alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Anggaran Fokus Penanganan Covid-19, Bappeda dan Pokdarwis Gandeng CSR

MALANG KOTA – Pandemi yang tak kunjung usai membuat Pemerintah Kota Malang menyusun anggaran yang fokus pada penanganan Covid-19. Tidak menyerah sampai di situ, para penggiat wisata yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pun bekerjasama dengan Forum Corporate social responsibility (CSR) Kota Malang.

Kepala Bappeda Dwi Rahayu, SH, M.Hum Kegiatan ini dalam rangka membangkitkan ekonomi dan Membangun Kota Malang tidak hanya di tanggung sendiri oleh Pemkot Malang.

Karena APBD Kota Malang terbatas masih fokus pada Covid-19 maka Forum CSR Kota Malang perlu mengoordinasikan dana CSR dengan menyeleksi dan memverifikasi usulan program yang tertuang dalam Musrenbang.

“Banyak usulan masyarakat yang kreatif dan menarik untuk ditindaklanjuti melalui CSR,” ujar Dwi Rahayu, Kamis (10/12) di Hotel Sahid Montana.

Menurut Isa Wahyudi Wakil Ketua 1 Forum CSR Kota Malang dari unsur Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), Forum CSR akan menyeleksi dan memverifikasi usulan musrenbang dan menawarkan usulan ke perusahaan sesuai dengan program CSR perusahaan.

“CSR itu harus punya sisi promotif bagi perusahaan, transparan, akuntabel dalam pelaksanaan, berdampak dan berkelanjutan bagi keberlangsungan lingkungan,” ujarnya.

Bappeda Kota Malang sendiri sudah berupaya mengundang BUMN, BUMD, BUMS baik perusahaan, perbankan, pusat perbelanjaan, Hotel Resto serta perguruan tinggi untuk menyelenggarakan Musrenbang. Di Musrenbang ini, diharapkan mampu mengumpulkan gagasan baru dalam memajukan sektor pariwisata.

Musrenbang yang dilaksanakan Kamis (10/12) kemarin adalah yang ketiga kalinya setelah memalui beberapa tahap hingga Forum CSR Kota Malang terbentuk bulan lalu 16 November 2020.

Pewarta : Errica V

MALANG KOTA – Pandemi yang tak kunjung usai membuat Pemerintah Kota Malang menyusun anggaran yang fokus pada penanganan Covid-19. Tidak menyerah sampai di situ, para penggiat wisata yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) pun bekerjasama dengan Forum Corporate social responsibility (CSR) Kota Malang.

Kepala Bappeda Dwi Rahayu, SH, M.Hum Kegiatan ini dalam rangka membangkitkan ekonomi dan Membangun Kota Malang tidak hanya di tanggung sendiri oleh Pemkot Malang.

Karena APBD Kota Malang terbatas masih fokus pada Covid-19 maka Forum CSR Kota Malang perlu mengoordinasikan dana CSR dengan menyeleksi dan memverifikasi usulan program yang tertuang dalam Musrenbang.

“Banyak usulan masyarakat yang kreatif dan menarik untuk ditindaklanjuti melalui CSR,” ujar Dwi Rahayu, Kamis (10/12) di Hotel Sahid Montana.

Menurut Isa Wahyudi Wakil Ketua 1 Forum CSR Kota Malang dari unsur Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), Forum CSR akan menyeleksi dan memverifikasi usulan musrenbang dan menawarkan usulan ke perusahaan sesuai dengan program CSR perusahaan.

“CSR itu harus punya sisi promotif bagi perusahaan, transparan, akuntabel dalam pelaksanaan, berdampak dan berkelanjutan bagi keberlangsungan lingkungan,” ujarnya.

Bappeda Kota Malang sendiri sudah berupaya mengundang BUMN, BUMD, BUMS baik perusahaan, perbankan, pusat perbelanjaan, Hotel Resto serta perguruan tinggi untuk menyelenggarakan Musrenbang. Di Musrenbang ini, diharapkan mampu mengumpulkan gagasan baru dalam memajukan sektor pariwisata.

Musrenbang yang dilaksanakan Kamis (10/12) kemarin adalah yang ketiga kalinya setelah memalui beberapa tahap hingga Forum CSR Kota Malang terbentuk bulan lalu 16 November 2020.

Pewarta : Errica V

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/