tahun depan jika tidak ada kendala,” harap Diah.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan, DPUPRPKP tetap bisa menjalankan program tersebut. Sebab anggaran untuk pembangunan Kajoetangan Heritage sudah dirumuskan menggunakan APBD 2022. Namun dia masih ingin pemaparan konsep pembangunan bisa dipublikasikan. “Publikasi itu supaya masyarakat mengetahui gambaran pembangunan,” sarannya.

Arief yang mengawal pembangunan Kajoetangan Heritage sejak tahun lalu itu juga menyarankan pentingnya komunikasi sejak awal.

Sebab saat pembangunan Kajoetangan Heritage zona I dan zona II akhir tahun 2020 berdampak membatasi kegiatan masyarakat. Belajar dari kasus tersebut, jangan sampai ada pembatasan atau bahkan keluhan masyarakat saat pembangunan berlangsung. (adn/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/