alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

23 Tahun Jadi Advokat, Yayan Riyanto Kini Juga Tekuni Profesi Dosen

MALANG KOTA – Menekuni profesi sebagai advokat, bukanlah hal yang gampang. Ia harus merangkak terlebih dulu dari bawah, jika ingin menjadi hebat. Ini yang dialami oleh Dr Yayan Riyanto SH MH. Kasus demi kasus pun telah Ia tangani selama 23 tahun. Kasus ringan hingga kelas kakap pun telah Ia selesaikan.

Ternyata, tak cukup dengan profesi sebagai advokat saja. Ia pun mencoba menekuni profesi sebagai dosen. Namun, terjun di dunia akademisi ini menurutnya adalah sebuah pengabdian bukan sekedar mengejar materi. Sehingga, Ia pun bisa membagikan ilmunya sebagai advokat ke dalam dunia kampus.

“Menjadi dosen ini perlu adanya jiwa mengajar. Membagi ilmu untuk mahasiswa. Tapi ini sudah mulai normal kembali, jadi manajemen waktu juga harus ditata lagi tidak seperti saat pandemi kemarin,” katanya.

Yayan mengaku harus menata ulang manajemen waktunya. Sebab, kini Ia harus menekuni dua profesi sekaligus. Yakni sebagai advokat yang menangani banyak perkara, dan sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Malang.

“Pertama ngajar dua kelas, setelah itu tiga kelas. Mengajar tidak setiap hari. Dengan jadwal yang seperti itu, saya juga bisa menyelesaikan tanggung jawab saya dengan klien. Saya kira menjadi dosen sebuah pengabdian. Karena saya berangkatnya merintis karir di dunia praktisi,” jelasnya.

Bersama mahasiswa FH UNS yang magang di kantornya

Di dalam kampus pun Ia banyak menemui berbagai macam karakter mahasiswa. Momen yang paling Ia tunggu ketika mahasiswanya punya effort yang tinggi untuk bertanya. Dengan begitu mahasiswa tak hanya sekedar menelan ilmu yang diberikan, tetapi mahasiswa juga punya pandangan yang kritis terhadap sesuatu.

“Mindset di dunia pendidikan tak hanya gelar saja. Tapi seseorang harus punya value. Mahasiswa harus mengubah pola pikirnya ketika terjun ke dunia paktisi, bukan midset seorang mahasiswa lagi. Kita bekerja dengan pikiran, maka harus punya ilmu lebih,”tutur Pemilik sekaligus pendiri Law Firm Dr Yayan Riyanto SH MH.

Ia berpesan untuk para calon advokat agar mengikuti proses demi prosesnya. Sebab, Ia meyakini untuk menjadi pengacara hebat tak bisa dicapai dengan cara instan dan dengan waktu yang singkat. Selain itu Yayan juga berpesan untuk terus memperbanyak relasi.

“Saya butuh bertahun-tahun belajar agar bisa dikenal sebagai advokat yang bisa menyelesaikan perkara hukum klien dengan benar dan memuaskan. Memperbanyak relasi tidak hanya di Malang saja, melainkan luar kota harus ditingkatkan. Sebab dengan siapa kita bergaul nasip kita tidak akan jauh dari mereka,”jelasnya.

Rofia

MALANG KOTA – Menekuni profesi sebagai advokat, bukanlah hal yang gampang. Ia harus merangkak terlebih dulu dari bawah, jika ingin menjadi hebat. Ini yang dialami oleh Dr Yayan Riyanto SH MH. Kasus demi kasus pun telah Ia tangani selama 23 tahun. Kasus ringan hingga kelas kakap pun telah Ia selesaikan.

Ternyata, tak cukup dengan profesi sebagai advokat saja. Ia pun mencoba menekuni profesi sebagai dosen. Namun, terjun di dunia akademisi ini menurutnya adalah sebuah pengabdian bukan sekedar mengejar materi. Sehingga, Ia pun bisa membagikan ilmunya sebagai advokat ke dalam dunia kampus.

“Menjadi dosen ini perlu adanya jiwa mengajar. Membagi ilmu untuk mahasiswa. Tapi ini sudah mulai normal kembali, jadi manajemen waktu juga harus ditata lagi tidak seperti saat pandemi kemarin,” katanya.

Yayan mengaku harus menata ulang manajemen waktunya. Sebab, kini Ia harus menekuni dua profesi sekaligus. Yakni sebagai advokat yang menangani banyak perkara, dan sebagai dosen di salah satu kampus swasta di Malang.

“Pertama ngajar dua kelas, setelah itu tiga kelas. Mengajar tidak setiap hari. Dengan jadwal yang seperti itu, saya juga bisa menyelesaikan tanggung jawab saya dengan klien. Saya kira menjadi dosen sebuah pengabdian. Karena saya berangkatnya merintis karir di dunia praktisi,” jelasnya.

Bersama mahasiswa FH UNS yang magang di kantornya

Di dalam kampus pun Ia banyak menemui berbagai macam karakter mahasiswa. Momen yang paling Ia tunggu ketika mahasiswanya punya effort yang tinggi untuk bertanya. Dengan begitu mahasiswa tak hanya sekedar menelan ilmu yang diberikan, tetapi mahasiswa juga punya pandangan yang kritis terhadap sesuatu.

“Mindset di dunia pendidikan tak hanya gelar saja. Tapi seseorang harus punya value. Mahasiswa harus mengubah pola pikirnya ketika terjun ke dunia paktisi, bukan midset seorang mahasiswa lagi. Kita bekerja dengan pikiran, maka harus punya ilmu lebih,”tutur Pemilik sekaligus pendiri Law Firm Dr Yayan Riyanto SH MH.

Ia berpesan untuk para calon advokat agar mengikuti proses demi prosesnya. Sebab, Ia meyakini untuk menjadi pengacara hebat tak bisa dicapai dengan cara instan dan dengan waktu yang singkat. Selain itu Yayan juga berpesan untuk terus memperbanyak relasi.

“Saya butuh bertahun-tahun belajar agar bisa dikenal sebagai advokat yang bisa menyelesaikan perkara hukum klien dengan benar dan memuaskan. Memperbanyak relasi tidak hanya di Malang saja, melainkan luar kota harus ditingkatkan. Sebab dengan siapa kita bergaul nasip kita tidak akan jauh dari mereka,”jelasnya.

Rofia

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/