alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Weekend, Satpol PP Sibuk Halau Wisatawan dari Alun-lun Kota Malang

MALANG KOTA – Pembukaan Alun-alun Batu berimbas ke Kota Malang. Banyak wisatawan yang kecele, mengira Alu-alun Kota Malang sudah dibuka seperti halnya Alun-alun Batu. Alhasil, petugas Satpol PP terpaksa meminta pengunjung untuk mencari alternatif wisata lain.

Ada beberapa yang patuh dan kembali, adapula satu atau dua orang yang nekat menerobos pagar hanya untuk berfoto ria di depan kolam maupun logo Alun-alun Kota Malang.

“Banyak wisatawan luar kota terlanjur ke sini. Mereka pikir Kota Batu itu kan bagian dari Malang, jadi mereka datang ke sini dan menyangka Alun-alun Kota Malang sudah buka, padahal belum,” kata Ahmad Sholihin, salah seorang Petugas Satpol PP yang bertugas untuk patroli di Alun-alun Kota Malang.

Tak hanya satu atau dua orang saja yang sudah datang lalu kecewa, bahkan satu keluarga yang datang dengan mobil dan rombongan wisata yang mengendarai Elf dan Bus pun sering kali kecele.

“Paling banyak ya waktu-waktu seperti ini, hari Sabtu dan Minggu, paling tidak ada 2-3 mobil dan kendaraan elf. Bahkan rombongan bus yang niat wisata ke sini terpaksa harus cari alternatif wisata lain,” ujarnya.

Tak cuma wisatawan luar kota, bahkan warga Kota Malang sendiri tak sedikit yang nekat menerobos masuk ke Alun-alun Kota Malang. “Meskipun sudah dipagari masih saja ada dua orang atau lebih dalam sehari yang nekat masuk. Jumlah ini memang sudah berkurang sih dibandingkan April lalu ketika awal-awal Covid-19, yang sehari bisa minimal lima orang yang nerobos, ” terang dia.

Ia dan kawan-kawannya yang setiap hari patroli bergantian, berharap agar kesadaran masyarakat meningkat, mulai dari memakai masker dan menjaga jarak. “Aturan ini dibuat juga untuk melindungi masyarakat. Kalau ingin lun-alun segera dibuka, masyarakat harus patuh pakai masker dan jaga karak, bukan malah nekat nerobos,” tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Pembukaan Alun-alun Batu berimbas ke Kota Malang. Banyak wisatawan yang kecele, mengira Alu-alun Kota Malang sudah dibuka seperti halnya Alun-alun Batu. Alhasil, petugas Satpol PP terpaksa meminta pengunjung untuk mencari alternatif wisata lain.

Ada beberapa yang patuh dan kembali, adapula satu atau dua orang yang nekat menerobos pagar hanya untuk berfoto ria di depan kolam maupun logo Alun-alun Kota Malang.

“Banyak wisatawan luar kota terlanjur ke sini. Mereka pikir Kota Batu itu kan bagian dari Malang, jadi mereka datang ke sini dan menyangka Alun-alun Kota Malang sudah buka, padahal belum,” kata Ahmad Sholihin, salah seorang Petugas Satpol PP yang bertugas untuk patroli di Alun-alun Kota Malang.

Tak hanya satu atau dua orang saja yang sudah datang lalu kecewa, bahkan satu keluarga yang datang dengan mobil dan rombongan wisata yang mengendarai Elf dan Bus pun sering kali kecele.

“Paling banyak ya waktu-waktu seperti ini, hari Sabtu dan Minggu, paling tidak ada 2-3 mobil dan kendaraan elf. Bahkan rombongan bus yang niat wisata ke sini terpaksa harus cari alternatif wisata lain,” ujarnya.

Tak cuma wisatawan luar kota, bahkan warga Kota Malang sendiri tak sedikit yang nekat menerobos masuk ke Alun-alun Kota Malang. “Meskipun sudah dipagari masih saja ada dua orang atau lebih dalam sehari yang nekat masuk. Jumlah ini memang sudah berkurang sih dibandingkan April lalu ketika awal-awal Covid-19, yang sehari bisa minimal lima orang yang nerobos, ” terang dia.

Ia dan kawan-kawannya yang setiap hari patroli bergantian, berharap agar kesadaran masyarakat meningkat, mulai dari memakai masker dan menjaga jarak. “Aturan ini dibuat juga untuk melindungi masyarakat. Kalau ingin lun-alun segera dibuka, masyarakat harus patuh pakai masker dan jaga karak, bukan malah nekat nerobos,” tandasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/