alexametrics
30.4 C
Malang
Monday, 16 May 2022

Kemenag Kota Malang Data Ulang Calon Haji Lansia

MALANG KOTA – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melarang calon jamaah haji (CJH) berusia 65 tahun ke atas berangkat ke Tanah Suci membuat was was. Tak terkecuali para CJH berusia lanjut (lansia) dari Kota Malang yang terancam batal berangkat. Meskipun kebijakan tersebut dibuat demi menjaga kesehatan CJH yang sudah masuk kategori lansia selama pandemi Covid-19.

Total CJH dari Kota Malang yang seharusnya berangkat tahun 2020 lalu sebanyak 963 orang. Aturan pembatasan usia tersebut membuat para CJH yang berusia di atas 65 tahun harus menunda keberangkatannya lagi. Meski demikian, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang masih mendata berapa CJH yang bisa berangkat tahun ini. “Hari ini (kemarin) masih kami data dulu. Kami juga menunggu instruksi dari pusat (Kemenag) terkait kuota per daerah yang bisa berangkat,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Malang H. Amsiyono Qowiyyu Aziz saat dikonfirmasi siang kemarin (11/4).

Amsiyono menambahkan, sejauh ini CJH memang tengah menanti kepastian keberangkatan. Secara persiapan mereka juga telah siap 100 persen untuk berangkat. Bahkan kewajiban vaksin Covid-19 juga telah mereka lakukan. Sebagian dari mereka juga bahkan telah melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Tak hanya vaksin Covid-19 saja, para CJH juga telah melakukan vaksinasi Meningitis. Amsiyono menyebut beberapa CJH telah melakukan vaksinasi di puskesmas sekitar tempat tinggal. “Beberapa memang sudah, nanti kalau ada kepastian berangkat semua data baik administrasi dan kesehatan dilengkapi lagi,” jelasnya.

Terkait vaksinasi Meningitis, wartawan koran ini juga menelusuri ke beberapa puskesmas di Kota Malang yang telah memberikan vaksin tersebut. Contohnya di Puskesmas Rampal Celaket dan Puskesmas Mulyorejo yang telah menyuntikkan vaksin Meningitis para CJH. Kepala Puskesmas Rampal Claket dr Muhammad Ali Syahib menjelaskan, pihaknya telah memberikan vaksinasi tersebut kepada 10 CJH pada bulan Maret lalu. ”Kami juga sudah memasukkan data ke Siskohat (sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu) kesehatan untuk kesehatan jamaah haji di puskesmas ke pusat,” ujar pria yang akrab disapa Ali itu. Pada vaksinasi tersebut, pihaknya juga menyuntikkan beberapa dosis kedua untuk Covid-19.

Sementara itu, dari sepuluh CJH yang didominasi lansia, ada tiga orang yang masuk kategori risiko tinggi dengan dua penyakit yang dominan berupa hipertensi dan riwayat komorbid jantung. Sementara untuk jenjang usia, Ali mencatat rata-rata yang melakukan vaksinasi Meningitis adalah di atas 65 tahun. “Kepada tiga orang itu, kami berikan pengobatan sesuai gejala dan keluhannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Puskesmas Mulyorejo juga melakukan hal serupa. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti CJH pemegang kartu fasilitas kesehatan BPJS yang memeriksakan diri di puskesmas yang berbeda hingga baru mengetahui penyakit yang diderita. “Di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo, CJH yang terdaftar sebanyak 60 orang. Namun, yang telah divaksin Meningitis 51 orang. Kalau vaksin untuk Covid-19, rata-rata sudah vaksin kedua dan hanya tinggal booster karena harus ada jeda waktu dengan vaksin Meningitis selama dua minggu,” ujar dokter umum yang membantu vaksinasi CJH di Puskesmas Mulyorejo dr Gamar.

Disinggung penyakit yang mendominasi CJH, Gamar menyebutkan ada enam penyakit. Yakni, kolesterol, darah tinggi, asam urat, kencing manis, penyakit lambung, dan reumatik. “Tidak hanya itu, satu hari sebelum puasa, para CJH juga sudah menjalani tes kebugaran. Selanjutnya, akan ada pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit,” tambahnya. Selain Puskesmas Rampal Claket dan Puskesmas Mulyorejo, puskesmas yang telah melakukan vaksinasi di antaranya Puskesmas Janti sebanyak 55 orang, Puskesmas Gribig 120 orang, Puskesmas Arjowinangun, Puskesmas Kedungkandang, dan Puskesmas Cisadea. (adn/rb6/nay)

MALANG KOTA – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang melarang calon jamaah haji (CJH) berusia 65 tahun ke atas berangkat ke Tanah Suci membuat was was. Tak terkecuali para CJH berusia lanjut (lansia) dari Kota Malang yang terancam batal berangkat. Meskipun kebijakan tersebut dibuat demi menjaga kesehatan CJH yang sudah masuk kategori lansia selama pandemi Covid-19.

