alexametrics
22.3 C
Malang
Sunday, 2 October 2022

Pencurian Ponsel Dominasi Kasus Curat

MALANG KOTA – Kejahatan jalanan di Kota Malang selalu mengincar barang-barang berharga milik korban. Akhir-akhir ini, benda yang paling sering dicuri atau dirampas adalah smartphone. Menggeser tren sebelumnya yang banyak menyasar isi rumah-rumah kosong. 

Pada semester pertama 2022 ini, Polresta Malang Kota mencatat 42 laporan pencurian. Dari total laporan itu, 90 persen lebih di dominasi oleh kasus pencurian ponsel. ”Dulu, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) didominasi pencurian rumah kosong. Seiring meningkatnya kualitas keamanan perkotaan, kasus semacam itu jauh menurun. Tinggal satu dua kasus saja,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga. 

Yang justru marak saat ini adalah pencurian ponsel. Rata-rata dilatarbelakangi keteledoran pemiliknya. ”Sering ada kasus orang meninggalkan ponsel di dasbor motor. Nah, dari situ pencuri mengambil kesempatan,” terangnya. 

Bayu menyebut pencurian ponsel kadang masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan (curas). Jumlahnya tidak banyak. Namun kerap memakan korban. Apalagi curas banyak menyasar pengemudi motor yang sedang mengoperasikan ponsel. Dampaknya, curas ponsel sering membuat korban jatuh tersungkur dan mengalami luka. 

Curas kadang juga menyasar pejalan kaki yang asyik mengoperasikan ponsel. Modus itu kerap membuat korban syok. Bahkan dalam beberapa kasus terjadi tarik-menarik, sehingga pelaku memilih melukai korban agar bisa cepat kabur. ”Pokoknya pencurian yang melibatkan kekerasan fisik itu termasuk curas,” tuturnya.(dre/fat)

MALANG KOTA – Kejahatan jalanan di Kota Malang selalu mengincar barang-barang berharga milik korban. Akhir-akhir ini, benda yang paling sering dicuri atau dirampas adalah smartphone. Menggeser tren sebelumnya yang banyak menyasar isi rumah-rumah kosong. 

Pada semester pertama 2022 ini, Polresta Malang Kota mencatat 42 laporan pencurian. Dari total laporan itu, 90 persen lebih di dominasi oleh kasus pencurian ponsel. ”Dulu, kasus pencurian dengan pemberatan (curat) didominasi pencurian rumah kosong. Seiring meningkatnya kualitas keamanan perkotaan, kasus semacam itu jauh menurun. Tinggal satu dua kasus saja,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota AKP Bayu Febrianto Prayoga. 

Yang justru marak saat ini adalah pencurian ponsel. Rata-rata dilatarbelakangi keteledoran pemiliknya. ”Sering ada kasus orang meninggalkan ponsel di dasbor motor. Nah, dari situ pencuri mengambil kesempatan,” terangnya. 

Bayu menyebut pencurian ponsel kadang masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan (curas). Jumlahnya tidak banyak. Namun kerap memakan korban. Apalagi curas banyak menyasar pengemudi motor yang sedang mengoperasikan ponsel. Dampaknya, curas ponsel sering membuat korban jatuh tersungkur dan mengalami luka. 

Curas kadang juga menyasar pejalan kaki yang asyik mengoperasikan ponsel. Modus itu kerap membuat korban syok. Bahkan dalam beberapa kasus terjadi tarik-menarik, sehingga pelaku memilih melukai korban agar bisa cepat kabur. ”Pokoknya pencurian yang melibatkan kekerasan fisik itu termasuk curas,” tuturnya.(dre/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/