alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Kota Malang Resmi Punya Bank Plasma Konvalesen

MALANG KOTA – Kebutuhan plasma konvalesen di Kota Malang masih sangat banyak, berkenaan dengan itu, Bank Plasma Konvalesen dibuka pada Kamis (12/8) pukul 08.30 di gedung DPRD Kota Malang.

Salah satu pendonor pertama ialah kepolisian dari Polresta Malang Kota yang membawa puluhan anggotanya untuk mendonorkan plasma konvalesennya. “Termasuk saya sendiri yang mendonorkan di sini, karena satu teladan, lebih baik daripada seribu nasihat,” terang Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto.

Setidaknya, ada 57 anggota kepolisian yang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Mereka akan melewati serangkaian screening ebelum dinyatakan layak sebagai pendonor plasma.

“Apabila tidak lolos screening, minimal kami bawa mereka untuk donor darahnya,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika selaku tuan rumah mengapresiasi kegiatan itu. Setidaknya ia menyiapkan pendonor juga. “Saya belum melihat datanya juga, tapi sekitar 15-20 jelasnya, baik itu Sekwan yang terpapar maupun Fraksi saya (PDI-P) sekitar 40-an pengurus kami daftarkan,” kata dia.

Ia menyampaikan, bila donor kali ini tak terbatas pada donor plasma konvalesen, namun juga donor darah biasa.

“Kebutuhan untuk darah biasa juga harus dipenuhi, misalnya untuk penanganan pasien demam berdarah,” kata dia.

Ketua PMI Kota Malang, Imam Bukhori menyebut bahwa kebutuhan di Kota Malang sangat tinggi, namun, kenyataan di lapangan masih cukup sulit dicari. “Kami November 2020 sampai sekarang ada 1,426 orang pendonor konvalesen, sementara lolos hanya 236. Jadi kami buka inden untuk plasma konvalesen, karena saking banyaknya permintaan,” ungkapnya.

Hal ini dikarenakan banyak pendonor yang imunnya rendah. “Diukurnya dari titer antibodi (imunitas), nah banyak yang rendah jadi tidak bisa diambil. Jadi mesti diterapi lagi pasien covidnya dan kualitasnya harus bagus,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kebutuhan plasma konvalesen di Kota Malang masih sangat banyak, berkenaan dengan itu, Bank Plasma Konvalesen dibuka pada Kamis (12/8) pukul 08.30 di gedung DPRD Kota Malang.

Salah satu pendonor pertama ialah kepolisian dari Polresta Malang Kota yang membawa puluhan anggotanya untuk mendonorkan plasma konvalesennya. “Termasuk saya sendiri yang mendonorkan di sini, karena satu teladan, lebih baik daripada seribu nasihat,” terang Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto.

Setidaknya, ada 57 anggota kepolisian yang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Mereka akan melewati serangkaian screening ebelum dinyatakan layak sebagai pendonor plasma.

“Apabila tidak lolos screening, minimal kami bawa mereka untuk donor darahnya,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika selaku tuan rumah mengapresiasi kegiatan itu. Setidaknya ia menyiapkan pendonor juga. “Saya belum melihat datanya juga, tapi sekitar 15-20 jelasnya, baik itu Sekwan yang terpapar maupun Fraksi saya (PDI-P) sekitar 40-an pengurus kami daftarkan,” kata dia.

Ia menyampaikan, bila donor kali ini tak terbatas pada donor plasma konvalesen, namun juga donor darah biasa.

“Kebutuhan untuk darah biasa juga harus dipenuhi, misalnya untuk penanganan pasien demam berdarah,” kata dia.

Ketua PMI Kota Malang, Imam Bukhori menyebut bahwa kebutuhan di Kota Malang sangat tinggi, namun, kenyataan di lapangan masih cukup sulit dicari. “Kami November 2020 sampai sekarang ada 1,426 orang pendonor konvalesen, sementara lolos hanya 236. Jadi kami buka inden untuk plasma konvalesen, karena saking banyaknya permintaan,” ungkapnya.

Hal ini dikarenakan banyak pendonor yang imunnya rendah. “Diukurnya dari titer antibodi (imunitas), nah banyak yang rendah jadi tidak bisa diambil. Jadi mesti diterapi lagi pasien covidnya dan kualitasnya harus bagus,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/