Total CJH dari Kota Malang yang seharusnya berangkat tahun 2020 lalu sebanyak 963 orang. Aturan pembatasan usia tersebut membuat para CJH yang berusia di atas 65 tahun harus menunda keberangkatannya lagi. Meski demikian, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang masih mendata berapa CJH yang bisa berangkat tahun ini. “Hari ini (kemarin) masih kami data dulu. Kami juga menunggu instruksi dari pusat (Kemenag) terkait kuota per daerah yang bisa berangkat,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Malang H. Amsiyono Qowiyyu Aziz saat dikonfirmasi siang kemarin (11/4).

Amsiyono menambahkan, sejauh ini CJH memang tengah menanti kepastian keberangkatan. Secara persiapan mereka juga telah siap 100 persen untuk berangkat. Bahkan kewajiban vaksin Covid-19 juga telah mereka lakukan. Sebagian dari mereka juga bahkan telah melakukan vaksinasi dosis ketiga atau booster. Tak hanya vaksin Covid-19 saja, para CJH juga telah melakukan vaksinasi Meningitis. Amsiyono menyebut beberapa CJH telah melakukan vaksinasi di puskesmas sekitar tempat tinggal. “Beberapa memang sudah, nanti kalau ada kepastian berangkat semua data baik administrasi dan kesehatan dilengkapi lagi,” jelasnya.

Terkait vaksinasi Meningitis, wartawan koran ini juga menelusuri ke beberapa puskesmas di Kota Malang yang telah memberikan vaksin tersebut. Contohnya di Puskesmas Rampal Celaket dan Puskesmas Mulyorejo yang telah menyuntikkan vaksin Meningitis para CJH. Kepala Puskesmas Rampal Claket dr Muhammad Ali Syahib menjelaskan, pihaknya telah memberikan vaksinasi tersebut kepada 10 CJH pada bulan Maret lalu. ”Kami juga sudah memasukkan data ke Siskohat (sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu) kesehatan untuk kesehatan jamaah haji di puskesmas ke pusat,” ujar pria yang akrab disapa Ali itu. Pada vaksinasi tersebut, pihaknya juga menyuntikkan beberapa dosis kedua untuk Covid-19.

Sementara itu, dari sepuluh CJH yang didominasi lansia, ada tiga orang yang masuk kategori risiko tinggi dengan dua penyakit yang dominan berupa hipertensi dan riwayat komorbid jantung. Sementara untuk jenjang usia, Ali mencatat rata-rata yang melakukan vaksinasi Meningitis adalah di atas 65 tahun. “Kepada tiga orang itu, kami berikan pengobatan sesuai gejala dan keluhannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Puskesmas Mulyorejo juga melakukan hal serupa. Hal ini disebabkan berbagai faktor seperti CJH pemegang kartu fasilitas kesehatan BPJS yang memeriksakan diri di puskesmas yang berbeda hingga baru mengetahui penyakit yang diderita. “Di wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo, CJH yang terdaftar sebanyak 60 orang. Namun, yang telah divaksin Meningitis 51 orang. Kalau vaksin untuk Covid-19, rata-rata sudah vaksin kedua dan hanya tinggal booster karena harus ada jeda waktu dengan vaksin Meningitis selama dua minggu,” ujar dokter umum yang membantu vaksinasi CJH di Puskesmas Mulyorejo dr Gamar.

Disinggung penyakit yang mendominasi CJH, Gamar menyebutkan ada enam penyakit. Yakni, kolesterol, darah tinggi, asam urat, kencing manis, penyakit lambung, dan reumatik. “Tidak hanya itu, satu hari sebelum puasa, para CJH juga sudah menjalani tes kebugaran. Selanjutnya, akan ada pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit,” tambahnya. Selain Puskesmas Rampal Claket dan Puskesmas Mulyorejo, puskesmas yang telah melakukan vaksinasi di antaranya Puskesmas Janti sebanyak 55 orang, Puskesmas Gribig 120 orang, Puskesmas Arjowinangun, Puskesmas Kedungkandang, dan Puskesmas Cisadea. (adn/rb6/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/