alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Sutiaji Cek Legalitas BLK di Bumiayu, Ini Hasilnya

MALANG KOTA – Seperti yang direncanakan sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji hari ini, Sabtu (12/6) melakukan sidak ke Perusahaan Penempatan Pekerjaan Migran Indonesia, PT Citra Karya Sejati di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kedungkandang.

Dalam sidaknya, Walikota Sutiaji melakukan pengecekan dan sesekali berdialog dengan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di sana. Ada dua hal yang disoroti oleh kader Partai Demokrat itu.

“Pertama saya melihat legalitasnya. Kalau disini legalitasnya ada dua. Satu legalitas balai latihan kerjanya dan kedua adalah perusahaan penempatan PMI itu,” terang Sutiaji usai sidak, Sabtu (12/6).

Menurut hasil pantauannya, seluruh dokumen legalitas keduanya adalah legal. Lalu, Sutiaji pun juga berupaya meminta klarifikasi dan penjelasan kepada calon PMI yang ada di sana.

Di BLK tersebut, calon pekerja imigran difasilitasi tempat tidur susun layaknya mess selama menjalani latihan kerja. Dari segi kesehatan dan lainnya, menurut Sutiaji PT CKS sudah bekerja sama dengan tenaga medis yang mengontrol kesehatan calon PMI.

Terkait insiden PMI kabur, Sutiaji mengatakan mendapatkan laporan bahwa hal itu dipicu oleh provokasi.

“Informasi yang bisa ditracking dan sudah masuk ranahnya kepolisian adalah karena ada provokasi, dilihat dari jejak digital chatting dari salah seorang calon PMI itu,” lanjut Sutiaji.

Selain itu, saat ada isu kekerasan yang mencuat, Sutiaji mengkroscek tidak ada kekerasan. Serta perlakuan yang diberikan termasuk wajar. “Maka dari itu yang perlu kamu sampaikan, kita harus mencari tahu dulu dan jangan memberikan konotasi yang buruk terhadap kegiatan semacam ini,” kata Sutiaji.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Seperti yang direncanakan sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji hari ini, Sabtu (12/6) melakukan sidak ke Perusahaan Penempatan Pekerjaan Migran Indonesia, PT Citra Karya Sejati di Jalan Rajasa, Bumiayu, Kedungkandang.

Dalam sidaknya, Walikota Sutiaji melakukan pengecekan dan sesekali berdialog dengan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di sana. Ada dua hal yang disoroti oleh kader Partai Demokrat itu.

“Pertama saya melihat legalitasnya. Kalau disini legalitasnya ada dua. Satu legalitas balai latihan kerjanya dan kedua adalah perusahaan penempatan PMI itu,” terang Sutiaji usai sidak, Sabtu (12/6).

Menurut hasil pantauannya, seluruh dokumen legalitas keduanya adalah legal. Lalu, Sutiaji pun juga berupaya meminta klarifikasi dan penjelasan kepada calon PMI yang ada di sana.

Di BLK tersebut, calon pekerja imigran difasilitasi tempat tidur susun layaknya mess selama menjalani latihan kerja. Dari segi kesehatan dan lainnya, menurut Sutiaji PT CKS sudah bekerja sama dengan tenaga medis yang mengontrol kesehatan calon PMI.

Terkait insiden PMI kabur, Sutiaji mengatakan mendapatkan laporan bahwa hal itu dipicu oleh provokasi.

“Informasi yang bisa ditracking dan sudah masuk ranahnya kepolisian adalah karena ada provokasi, dilihat dari jejak digital chatting dari salah seorang calon PMI itu,” lanjut Sutiaji.

Selain itu, saat ada isu kekerasan yang mencuat, Sutiaji mengkroscek tidak ada kekerasan. Serta perlakuan yang diberikan termasuk wajar. “Maka dari itu yang perlu kamu sampaikan, kita harus mencari tahu dulu dan jangan memberikan konotasi yang buruk terhadap kegiatan semacam ini,” kata Sutiaji.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/