alexametrics
26 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Masuk Jaringan Lapas, Pengedar Ini Kantongi 8.000 Pil Koplo

MALANG KOTA – Tak hanya peredaran narkoba yang masih dikendalikan para bandar berstatus napi lapas. Penyalahgunaan obat-obatan seperti pil koplo juga masih dalam kekuasaan jaringan yang bosnya berada di penjara. Seperti pengakuan, TR, 24, pengedar pil koplo yang diringkus anggota Polsek Klojen ini. Warga Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun yang ditangkap Rabu (9/6) itu sedikitnya memiliki stok 8.000 butir pil koplo.

TR merupakan target operasi yang telah diincar Unit Reskrim Polsek Klojen sejak 2020 lalu. ” Saat menangkap TR, kami amankan dua botol berisi dua ribu butir beserta uang tunai Rp 800 ribu. Kemudian setelah kami geledah lagi di rumahnya, kami ditemukan enam ribu butir lagi,” terang Panit I Reskrim Polsek Klojen, Iptu Gunawan Marsudi.

Saat dikorek keteranganya terkait asal barang haram tersebut, TR mengakui hanya menjadi operator saja. Dia menyatakan barang tersebut diperoleh dari bandar berinisal RD. “Nah RD ini masih berada dalam Lapas, tapi dia tidak bisa menjelaskan di lapas mana RD ini,” beber dia. Dia menyatakan bisa berkomunikasi dengan RD via handphone.

Akibat perbuatannya, TR terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara sesuai dengan pasal 197 subsider 196 subsider 198 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Tak hanya peredaran narkoba yang masih dikendalikan para bandar berstatus napi lapas. Penyalahgunaan obat-obatan seperti pil koplo juga masih dalam kekuasaan jaringan yang bosnya berada di penjara. Seperti pengakuan, TR, 24, pengedar pil koplo yang diringkus anggota Polsek Klojen ini. Warga Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun yang ditangkap Rabu (9/6) itu sedikitnya memiliki stok 8.000 butir pil koplo.

TR merupakan target operasi yang telah diincar Unit Reskrim Polsek Klojen sejak 2020 lalu. ” Saat menangkap TR, kami amankan dua botol berisi dua ribu butir beserta uang tunai Rp 800 ribu. Kemudian setelah kami geledah lagi di rumahnya, kami ditemukan enam ribu butir lagi,” terang Panit I Reskrim Polsek Klojen, Iptu Gunawan Marsudi.

Saat dikorek keteranganya terkait asal barang haram tersebut, TR mengakui hanya menjadi operator saja. Dia menyatakan barang tersebut diperoleh dari bandar berinisal RD. “Nah RD ini masih berada dalam Lapas, tapi dia tidak bisa menjelaskan di lapas mana RD ini,” beber dia. Dia menyatakan bisa berkomunikasi dengan RD via handphone.

Akibat perbuatannya, TR terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara sesuai dengan pasal 197 subsider 196 subsider 198 Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/