alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Satu Hari Dua Perayaan Keagamaan, Saatnya Pembuktian

MALANG KOTA – Hari ini bisa jadi momen istimewa bagi umat Muslim dan Nasrani. Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Peringatan Kenaikan Isa Al Masih jatuh pada hari yang sama, Kamis (13/5).

Sekjen Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang, Pdt David Tobing, pun mengungkapkan kegembiraannya pada momen istimewa ini. “Saya merasa senang sekali dan bahagia. Sebagai bagian dari gerakan kerukunan antar umat beragama di Kota Malang, ini akan menjadi satu momentum yang sangat bersejarah. Apalagi ketika dua ibadah ini dapat berjalan bersama-sama dan beriringan,” ujarnya.

Saat ibadah tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Katholik dapat terlaksana dengan baik, di situlah indikasi bahwa pluralisme atau toleransi di Kota Malang begitu baik.

Menurut pejuang pluralisme ini, sekarang saatnya membuktikan bahwa Kota Malang memang kota dengan toleransi yang sangat indah untuk mewujudkan persaudaraan yang sejati dalam lintas agama dan lintas iman.

“Jadi hari inilah, sejujurnya yang perlu dilakukan adalah sebuah pembuktian bahwa kita itu memang hidup di dalam ke-Bhinekaan,” tambahnya.

Seperti yang dilakukan FKAUB beberapa waktu yang lalu ketika Hari Raya Nyepi. Mereka melakukan penyemprotan di Pura, saat itu yang ikut ambil bagian ada dari romo, pendeta, ustad, dan lain-lain.

Toleransi yang dinilai apik ini tidak serta merta membuat masyarakat
kemudian boleh abai dan terlena. Karena bukan tidak mungkin ada tantangan perpecahan di depan yang harus dihadapi.

“Jadi FKAUB berharap untuk tokoh-tokoh agama yang ada di Kota Malang, jangan lengah dan jangan kendor untuk terus menggalang persatuan. Mari bersama eratkan komunikasi untuk terus bersama-sama mewujudkan Malang menjadi kota pluralisme,” pungkasnya.

Selain itu, menjaga eksistensi, konsistensi, dan juga semangat spirit kebersamaan dirasa sangat penting dalam menangkal radikalisme maupun perpecahan.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Hari ini bisa jadi momen istimewa bagi umat Muslim dan Nasrani. Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Peringatan Kenaikan Isa Al Masih jatuh pada hari yang sama, Kamis (13/5).

Sekjen Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKAUB) Kota Malang, Pdt David Tobing, pun mengungkapkan kegembiraannya pada momen istimewa ini. “Saya merasa senang sekali dan bahagia. Sebagai bagian dari gerakan kerukunan antar umat beragama di Kota Malang, ini akan menjadi satu momentum yang sangat bersejarah. Apalagi ketika dua ibadah ini dapat berjalan bersama-sama dan beriringan,” ujarnya.

Saat ibadah tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Katholik dapat terlaksana dengan baik, di situlah indikasi bahwa pluralisme atau toleransi di Kota Malang begitu baik.

Menurut pejuang pluralisme ini, sekarang saatnya membuktikan bahwa Kota Malang memang kota dengan toleransi yang sangat indah untuk mewujudkan persaudaraan yang sejati dalam lintas agama dan lintas iman.

“Jadi hari inilah, sejujurnya yang perlu dilakukan adalah sebuah pembuktian bahwa kita itu memang hidup di dalam ke-Bhinekaan,” tambahnya.

Seperti yang dilakukan FKAUB beberapa waktu yang lalu ketika Hari Raya Nyepi. Mereka melakukan penyemprotan di Pura, saat itu yang ikut ambil bagian ada dari romo, pendeta, ustad, dan lain-lain.

Toleransi yang dinilai apik ini tidak serta merta membuat masyarakat
kemudian boleh abai dan terlena. Karena bukan tidak mungkin ada tantangan perpecahan di depan yang harus dihadapi.

“Jadi FKAUB berharap untuk tokoh-tokoh agama yang ada di Kota Malang, jangan lengah dan jangan kendor untuk terus menggalang persatuan. Mari bersama eratkan komunikasi untuk terus bersama-sama mewujudkan Malang menjadi kota pluralisme,” pungkasnya.

Selain itu, menjaga eksistensi, konsistensi, dan juga semangat spirit kebersamaan dirasa sangat penting dalam menangkal radikalisme maupun perpecahan.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/