alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, BPBD Kewalahan

MALANG KOTA – Sebanyak 254 orang meninggal karena positif Covid-19. Walaupun angka kesembuhan relatif tinggi yaitu 84,46, namun per Sabtu (12/12) pukul 14.00 bertambah lagi 67 kasus yang terkonfirmasi Covid-19.

Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah berusaha keras. Mulai dari pemakaman hingga sterilisasi desinfektan rumah pasien dan beberapa tempat lain yang mengajukan.

Selvy, Kordinator Lapangan BPBD Kota Malang mengatakan, kendala utama di musim penghujan adalah ketika pemakaman. “Di saat hujan dari segi medan yang sangat licin bagi kami dalm pengangkatan peti jenazah adalah kendala yang berat. Bahkan satu hari bisa 7 hingga 11 pemakaman, ” Ujarnya.

Banyaknya jumlah pemakaman, karena tak hanya pasien terkonfirmasi Covid-19 saja yang harus dimakamkan oleh BPBD. Tetapi juga Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Untuk itu, Selvy hanya bisa mengimbau kepada anak buahnya untuk menjaga kesehatan. “Untungnya, makan kami sudah dapat dari UPT pemakaman dan vitamin dari kantor BPBD. Bagi kami, istirahat sudah cukup. Mau bagaimana lagi, ini tugas negara, ikhlas dan kemanusiaan,” katanya.

Tak henti-hentinya Selvy meminta Masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Semuanya Kan kembali ke masing-masing pribadi untuk mencegahnya. Bagaimana mematuhi aturan protkes atau tidak,” pungkas dia.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Sebanyak 254 orang meninggal karena positif Covid-19. Walaupun angka kesembuhan relatif tinggi yaitu 84,46, namun per Sabtu (12/12) pukul 14.00 bertambah lagi 67 kasus yang terkonfirmasi Covid-19.

Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah berusaha keras. Mulai dari pemakaman hingga sterilisasi desinfektan rumah pasien dan beberapa tempat lain yang mengajukan.

Selvy, Kordinator Lapangan BPBD Kota Malang mengatakan, kendala utama di musim penghujan adalah ketika pemakaman. “Di saat hujan dari segi medan yang sangat licin bagi kami dalm pengangkatan peti jenazah adalah kendala yang berat. Bahkan satu hari bisa 7 hingga 11 pemakaman, ” Ujarnya.

Banyaknya jumlah pemakaman, karena tak hanya pasien terkonfirmasi Covid-19 saja yang harus dimakamkan oleh BPBD. Tetapi juga Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Untuk itu, Selvy hanya bisa mengimbau kepada anak buahnya untuk menjaga kesehatan. “Untungnya, makan kami sudah dapat dari UPT pemakaman dan vitamin dari kantor BPBD. Bagi kami, istirahat sudah cukup. Mau bagaimana lagi, ini tugas negara, ikhlas dan kemanusiaan,” katanya.

Tak henti-hentinya Selvy meminta Masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Semuanya Kan kembali ke masing-masing pribadi untuk mencegahnya. Bagaimana mematuhi aturan protkes atau tidak,” pungkas dia.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/