alexametrics
22.8 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Dua Budak Sabu Tlogowaru Kota Malang Kompak Masuk Penjara

MALANG KOTA – AL, 38 dan SST, 42, warga Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang kompak mendekam di sel tahanan Mapolresta Malang Kota. Kedua pria ini harus berurusan dengan Satreskoba Polresta Malang Kota karena terjerat kasus narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Kasat Reskoba Polresta Malang Kota, AKP Danang Yudanto melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polresta Malang Kota, Iptu Bambang Heriyanta mengatakan, kedua tersangka ini saling terkait. “Kebetulan mereka sudah saling mengenal sekitar 10 tahunan, makanya AL ini belinya dari SST,” terang dia Kamis (12/8).

Awalnya, polisi menangkap AL di rumahnya di Jalan Istiqomah, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang Minggu 25 Juli lalu. “Dari tangan AL kami berhasil menyita setidaknya 0,5 gram sabu, handphone dan dompet milik tersangka,” beber Bambang. Berdasarkan keterangan tersangka diketahui bahwa AL menggunakan barang haram tersebut untuk stamina. “Karena AL ini sopir antarkota, rutenya yang paling sering Jakarta-an. Untuk memakainya kalau keterangan dia sejak April 2021 lalu,” imbuhnya.

Tidak berhenti sampai situ, pendalaman langsung dilakukan terhadap budak SS tersebut. AL pun menyebut barang haram ini didapat dari teman lamannya, SST warga Jalan Nusa Barong, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. “SST kami tangkap di rumahnya, dari tersangka disita barang bukti 10 bungkus klip kecil sabu seberat 7,75 gram, timbangan dan uang Rp 600 ribu dari AL,” kata dia.

Diketahui bahwa SST mendapatkan barang haram tersebut dari orang berinisial MG yang kini jadi buron. “Dia dapat dari MG, dengan sistem ranjau di Kecamatan Pakisaji senilai Rp 5 juta pada pembelian terakhir,” tambah Bambang.

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu sudah menjual sabu-sabu sudah tiga kali. “Sama sudah tiga kali sejak April menjual, semata-mata untuk mencari keuntungan, tapi juga sama SST dikonsumsi juga,” ujar dia.

Untuk AL, kepolisian menjeratnya dengan Pasal 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dengan denda Rp 8 miliar, sementara SST terancam hukuman paling lama seumur hidup berdasarkan Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – AL, 38 dan SST, 42, warga Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang kompak mendekam di sel tahanan Mapolresta Malang Kota. Kedua pria ini harus berurusan dengan Satreskoba Polresta Malang Kota karena terjerat kasus narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Kasat Reskoba Polresta Malang Kota, AKP Danang Yudanto melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polresta Malang Kota, Iptu Bambang Heriyanta mengatakan, kedua tersangka ini saling terkait. “Kebetulan mereka sudah saling mengenal sekitar 10 tahunan, makanya AL ini belinya dari SST,” terang dia Kamis (12/8).

Awalnya, polisi menangkap AL di rumahnya di Jalan Istiqomah, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang Minggu 25 Juli lalu. “Dari tangan AL kami berhasil menyita setidaknya 0,5 gram sabu, handphone dan dompet milik tersangka,” beber Bambang. Berdasarkan keterangan tersangka diketahui bahwa AL menggunakan barang haram tersebut untuk stamina. “Karena AL ini sopir antarkota, rutenya yang paling sering Jakarta-an. Untuk memakainya kalau keterangan dia sejak April 2021 lalu,” imbuhnya.

Tidak berhenti sampai situ, pendalaman langsung dilakukan terhadap budak SS tersebut. AL pun menyebut barang haram ini didapat dari teman lamannya, SST warga Jalan Nusa Barong, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. “SST kami tangkap di rumahnya, dari tersangka disita barang bukti 10 bungkus klip kecil sabu seberat 7,75 gram, timbangan dan uang Rp 600 ribu dari AL,” kata dia.

Diketahui bahwa SST mendapatkan barang haram tersebut dari orang berinisial MG yang kini jadi buron. “Dia dapat dari MG, dengan sistem ranjau di Kecamatan Pakisaji senilai Rp 5 juta pada pembelian terakhir,” tambah Bambang.

Pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu sudah menjual sabu-sabu sudah tiga kali. “Sama sudah tiga kali sejak April menjual, semata-mata untuk mencari keuntungan, tapi juga sama SST dikonsumsi juga,” ujar dia.

Untuk AL, kepolisian menjeratnya dengan Pasal 112 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dengan denda Rp 8 miliar, sementara SST terancam hukuman paling lama seumur hidup berdasarkan Pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/