alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Penanaman Kabel Kajoetangan Bisa Mulai November

MALANG KOTA – Ducting atau saluran kabel bawah tanah di zona tiga Kajoetangan Heritage mulai dipasang sejak kemarin siang (12/6). Saluran tersebut dibangun di sebelah timur atau tepat di depan eks gedung BRI hingga di depan Toko Riang atau memiliki panjang sekitar 75 meter. Ada dua saluran yang dipasang berjajar oleh pemkot. Saluran kabel yang terbuat dari beton itu memiliki dimensi masing-masing 40 x 40 centimeter.

Ke depan, saluran tersebut bakal menampung kabel yang saat ini menggantung di udara. Pemkot awalnya menargetkan seluruh kabel yang menggantung bisa diturunkan seluruhnya secara bertahap mulai tahun depan.Namunstartpenurunan kabel itu sepertinya saja terwujud dalam waktu dekat. Sebab, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPRPKP) Kota Malang memberikan izin kepada provider untuk  bisa menanam kabel pada tahun ini.

Keputusan itu diambil karena pada sosialisasi yang dilakukan awal Mei lalu ada sebagian provider yang sudah siap menanam kabel. ”Pelaksanaan penanaman kabel bisa direalisasikan November karena seluruh pengerjaan jalur pedestrian dan batuan andesit sudah 100 persen rampung,” kata Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi.

Diah tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah provider yang sudah siap. Hanya saja, ke depan ada delapan provider yang sudah menyiapkan jadwal penurunan kabel. Dengan begitu, pada awal 2023 mendatang pemandangan kabel semrawut di sana perlahan teratasi.

Meski demikian, tetap saja ada satu provider yang masih butuh waktu untuk menurunkan kabel, yakni PLN. Sama seperti sebelumnya, pihak PLN Malang masih dalam proses pengajuan anggaran ke pusat untuk menurunkan kabel.”Iya, masih harus menyampaikan ke pusat, kami hargai itu karena mereka juga punya wewenang,” papar Diah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang FatholArifin meminta masalah kabel semrawut di Kajoetangan Heritage bisa tuntas pada 2023 mendatang.Keseriusan pemkot untuk menanam kabel di bawah tanah memang harus direalisasikan secara bertahap.Sebab penanaman kabel ini termasuk investasi jangka panjang.

”Sejumlah perumahan di Kota Malang sudah ada yang tanam kabel di bawah tanah. Maka ini bisa jadi acuan pemkot bahwa menata kabel semrawut solusinya ya ini tadi,” tuturnya.

Dengan begitu, kasus memasang kabel di udara secara ilegal bisa dicegah.Fathol menjelaskan masih ada sejumlah oknum memasang kabel secara ilegal tanpa sepengetahuan pemkot. Dengan cara menanam kabel, maka ke depan kasus seperti itu diprediksi tidak terulang. (and/fat)

MALANG KOTA – Ducting atau saluran kabel bawah tanah di zona tiga Kajoetangan Heritage mulai dipasang sejak kemarin siang (12/6). Saluran tersebut dibangun di sebelah timur atau tepat di depan eks gedung BRI hingga di depan Toko Riang atau memiliki panjang sekitar 75 meter. Ada dua saluran yang dipasang berjajar oleh pemkot. Saluran kabel yang terbuat dari beton itu memiliki dimensi masing-masing 40 x 40 centimeter.

Ke depan, saluran tersebut bakal menampung kabel yang saat ini menggantung di udara. Pemkot awalnya menargetkan seluruh kabel yang menggantung bisa diturunkan seluruhnya secara bertahap mulai tahun depan.Namunstartpenurunan kabel itu sepertinya saja terwujud dalam waktu dekat. Sebab, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPRPKP) Kota Malang memberikan izin kepada provider untuk  bisa menanam kabel pada tahun ini.

Keputusan itu diambil karena pada sosialisasi yang dilakukan awal Mei lalu ada sebagian provider yang sudah siap menanam kabel. ”Pelaksanaan penanaman kabel bisa direalisasikan November karena seluruh pengerjaan jalur pedestrian dan batuan andesit sudah 100 persen rampung,” kata Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi.

Diah tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah provider yang sudah siap. Hanya saja, ke depan ada delapan provider yang sudah menyiapkan jadwal penurunan kabel. Dengan begitu, pada awal 2023 mendatang pemandangan kabel semrawut di sana perlahan teratasi.

Meski demikian, tetap saja ada satu provider yang masih butuh waktu untuk menurunkan kabel, yakni PLN. Sama seperti sebelumnya, pihak PLN Malang masih dalam proses pengajuan anggaran ke pusat untuk menurunkan kabel.”Iya, masih harus menyampaikan ke pusat, kami hargai itu karena mereka juga punya wewenang,” papar Diah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang FatholArifin meminta masalah kabel semrawut di Kajoetangan Heritage bisa tuntas pada 2023 mendatang.Keseriusan pemkot untuk menanam kabel di bawah tanah memang harus direalisasikan secara bertahap.Sebab penanaman kabel ini termasuk investasi jangka panjang.

”Sejumlah perumahan di Kota Malang sudah ada yang tanam kabel di bawah tanah. Maka ini bisa jadi acuan pemkot bahwa menata kabel semrawut solusinya ya ini tadi,” tuturnya.

Dengan begitu, kasus memasang kabel di udara secara ilegal bisa dicegah.Fathol menjelaskan masih ada sejumlah oknum memasang kabel secara ilegal tanpa sepengetahuan pemkot. Dengan cara menanam kabel, maka ke depan kasus seperti itu diprediksi tidak terulang. (and/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/