alexametrics
21.5 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Satu Pendemo Tolak UU Cipta Kerja Ditetapkan Jadi Tersangka

MALANG – Dari 129 terduga pelaku Keruusuhan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja, hanya tersisa satu peserta yang masih ditahan Polresta Malang Kota. Satu peserta itu adalah AN alias Andika (21) warga asal Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, yang kini statusnya naik menjadi tersangka.

“Kini AN sudah ditetapkan jadi tersangka, karena dia sudah terbukti melakukan pengerusakan bus milik Polres Batu,” terang Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, usai Rapat Paripurna DPRD Kota Malang pada Senin (12/10).

Namun, Leo mengatakan bahwa jumlah tersangka ini kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Karena masih ada kemungkinan tersangka terafiliasi dengan kelompok tertentu.

“Kita masih menyelidiki adanya peran-peran lain, masih mungkin lah akan ada penambahan lagi, ” Ujannya.

Tersangka mulai Kamis (8/10) hingga kini ditahan karena terbukti melakukan pengrusakan Bus dinas milik Polres di Jalan Gajahmada dengan mengunakan batu.

“Kami masih tahan satu orang ini karena saat pemeriksaan kami menemukan bukti yang kuat, yakni batu,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK beberapa waktu lalu.

Batu diduga kuat berasal dari lemparan AN sehingga menyebabkan kerusakan pada bus Polres Kota Batu yang hendak mengamankan unjuk rasa di Balai Kota Malang, Kamis (8/10) silam.

“Dan kami belum bisa mengetahui apakah dia ini punya organisasi atau kelompok. Masih proses pemeriksaan, kami harus mendalaminya,” tambah Azi.

Jika terbukti menjadi aktor pengrusakan, Andika terancam hukuman kurungan maksimal 7 tahun penjara. “Karena (AN) melanggar Pasal 170 KUHP subsider Pasal 406 KUHP tentang penerusakan fasilitas negara,” tandasnya.

Sebagai informasi, 128 terduga kerusuhan lain sudah dibebaskan. 128 orang itu dibebaskan karena tidak ada temuan bukti yang kuat melakukan tindakan kriminal saat unjuk rasa kemarin.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG – Dari 129 terduga pelaku Keruusuhan unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja, hanya tersisa satu peserta yang masih ditahan Polresta Malang Kota. Satu peserta itu adalah AN alias Andika (21) warga asal Kecamatan Wagir Kabupaten Malang, yang kini statusnya naik menjadi tersangka.

“Kini AN sudah ditetapkan jadi tersangka, karena dia sudah terbukti melakukan pengerusakan bus milik Polres Batu,” terang Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, usai Rapat Paripurna DPRD Kota Malang pada Senin (12/10).

Namun, Leo mengatakan bahwa jumlah tersangka ini kemungkinan masih bisa bertambah lagi. Karena masih ada kemungkinan tersangka terafiliasi dengan kelompok tertentu.

“Kita masih menyelidiki adanya peran-peran lain, masih mungkin lah akan ada penambahan lagi, ” Ujannya.

Tersangka mulai Kamis (8/10) hingga kini ditahan karena terbukti melakukan pengrusakan Bus dinas milik Polres di Jalan Gajahmada dengan mengunakan batu.

“Kami masih tahan satu orang ini karena saat pemeriksaan kami menemukan bukti yang kuat, yakni batu,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu SH SIK beberapa waktu lalu.

Batu diduga kuat berasal dari lemparan AN sehingga menyebabkan kerusakan pada bus Polres Kota Batu yang hendak mengamankan unjuk rasa di Balai Kota Malang, Kamis (8/10) silam.

“Dan kami belum bisa mengetahui apakah dia ini punya organisasi atau kelompok. Masih proses pemeriksaan, kami harus mendalaminya,” tambah Azi.

Jika terbukti menjadi aktor pengrusakan, Andika terancam hukuman kurungan maksimal 7 tahun penjara. “Karena (AN) melanggar Pasal 170 KUHP subsider Pasal 406 KUHP tentang penerusakan fasilitas negara,” tandasnya.

Sebagai informasi, 128 terduga kerusuhan lain sudah dibebaskan. 128 orang itu dibebaskan karena tidak ada temuan bukti yang kuat melakukan tindakan kriminal saat unjuk rasa kemarin.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/