alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Polisi Usut Kasus Pelancong Terpapar Covid-19. Ini Pasal yang Disangkakan!

MALANG KOTA – Kasus Reza Fahd Adrian, pelancong yang terpapar Covid-19 namun nekat keluyuran di Kota Malang akhir Januari lalu tetap diusut Polresta Malang Kota. Meski sudah memberi klarifikasi di medsos (media sosial) beberapa hari lalu, dugaan pelanggaran yang dilakukan tetap diproses. Karena Reza dan tiga anggota keluarganya diyakini sudah melanggar Undang-Undang (UU) tentang Karantina Kesehatan.

PLONG: Salah satu karyawati Hawai Grup mengikuti tes swab antigen . Hasil tes untuk 30 orang itu semuanya negatif. Ini dilakukan buntut dari ulah Reza Fahd Adrian di medsos. (Darmono / Radar Malang)

Agar tak kehilangan jejak, Polresta Malang Kota sudah koordinasi dengan Polresta Samarinda. Kabar terbaru, istri Reza masih menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif Covid-19 usai menjalani swab PCR Rabu lalu (8/2). Untuk itu, polresta menunggu paling lama 10 hari ke depan karena ada aturan isoman. ”Nanti bakal kami tunggu kedatangannya di sini (Polresta Malang Kota) dan harus datang secara tatap muka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat dikonfirmasi sore kemarin (11/2).

Tinton menambahkan, pemanggilan tersebut wajib dipenuhi Reza dan sang istri. Mereka bakal meminta keterangan alasan mengunggah status positif Covid-19 namun nekat keluyuran di Kota Malang. Terkait ancaman hukuman yang bakal menjerat Reza, Tinton masih enggan berkomentar banyak. Karena pihaknya masih ingin mendengar keterangan langsung Reza.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan seluruh penyelidikan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota. Dia tak ingin ikut campur terlalu banyak dalam perkara hukum ini. Meski demikian, pihaknya tetal melanjutkan upaya tracing atau pelacakan ke sejumlah tempat yang sempat dikunjungi Reza. ”Saat ini (tempat yang dikunjungi Reza) baru dua di Kota Malang yakni Lai Lai dan Hawai Group. Sudah kami tracing dan ada yang satu positif sekarang harus isoman,” katanya.

Jika pihak Polresta Malang Kota sudah mengeluarkan pernyataan resmi, Satgas Covid-19 bakal melakukan tracing lanjutan. Dia tak ingin ke depan kasus ini terjadi lagi. Maka, dia meminta jajaran seperti Satpol PP mampu menyisir sejumlah tempat yang abai dengan protokol kesehatan (prokes). Terlebih lagi, ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Malang. Sutiaji berkeyakinan kasus ini tidak mengganggu kegiatan masyarakat di ruang publik. Sebab masyarakat sudah paham dengan tindakan apa yang harus diambil saat ke ruang publik. ”Kalau kami juga tetap melanjutkan swab acak ke sejumlah tempat rawan kerumunan. Kami tak mau ada klaster baru,”  tegas politikus Partai Demokrat itu.

Di tempat lain, Direktur Utama Hawai Group Bambang Yudho Utomo juga menuntut Reza dan keluarganya memberikan pernyataan maaf kepada pihaknya. Karena mereka merasa dirugikan dengan kejadian ini. Akibatnya, sejumlah calon wisatawan masih takut berkunjung ke sana. ”Jelas ya (merasa dirugikan). Karena jumlah wisatawan sudah drop, malah ada kejadian ini ya serba takut,” keluhnya.

