alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pasokan Vaksin dari Kemenkes RI untuk Kota Malang Tersendat

MALANG KOTA – Pemberian vaksinasi bagi warga Kota Malang masih terus berlanjut. Sayangnya, pasokan vaksin tambahan dari Kesehatan (Kemenkes) RI mulai tersendat. Padahal, saat ini tengah digencarkan vaksinasi dosis kedua serta para warga lansia (lanjut usia).

Telatnya pasokan vaksin tersebut menyebabkan progres capaian vaksinasi melambat. Untuk vaksinasi dosis kedua, saat ini sekitar 78 persen. Sementara untuk vaksinasi lansia berkisar di angka 56 persen.

Melambatnya dropping vaksin dari pusat disebabkan ada kebijakan relokasi vaksin ke daerah yang lebih membutuhkan. Dropping vaksin untuk Kota Malang sebelum melambat rata-rata sekitar 11 ribu dosis. Namun saat ini relatif menyesuaikan jatah yang diberi Kemenkes RI. “Jadi kami harus jaga stok vaksin ketika suntikan pertama dan kedua supaya tak telat,” ungkap Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.

Menurut Husnul, rentang waktu suntikan vaksin dosis pertama dan kedua maksimal adalah satu bulan. Maka sebelum jangka waktu habis, dia mengupayakan agar warga bisa mendapatkan vaksin dosis kedua. Apalagi data yang terlapor di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) juga ikut memengaruhi dropping vaksin.

Untuk saat ini dari total 880 ribu warga Kota Malang, yang belum vaksin diperkirakan sebanyak 26,4 ribu jiwa. Hal itu melihat dari capaian dosis pertama yang sudah 97 persen atau sudah 853 ribu jiwa tervaksin.

Meski dropping vaksin melambat, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang itu optimistis seluruh warga Kota Malang tervaksin akhir tahun ini. Terutama untuk percepatan vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi lansia.
“Nanti awal tahun tinggal kami menunggu rencana booster (vaksinasi dosis ketiga) bagi masyarakat umum,” tegas Husnul.

Meski terkesan melambat, DPRD Kota Malang mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di Kota Malang. Selama empat bulan terakhir, sejumlah pihak ikut mempercepat vaksinasi. Bahkan langkah dinkes untuk turun hingga ke kelurahan untuk mempercepat vaksinasi lansia perlu dioptimalkan lagi.

“Memang perlu untuk percepatan agar herd immunity bisa terbentuk dan masyarakat bisa hidup dengan adaptasi baru,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Kendati demikian, Made juga mendorong data warga ber-KTP Kota Malang bisa didahulukan mendapat vaksin. Sebab, selama ini data tersebut masih tercampur dengan warga bukan KTP Kota Malang namun berdomisili di Kota Malang. Sehingga dapat dipetakan mana saja warga yang belum mendapatkan vaksinasi.

Terkait dropping vaksin yang melambat, pihaknya memaklumi jika ada keputusan dari Kemenkes RI. Namun juga perlu diingat menjaga rentang waktu vaksinasi dosis pertama dengan dosis kedua tak boleh telat.

“Update data kalau perlu dipercepat, sehingga nanti dropping vaksin bisa tercover,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Pemberian vaksinasi bagi warga Kota Malang masih terus berlanjut. Sayangnya, pasokan vaksin tambahan dari Kesehatan (Kemenkes) RI mulai tersendat. Padahal, saat ini tengah digencarkan vaksinasi dosis kedua serta para warga lansia (lanjut usia).

Telatnya pasokan vaksin tersebut menyebabkan progres capaian vaksinasi melambat. Untuk vaksinasi dosis kedua, saat ini sekitar 78 persen. Sementara untuk vaksinasi lansia berkisar di angka 56 persen.

Melambatnya dropping vaksin dari pusat disebabkan ada kebijakan relokasi vaksin ke daerah yang lebih membutuhkan. Dropping vaksin untuk Kota Malang sebelum melambat rata-rata sekitar 11 ribu dosis. Namun saat ini relatif menyesuaikan jatah yang diberi Kemenkes RI. “Jadi kami harus jaga stok vaksin ketika suntikan pertama dan kedua supaya tak telat,” ungkap Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.

Menurut Husnul, rentang waktu suntikan vaksin dosis pertama dan kedua maksimal adalah satu bulan. Maka sebelum jangka waktu habis, dia mengupayakan agar warga bisa mendapatkan vaksin dosis kedua. Apalagi data yang terlapor di Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) juga ikut memengaruhi dropping vaksin.

Untuk saat ini dari total 880 ribu warga Kota Malang, yang belum vaksin diperkirakan sebanyak 26,4 ribu jiwa. Hal itu melihat dari capaian dosis pertama yang sudah 97 persen atau sudah 853 ribu jiwa tervaksin.

Meski dropping vaksin melambat, pria yang pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang itu optimistis seluruh warga Kota Malang tervaksin akhir tahun ini. Terutama untuk percepatan vaksinasi dosis kedua dan vaksinasi lansia.
“Nanti awal tahun tinggal kami menunggu rencana booster (vaksinasi dosis ketiga) bagi masyarakat umum,” tegas Husnul.

Meski terkesan melambat, DPRD Kota Malang mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi di Kota Malang. Selama empat bulan terakhir, sejumlah pihak ikut mempercepat vaksinasi. Bahkan langkah dinkes untuk turun hingga ke kelurahan untuk mempercepat vaksinasi lansia perlu dioptimalkan lagi.

“Memang perlu untuk percepatan agar herd immunity bisa terbentuk dan masyarakat bisa hidup dengan adaptasi baru,” kata Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika.

Kendati demikian, Made juga mendorong data warga ber-KTP Kota Malang bisa didahulukan mendapat vaksin. Sebab, selama ini data tersebut masih tercampur dengan warga bukan KTP Kota Malang namun berdomisili di Kota Malang. Sehingga dapat dipetakan mana saja warga yang belum mendapatkan vaksinasi.

Terkait dropping vaksin yang melambat, pihaknya memaklumi jika ada keputusan dari Kemenkes RI. Namun juga perlu diingat menjaga rentang waktu vaksinasi dosis pertama dengan dosis kedua tak boleh telat.

“Update data kalau perlu dipercepat, sehingga nanti dropping vaksin bisa tercover,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/