alexametrics
28 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Pengurus Baru PMI Kota Malang Resmi Dilantik. Berikut Susunanya!

MALANG KOTA-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang melakukan penyegaran di tubuh organisasi kemarin siang (11/5). Sebanyak 14 orang dilantik dalam prosesi yang diadakan di Hotel Santika Premiere. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo. Dan sekaligus  mengukuhkan 3 dewan kehormatan yakni Drs Bambang DH Suyono sebagai ketua, Prof Dr H Markus Diantoro dan Fifi Trisjanti sebagai anggota.

Untuk formasi pengurus terdiri dari Imam Bukhori sebagai ketua ; Abdul Malik selaku wakil ; Sjamsul Hadi Sekretaris ; Bendahara dijabat R. Djoni Sudjatmoko. Untuk Imam Bukhori menjabat kembali sebagai ketua menggantikan Bambang Priyo Utomo yang telah meninggal dunia.

Untuk jajaran kepala bidang, ada Kabid Penanggulanhan Bencana Anggota dan Relawan dijabat Askosenda Ika Risqi ; dr Husnul Muarif menjabat sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah ; Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi diketuai dr Umar Usman. Terakhir, Kabid Bidang Pendidikan dan Latihan Pengembangan Sumber Daya Kerjasama dan Kemitraan dijabat oleh Suwarjana. Sementara untuk keanggotaan diisi oleh Ir Musono, Ir Poernomo dan Lindri Dwi Andari.  “Semuanya menjabat untuk masa bakti 2022-2027,” kata Imam setelah prosesi pelantikan.

Ia menyatakan dalam masa bakti tersebut, pihaknya berfokus untuk peningkatan pelayanan ke masyarakat. Dalam hal ini transfusi darah dan kebencanaan. Untuk transfusi darah, pihaknya memprogramkan peningkatan karena kebutuhan untuk wilayah Malang Raya yang cukup tinggi, yakni mencapai 200 kantong darah per hari yang dipersiapkan. Peningkatan yang dimaksud ialah peremajaan alat dan penambahan peralatan. Namun demikian, hal itu diakuinya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. “Satu alatnya ada yang harganya sampai Rp 900 juta,” papar dia.

Sementara di kebencanaan, PMI lebih ke arah siap siaga bencana setiap saat dan perbantuan ke daerah lain. Contohnya saat erupsi Gunung Semeru dan gempa bumi di Malang selatan beberapa saat lalu. Untuk yang terdekat ini, siaga bencana di masa cuaca ekstrim, kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya. (biy/mas)

MALANG KOTA-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang melakukan penyegaran di tubuh organisasi kemarin siang (11/5). Sebanyak 14 orang dilantik dalam prosesi yang diadakan di Hotel Santika Premiere. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo. Dan sekaligus  mengukuhkan 3 dewan kehormatan yakni Drs Bambang DH Suyono sebagai ketua, Prof Dr H Markus Diantoro dan Fifi Trisjanti sebagai anggota.

Untuk formasi pengurus terdiri dari Imam Bukhori sebagai ketua ; Abdul Malik selaku wakil ; Sjamsul Hadi Sekretaris ; Bendahara dijabat R. Djoni Sudjatmoko. Untuk Imam Bukhori menjabat kembali sebagai ketua menggantikan Bambang Priyo Utomo yang telah meninggal dunia.

Untuk jajaran kepala bidang, ada Kabid Penanggulanhan Bencana Anggota dan Relawan dijabat Askosenda Ika Risqi ; dr Husnul Muarif menjabat sebagai Kabid Pelayanan Kesehatan Sosial dan Pelayanan Darah ; Bidang Organisasi, Informasi dan Komunikasi diketuai dr Umar Usman. Terakhir, Kabid Bidang Pendidikan dan Latihan Pengembangan Sumber Daya Kerjasama dan Kemitraan dijabat oleh Suwarjana. Sementara untuk keanggotaan diisi oleh Ir Musono, Ir Poernomo dan Lindri Dwi Andari.  “Semuanya menjabat untuk masa bakti 2022-2027,” kata Imam setelah prosesi pelantikan.

Ia menyatakan dalam masa bakti tersebut, pihaknya berfokus untuk peningkatan pelayanan ke masyarakat. Dalam hal ini transfusi darah dan kebencanaan. Untuk transfusi darah, pihaknya memprogramkan peningkatan karena kebutuhan untuk wilayah Malang Raya yang cukup tinggi, yakni mencapai 200 kantong darah per hari yang dipersiapkan. Peningkatan yang dimaksud ialah peremajaan alat dan penambahan peralatan. Namun demikian, hal itu diakuinya tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. “Satu alatnya ada yang harganya sampai Rp 900 juta,” papar dia.

Sementara di kebencanaan, PMI lebih ke arah siap siaga bencana setiap saat dan perbantuan ke daerah lain. Contohnya saat erupsi Gunung Semeru dan gempa bumi di Malang selatan beberapa saat lalu. Untuk yang terdekat ini, siaga bencana di masa cuaca ekstrim, kecelakaan lalu lintas dan lain sebagainya. (biy/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/