Meski demikian, pihaknya juga melakukan tracing dan testing kepada 100 karyawannya. Hasilnya, seluruh karyawan Hawai Group negatif Covid-19 usai menjalani swab antigen. Agar tak terulang kembali, Bambang telah melakukan pembatasan pengunjung agar tak sampai berkerumun apalagi kedapatan positif Covid-19. (adn/nay)

MALANG KOTA – Kasus Reza Fahd Adrian, pelancong yang terpapar Covid-19 namun nekat keluyuran di Kota Malang akhir Januari lalu tetap diusut Polresta Malang Kota. Meski sudah memberi klarifikasi di medsos (media sosial) beberapa hari lalu, dugaan pelanggaran yang dilakukan tetap diproses. Karena Reza dan tiga anggota keluarganya diyakini sudah melanggar Undang-Undang (UU) tentang Karantina Kesehatan.

PLONG: Salah satu karyawati Hawai Grup mengikuti tes swab antigen . Hasil tes untuk 30 orang itu semuanya negatif. Ini dilakukan buntut dari ulah Reza Fahd Adrian di medsos. (Darmono / Radar Malang)

Agar tak kehilangan jejak, Polresta Malang Kota sudah koordinasi dengan Polresta Samarinda. Kabar terbaru, istri Reza masih menjalani isolasi mandiri (isoman) karena positif Covid-19 usai menjalani swab PCR Rabu lalu (8/2). Untuk itu, polresta menunggu paling lama 10 hari ke depan karena ada aturan isoman. ”Nanti bakal kami tunggu kedatangannya di sini (Polresta Malang Kota) dan harus datang secara tatap muka,” ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo saat dikonfirmasi sore kemarin (11/2).

Tinton menambahkan, pemanggilan tersebut wajib dipenuhi Reza dan sang istri. Mereka bakal meminta keterangan alasan mengunggah status positif Covid-19 namun nekat keluyuran di Kota Malang. Terkait ancaman hukuman yang bakal menjerat Reza, Tinton masih enggan berkomentar banyak. Karena pihaknya masih ingin mendengar keterangan langsung Reza.

Sementara itu Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan seluruh penyelidikan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota. Dia tak ingin ikut campur terlalu banyak dalam perkara hukum ini. Meski demikian, pihaknya tetal melanjutkan upaya tracing atau pelacakan ke sejumlah tempat yang sempat dikunjungi Reza. ”Saat ini (tempat yang dikunjungi Reza) baru dua di Kota Malang yakni Lai Lai dan Hawai Group. Sudah kami tracing dan ada yang satu positif sekarang harus isoman,” katanya.

Jika pihak Polresta Malang Kota sudah mengeluarkan pernyataan resmi, Satgas Covid-19 bakal melakukan tracing lanjutan. Dia tak ingin ke depan kasus ini terjadi lagi. Maka, dia meminta jajaran seperti Satpol PP mampu menyisir sejumlah tempat yang abai dengan protokol kesehatan (prokes). Terlebih lagi, ke sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Malang. Sutiaji berkeyakinan kasus ini tidak mengganggu kegiatan masyarakat di ruang publik. Sebab masyarakat sudah paham dengan tindakan apa yang harus diambil saat ke ruang publik. ”Kalau kami juga tetap melanjutkan swab acak ke sejumlah tempat rawan kerumunan. Kami tak mau ada klaster baru,”  tegas politikus Partai Demokrat itu.

Di tempat lain, Direktur Utama Hawai Group Bambang Yudho Utomo juga menuntut Reza dan keluarganya memberikan pernyataan maaf kepada pihaknya. Karena mereka merasa dirugikan dengan kejadian ini. Akibatnya, sejumlah calon wisatawan masih takut berkunjung ke sana. ”Jelas ya (merasa dirugikan). Karena jumlah wisatawan sudah drop, malah ada kejadian ini ya serba takut,” keluhnya.

Meski demikian, pihaknya juga melakukan tracing dan testing kepada 100 karyawannya. Hasilnya, seluruh karyawan Hawai Group negatif Covid-19 usai menjalani swab antigen. Agar tak terulang kembali, Bambang telah melakukan pembatasan pengunjung agar tak sampai berkerumun apalagi kedapatan positif Covid-19. (adn/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/