alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Wali Kota Malang Tak Berminat Perpanjang PPKM Darurat

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji berencana untuk tidak memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Malang. Untuk itu, pihaknya berharap semua pihak bisa saling bersinergi. Utamanya untuk masyarakat, yang dia harapkan bisa bersabar sampai 20 Juli nanti.

”Kami tak ingin ada perpanjangan, maka apa pun itu ayo kita sukseskan PPKM darurat. Supaya kehidupan bisa normal seperti biasanya,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat mengaku bila saat ini terus berupaya mengajak sejumlah pemuka agama untuk membantu masyarakat dalam memahami aturan-aturan dalam PPKM darurat. Seperti diketahui, selama kebijakan PPKM darurat berlaku, seluruh tempat ibadah memang diharuskan tutup. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan seperti mal juga diharuskan tutup. Salah satu dasar dari aturan ketat itu adalah tingginya penyebaran Covid-19.

Saat ini bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 telah overload. Di Kota Malang angkanya disebut-sebut sudah mencapai 150 persen.

”Kami sudah upayakan untuk penambahan RS darurat, tapi juga mohon diimbangi kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) harus ditingkatkan,” sambung pemilik kursi N1 itu.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki juga berharap pelaksanaan PPKM darurat tak berlangsung lama. Sebab, pascalebaran lalu anggotanya sudah mampu mencatatkan angka okupansi sebesar 30 persen. Pertumbuhan tersebut dinilainya cukup bagus lantaran sebelumnya terdapat penyekatan pelarangan mudik yang membuat jumlah okupansi merosot tajam.

”Kami sudah mampu memperbaiki okupansi. Jika (pengetatan berlangsung) ini terus-terusan, ya kami berjuang lagi dari bawah,” kata dia. Selama PPKM darurat, pihaknya memastikan telah mematuhi aturan yang ada. Upaya untuk menarik minat tamu juga sudah dilakukan pihaknya. (adn/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji berencana untuk tidak memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Malang. Untuk itu, pihaknya berharap semua pihak bisa saling bersinergi. Utamanya untuk masyarakat, yang dia harapkan bisa bersabar sampai 20 Juli nanti.

”Kami tak ingin ada perpanjangan, maka apa pun itu ayo kita sukseskan PPKM darurat. Supaya kehidupan bisa normal seperti biasanya,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat mengaku bila saat ini terus berupaya mengajak sejumlah pemuka agama untuk membantu masyarakat dalam memahami aturan-aturan dalam PPKM darurat. Seperti diketahui, selama kebijakan PPKM darurat berlaku, seluruh tempat ibadah memang diharuskan tutup. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan seperti mal juga diharuskan tutup. Salah satu dasar dari aturan ketat itu adalah tingginya penyebaran Covid-19.

Saat ini bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 telah overload. Di Kota Malang angkanya disebut-sebut sudah mencapai 150 persen.

”Kami sudah upayakan untuk penambahan RS darurat, tapi juga mohon diimbangi kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) harus ditingkatkan,” sambung pemilik kursi N1 itu.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki juga berharap pelaksanaan PPKM darurat tak berlangsung lama. Sebab, pascalebaran lalu anggotanya sudah mampu mencatatkan angka okupansi sebesar 30 persen. Pertumbuhan tersebut dinilainya cukup bagus lantaran sebelumnya terdapat penyekatan pelarangan mudik yang membuat jumlah okupansi merosot tajam.

”Kami sudah mampu memperbaiki okupansi. Jika (pengetatan berlangsung) ini terus-terusan, ya kami berjuang lagi dari bawah,” kata dia. Selama PPKM darurat, pihaknya memastikan telah mematuhi aturan yang ada. Upaya untuk menarik minat tamu juga sudah dilakukan pihaknya. (adn/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru