alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Penghujan, ISPA Intai Warga Malang

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi warning bagi warga Kota Malang agar lebih memperhatikan pola hidup sehat. Seperti menghindari rokok dan berolahraga secara teratur. Bila tidak, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bakal lebih banyak lagi. Seperti yang sudah tersaji sejak 2020 lalu. Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif bahkan menyebut bila 60 persen warga yang berobat ke Puskesmas mengeluhkan penyakit tersebut.

Itu berlaku merata di 16 Puskesmas di Kota Malang. Husnul menjelaskan, per bulan tiap Puskesmas bisa menangani 400 sampai 600 pasien. Dengan estimasi itu, per bulan sedikitnya ada 3.840-an warga yang mengeluhkan sakit ISPA. Jenis ISPA yang kerap dikeluhkan warga seperti batuk dan radang tenggorokan.

Dari catatan tersebut, Dinkes akhirnya menyimpulkan bila mayoritas warga masih melakukan pola hidup tidak sehat. Sebab alasan lain seperti kualitas udara yang rendah tidak mereka temukan di Kota Malang. ”Untuk musim hujan seperti sekarang juga bisa menjadi penyebab (orang terkena ISPA, red) jika imunitas tak dijaga,” kata dr Husnul kemarin (11/11).

Sejak pandemi Covid-19 merebak, laporan keluhan di Puskesmas memang jadi perhatian dinkes. Sebab gejala Covid-19 yang menyerang pernapasan juga perlu diidentifikasi lebih lanjut. Seperti dilakukan swab antigen atau PCR. Dari laporan semua Puskesmas itu, Dinkes juga mencatat ada tiga penyakit lain yang kerap dikeluhkan warga. Seperti hipertensi, gangguan otot, dan diabetes melitus. ”Keluhan tadi masuk masuk empat besar, jadi problem kesehatan di Kota Malang masih berkutat di situ saja,” imbuh pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu.

Khusus untuk keluhan ISPA, dia menyebut bila yang paling banyak diterima Puskesmas Rampal Celaket. Hingga awal bulan ini, jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan sebanyak 451 orang. Jumlah itu belum termasuk yang terdiagnosis ISPA. ”Dari jumlah kunjungan itu, yang terdiagnosis ada 49 orang,” kata Kepala Puskesmas Rampal Celaket dr M. Ali Syahib.

Dia mengestimasi jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan per hari sekitar 50 orang. Namun yang terdiagnosis hanya sekitar 10 persen saja. Keluhan dari para pasien itu beraneka ragam, mulai dari pola hidup yang kurang sehat, hingga terpapar virus lainnya. Di momen peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada hari ini, Syahib turut mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga pola hidup sehat. (adn/by/rmc)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi warning bagi warga Kota Malang agar lebih memperhatikan pola hidup sehat. Seperti menghindari rokok dan berolahraga secara teratur. Bila tidak, jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bakal lebih banyak lagi. Seperti yang sudah tersaji sejak 2020 lalu. Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif bahkan menyebut bila 60 persen warga yang berobat ke Puskesmas mengeluhkan penyakit tersebut.

Itu berlaku merata di 16 Puskesmas di Kota Malang. Husnul menjelaskan, per bulan tiap Puskesmas bisa menangani 400 sampai 600 pasien. Dengan estimasi itu, per bulan sedikitnya ada 3.840-an warga yang mengeluhkan sakit ISPA. Jenis ISPA yang kerap dikeluhkan warga seperti batuk dan radang tenggorokan.

Dari catatan tersebut, Dinkes akhirnya menyimpulkan bila mayoritas warga masih melakukan pola hidup tidak sehat. Sebab alasan lain seperti kualitas udara yang rendah tidak mereka temukan di Kota Malang. ”Untuk musim hujan seperti sekarang juga bisa menjadi penyebab (orang terkena ISPA, red) jika imunitas tak dijaga,” kata dr Husnul kemarin (11/11).

Sejak pandemi Covid-19 merebak, laporan keluhan di Puskesmas memang jadi perhatian dinkes. Sebab gejala Covid-19 yang menyerang pernapasan juga perlu diidentifikasi lebih lanjut. Seperti dilakukan swab antigen atau PCR. Dari laporan semua Puskesmas itu, Dinkes juga mencatat ada tiga penyakit lain yang kerap dikeluhkan warga. Seperti hipertensi, gangguan otot, dan diabetes melitus. ”Keluhan tadi masuk masuk empat besar, jadi problem kesehatan di Kota Malang masih berkutat di situ saja,” imbuh pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu.

Khusus untuk keluhan ISPA, dia menyebut bila yang paling banyak diterima Puskesmas Rampal Celaket. Hingga awal bulan ini, jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan sebanyak 451 orang. Jumlah itu belum termasuk yang terdiagnosis ISPA. ”Dari jumlah kunjungan itu, yang terdiagnosis ada 49 orang,” kata Kepala Puskesmas Rampal Celaket dr M. Ali Syahib.

Dia mengestimasi jumlah pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan per hari sekitar 50 orang. Namun yang terdiagnosis hanya sekitar 10 persen saja. Keluhan dari para pasien itu beraneka ragam, mulai dari pola hidup yang kurang sehat, hingga terpapar virus lainnya. Di momen peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang jatuh pada hari ini, Syahib turut mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjaga pola hidup sehat. (adn/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/