alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Pasang Alarm Dini di 6 Titik, Malang Waspada Bencana Hidrometeorologi

MALANG KOTA – Menghadapi kemungkinan munculnya bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempersiapkan segala kebutuhan mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi tersebut. Salah satunya dengan memasang alarm peringatan bencana (early warning system/EWS) di enam titik Kota Malang .

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan tentang potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia.

“Alarm ini terpasang di 6 titik Kota Malang. Fungsinya untuk memberi peringatan dini warga tentang adanya situasi bencana yang ada di kota,” terang Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, usai memimpin apel siaga bersama Forkopimda di Balai Kota Malang, Selasa (11/11).

Dalam Apel ini, Sutiaji menjelaskan perlunya apel siaga bencana untuk menyiapkan kesiapan seluruh aspek dalam menangani bencana yang kemungkinan akan melanda Kota Malang dalam beberapa bulan ke depan. Persiapan tersebut guna menghadapi baik bencana alam maupun bencana non alam.

“Mestinya hari-hari ini hujan sudah mulai merata, mulai September, Oktober, November dan Desember besar-besarannya hujan. Tapi seorang pakar menyampaikan bulan-bulan ini, karena mestinya perputaran hujan, perputaran alam yang akan mengakibatkan hujan. Jadi iklim itu nanti intensitas hujan dari Desember sampai Januari itu luar biasa,” ujar Aji, sapaan akrab Wali Kota Malang.

Lebih lanjut dijelaskan Sutiaji, ada tiga langkah yang akan dilakukan Pemerintah Kota Malang untuk mempersiapkan penananganan bencana hidrometeorologi. Pertama, dengan meliterasikan masyarakat tentang apa bencana hidrometeorologi. Kedua, dengan tangkal dini bencana salah satunya melalui EWS, dan ketiga, mempersiapkan bagaimana seharusnya sikap kita ketika akan menghadapi bencana hidrometrologi.

“Mudah-mudahanan apel ini akan menjadi start awal kita, siap siaga kita dalam rangka menghadapi bencana hidrometeorologi. Dan mudah-mudahan bumi Arema yang kita cintai, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu akan dijauhkan dari bencana dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan mudah-mudahan Tuhan menyertai kita semua,” ujar alumni IAIN Malang tersebut.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Menghadapi kemungkinan munculnya bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, dan puting beliung Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mempersiapkan segala kebutuhan mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi tersebut. Salah satunya dengan memasang alarm peringatan bencana (early warning system/EWS) di enam titik Kota Malang .

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan tentang potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia.

“Alarm ini terpasang di 6 titik Kota Malang. Fungsinya untuk memberi peringatan dini warga tentang adanya situasi bencana yang ada di kota,” terang Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, usai memimpin apel siaga bersama Forkopimda di Balai Kota Malang, Selasa (11/11).

Dalam Apel ini, Sutiaji menjelaskan perlunya apel siaga bencana untuk menyiapkan kesiapan seluruh aspek dalam menangani bencana yang kemungkinan akan melanda Kota Malang dalam beberapa bulan ke depan. Persiapan tersebut guna menghadapi baik bencana alam maupun bencana non alam.

“Mestinya hari-hari ini hujan sudah mulai merata, mulai September, Oktober, November dan Desember besar-besarannya hujan. Tapi seorang pakar menyampaikan bulan-bulan ini, karena mestinya perputaran hujan, perputaran alam yang akan mengakibatkan hujan. Jadi iklim itu nanti intensitas hujan dari Desember sampai Januari itu luar biasa,” ujar Aji, sapaan akrab Wali Kota Malang.

Lebih lanjut dijelaskan Sutiaji, ada tiga langkah yang akan dilakukan Pemerintah Kota Malang untuk mempersiapkan penananganan bencana hidrometeorologi. Pertama, dengan meliterasikan masyarakat tentang apa bencana hidrometeorologi. Kedua, dengan tangkal dini bencana salah satunya melalui EWS, dan ketiga, mempersiapkan bagaimana seharusnya sikap kita ketika akan menghadapi bencana hidrometrologi.

“Mudah-mudahanan apel ini akan menjadi start awal kita, siap siaga kita dalam rangka menghadapi bencana hidrometeorologi. Dan mudah-mudahan bumi Arema yang kita cintai, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu akan dijauhkan dari bencana dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan mudah-mudahan Tuhan menyertai kita semua,” ujar alumni IAIN Malang tersebut.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/