alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Tarawih Perdana, Masjid Jami Kota Malang Ketati Prokes Jamaah

MALANG KOTA – Hari pertama salat tarawih, ratusan jamaah memadati Masjid Jami Kota Malang Senin malam (12/4). Mereka melaksanakan salat tarawih secara berjamaah untuk menyambut bulan Ramadan yang telah ditetapkan mulai besok (13/4). Untuk mencegah penyebaran Covid-19, takmir masjid memberlakukan protokol kesehatan (prokes) secara ketat kepada jamaah.

Petugas Masjid Jami Kota Malang Moch Djoko Rahmadi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, para jamaah telah terbiasa salat dengan adaptasi kebiasaan baru. Apalagi, setahun pandemi ini turut mengubah pola kebiasaan salat menggunakan masker. ”Jumlah jamaah yang ikut salat tarawih tahun ini tak jauh beda dengan tahun lalu,” katanya.

Djoko menambahkan, kapasitas masjid bagian dalam bisa menampung 3.000 jamaah. Namun, pihaknya membatasi separonya saja. Apalagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga mengizinkan untuk menggelar salat tarawih tetapi dengan pembatasan dan penerapan prokes ketat. Untuk itu, pihaknya menyiapkan beberapa thermogun dan hand sanitizer di depan pintu masjid. ”Kami siapkan itu agar jamaah mendapat rasa aman dan kami mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Hari pertama salat tarawih, ratusan jamaah memadati Masjid Jami Kota Malang Senin malam (12/4). Mereka melaksanakan salat tarawih secara berjamaah untuk menyambut bulan Ramadan yang telah ditetapkan mulai besok (13/4). Untuk mencegah penyebaran Covid-19, takmir masjid memberlakukan protokol kesehatan (prokes) secara ketat kepada jamaah.

Petugas Masjid Jami Kota Malang Moch Djoko Rahmadi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, para jamaah telah terbiasa salat dengan adaptasi kebiasaan baru. Apalagi, setahun pandemi ini turut mengubah pola kebiasaan salat menggunakan masker. ”Jumlah jamaah yang ikut salat tarawih tahun ini tak jauh beda dengan tahun lalu,” katanya.

Djoko menambahkan, kapasitas masjid bagian dalam bisa menampung 3.000 jamaah. Namun, pihaknya membatasi separonya saja. Apalagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang juga mengizinkan untuk menggelar salat tarawih tetapi dengan pembatasan dan penerapan prokes ketat. Untuk itu, pihaknya menyiapkan beberapa thermogun dan hand sanitizer di depan pintu masjid. ”Kami siapkan itu agar jamaah mendapat rasa aman dan kami mematuhi apa yang dianjurkan pemerintah,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/