alexametrics
22.3 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Laka di Jalan S. Supriyadi Bukan Tabrak Lari

MALANG KOTA – Kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Sukun, pada 25 Juli 2022 dini hari lalu sempat masuk kategori tabrak lari. Sebab, saat itu polisi tidak menemukan kendaraan maupun orang yang menabrak dan menyebabkan satu pejalan kaki meninggal. Namun, saat ini polisi tidak mengategorikan kecelakaan itu sebagai tabrak lari. 

Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota mulai mengubah arah penyelidikan ke dugaan kelalaian yang menyebabkan korban meninggal. ”Ini lebih ke pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” terang Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi. 

Namun itu masih sebatas dugaan. Hingga kemari (12/8), kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Gelar perkara pun belum dilakukan. ”Kami masih belum menemukan tanda-tanda pidana,” imbuh Saiful. 

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu bermula saat korban bernama Ernawati, 54, warga Jalan Teluk Etna, RT 002/RW 004, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing menyeberang jalan dari depan sebuah minimarket. Atau dari arah barat ke timur jalan penghubung Kota Malang dengan Kepanjen itu. Tiba-tiba dari arah utara, melaju sebuah mobil dan menabrak Erna yang posisinya sudah berada tengah atau markah jalan. Erna pun terseret beberapa meter ke arah selatan. 

Awalnya Erna yang mengalami luka robek di kepala masih sempat ditolong dan dilarikan ke IGD RST Dr Soepraoen. Namun dalam perjalanan dia mengembuskan napas terakhir. 

Saat masih mengategorikan kecelakaan itu sebagai tabrak lari, polisi melakukan pencarian identitas dan mobil penabrak. Mereka pun menemukan sebuah mobil Suzuki Carry dengan nomor polisi N 1147 FL warna merah. ”Ternyata pengemudi mobil itu yang menolong dan membawa korban ke RST,” ungkap Saiful. 

Pada saat penyelidikan berlangsung, sempat muncul kabar bahwa ada sepeda motor yang menabrak korban. Namun informasi itu tidak valid. Berdasar rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian, tidak tampak sepeda motor yang menabrak Erna. 

Mantan Kanit Lantas Polsek Blimbing itu menambahkan, pihak pengemudi mobil Carry itu sudah beriktikad baik minta maaf kepada keluarga korban. ”Jumat lalu (5/8), pengemudi yang menabrak sudah melayangkan surat pernyataan minta maaf ke keluarga korban. Kemudian pihak keluarga juga tidak mengajukan penuntutan,” kata Saiful. 

Namun permintaan maaf bukan akhir dari perkara itu. Pihak Satlantas akan menggelar perkara untuk memastikan apakah ada unsur pidana yang dilakukan penabrak Erna atau tidak. (biy/fat)

MALANG KOTA – Kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudanco Supriadi, Kelurahan Sukun, pada 25 Juli 2022 dini hari lalu sempat masuk kategori tabrak lari. Sebab, saat itu polisi tidak menemukan kendaraan maupun orang yang menabrak dan menyebabkan satu pejalan kaki meninggal. Namun, saat ini polisi tidak mengategorikan kecelakaan itu sebagai tabrak lari. 

Unit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota mulai mengubah arah penyelidikan ke dugaan kelalaian yang menyebabkan korban meninggal. ”Ini lebih ke pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” terang Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota Iptu Saiful Ilmi. 

Namun itu masih sebatas dugaan. Hingga kemari (12/8), kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Gelar perkara pun belum dilakukan. ”Kami masih belum menemukan tanda-tanda pidana,” imbuh Saiful. 

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa itu bermula saat korban bernama Ernawati, 54, warga Jalan Teluk Etna, RT 002/RW 004, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing menyeberang jalan dari depan sebuah minimarket. Atau dari arah barat ke timur jalan penghubung Kota Malang dengan Kepanjen itu. Tiba-tiba dari arah utara, melaju sebuah mobil dan menabrak Erna yang posisinya sudah berada tengah atau markah jalan. Erna pun terseret beberapa meter ke arah selatan. 

Awalnya Erna yang mengalami luka robek di kepala masih sempat ditolong dan dilarikan ke IGD RST Dr Soepraoen. Namun dalam perjalanan dia mengembuskan napas terakhir. 

Saat masih mengategorikan kecelakaan itu sebagai tabrak lari, polisi melakukan pencarian identitas dan mobil penabrak. Mereka pun menemukan sebuah mobil Suzuki Carry dengan nomor polisi N 1147 FL warna merah. ”Ternyata pengemudi mobil itu yang menolong dan membawa korban ke RST,” ungkap Saiful. 

Pada saat penyelidikan berlangsung, sempat muncul kabar bahwa ada sepeda motor yang menabrak korban. Namun informasi itu tidak valid. Berdasar rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian, tidak tampak sepeda motor yang menabrak Erna. 

Mantan Kanit Lantas Polsek Blimbing itu menambahkan, pihak pengemudi mobil Carry itu sudah beriktikad baik minta maaf kepada keluarga korban. ”Jumat lalu (5/8), pengemudi yang menabrak sudah melayangkan surat pernyataan minta maaf ke keluarga korban. Kemudian pihak keluarga juga tidak mengajukan penuntutan,” kata Saiful. 

Namun permintaan maaf bukan akhir dari perkara itu. Pihak Satlantas akan menggelar perkara untuk memastikan apakah ada unsur pidana yang dilakukan penabrak Erna atau tidak. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/