alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Imbas Longsor, Warga dan Yayasan Ekklesia Kota Malang Gelar Mediasi

MALANG KOTA – Mediasi dilakukan antara warga Kampung Keramat, Kelurahan Kasin dengan Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) SD-SMK Kristen Elim hari ini (12/2). Hal itu dilakukan sebagai imbas tanah longsor susulan yang membahayakan warga kampung Keramat yang rumahnya berada di sisi bawah bangunan sekolah. Mediasi melibatkan Camat Sukun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan DPRD Kota Malang.

Camat Sukun Kota Malang, Widi Wirawan mengatakan, pihaknya berinisiatif memfasilitasi pertemuan tersebut. “Warga keberatan apabila ada bahaya yang lebih besar lagi dari bencana longsor sebelumnya. Sehingga ketika melakukan penanganan, warga ingin dilibatkan disamping melibatkan tim teknis. Sebab melihat kondisi lingkungan yang ada, alat berat juga tidak bisa masuk. Jadi harus memaksimalkan tenaga manual,” ujarnya.

Widi menuturkan kondisi saat ini akan ditangani sesegera mungkin karena cukup berbahaya bagi warga yang rumahnya berada di bawah bangunan sekolah. “Saat ini saja sudah ada 5 keluarga yang mengungsi karena takut adanya kejadian longsor susulan,” tuturnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi menambahkan, memang musyawarah diperlukan dalam menangani permasalahan ini. “Solusinya sederhana sebenarnya, hanya karena komunikasi yang harus dibangun antara yayasan dengan tokoh masyarakat. Makanya ini hadir lengkap mulai dari camat, kepala dinas, yayasan dan perwakilan warga,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dari Komisi D yang menangani pendidikan, ia tak berharap polemik ini berkepanjangan. “Jangan sampai nanti korbannya ada di dunia pendidikan. Karena yayasan ini bagaimanapun sudah berjasa pada masyarakat untuk memberikan pendidikan, maka harus kita amankan bersama,” pungkasnya. Mediasi juga melibatkan unsur kepolisian dan TNI.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Mediasi dilakukan antara warga Kampung Keramat, Kelurahan Kasin dengan Yayasan Pendidikan Kemuliaan Allah (Ekklesia) SD-SMK Kristen Elim hari ini (12/2). Hal itu dilakukan sebagai imbas tanah longsor susulan yang membahayakan warga kampung Keramat yang rumahnya berada di sisi bawah bangunan sekolah. Mediasi melibatkan Camat Sukun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan DPRD Kota Malang.

Camat Sukun Kota Malang, Widi Wirawan mengatakan, pihaknya berinisiatif memfasilitasi pertemuan tersebut. “Warga keberatan apabila ada bahaya yang lebih besar lagi dari bencana longsor sebelumnya. Sehingga ketika melakukan penanganan, warga ingin dilibatkan disamping melibatkan tim teknis. Sebab melihat kondisi lingkungan yang ada, alat berat juga tidak bisa masuk. Jadi harus memaksimalkan tenaga manual,” ujarnya.

Widi menuturkan kondisi saat ini akan ditangani sesegera mungkin karena cukup berbahaya bagi warga yang rumahnya berada di bawah bangunan sekolah. “Saat ini saja sudah ada 5 keluarga yang mengungsi karena takut adanya kejadian longsor susulan,” tuturnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suyadi menambahkan, memang musyawarah diperlukan dalam menangani permasalahan ini. “Solusinya sederhana sebenarnya, hanya karena komunikasi yang harus dibangun antara yayasan dengan tokoh masyarakat. Makanya ini hadir lengkap mulai dari camat, kepala dinas, yayasan dan perwakilan warga,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dari Komisi D yang menangani pendidikan, ia tak berharap polemik ini berkepanjangan. “Jangan sampai nanti korbannya ada di dunia pendidikan. Karena yayasan ini bagaimanapun sudah berjasa pada masyarakat untuk memberikan pendidikan, maka harus kita amankan bersama,” pungkasnya. Mediasi juga melibatkan unsur kepolisian dan TNI.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/