alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Berniat Ikut Unjuk Rasa, Kecele, 36 Remaja Malah Diciduk Polisi

MALANG KOTA – Berniat mengikuti demo di sekitaran Bundaran Tugu Malang, 36 anak muda ini “kecele” karena tidak mendapati aksi unjuk rasa (unras) seperti yang diharapkan. Malahan, puluhan remaja yang rata-rata berusia 14-17 tahun itu diciduk aparat kepolisian karena bertingkah mencurigakan.

Ke-36 remaja itu ditangkap polisi di sekitaran Stasiun Kota Baru dan depan Hotel Tugu Kota Malang, Selasa (13/10). Dari penuturan polisi, mereka memang berencana mengikuti demo yang akan digelar mahasiswa hari ini. Namun, aksi unras ternyata dibatalkan tetapi ada aksi damai yang digelar oleh Aliansi Ormas Malang Bersatu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, alasan puluhan remaja yang mayoritas anak-anak di bawah umur itu mendatangi DPRD Kota Malang karena ada ajakan demo lewat WhatsApp.

“Jadi, ada ajakan dari pesan di WhatsApp. Mereka ada yang membuat grup masing-masing, ada juga yang di-chat pribadi. Ada yang ikut karena ajakan, ada pula yang inisiatif. Tapi kebanyakan dari chat yang kami lihat, ajakan semua. Ada yang terpisah, ada yang satu kelompok,” ungkap Azi.

Dia menambahkan, aparat kepolisian mengecek satu per satu handphone anak-anak yang diisi pelajar dan pengangguran itu. Mayoritas dari mereka ditangkap di depan Stasiun Kota Baru.

Usai ditangkap, kata Azi, puluhan remaja langsung dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk dimintai keterangan. Mereka juga di-rapid test terlebih dulu karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami pemeriksaan dulu dalam waktu 1×24 jam. Apabila ada yang terkait dengan tindak pidana, kami lakukan penahanan.Kalau tidak ya kita pulangkan 1×24 jam,” jelas Azi.

Karena masih belia, Azi menambahkan, orangtua mereka akan diberitahu dan dipanggil ke Mapolresta Malang Kota untuk diberi pengarahan. “Domisilinya ada yang Malang, ada yang Kabupaten Malang,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie A

MALANG KOTA – Berniat mengikuti demo di sekitaran Bundaran Tugu Malang, 36 anak muda ini “kecele” karena tidak mendapati aksi unjuk rasa (unras) seperti yang diharapkan. Malahan, puluhan remaja yang rata-rata berusia 14-17 tahun itu diciduk aparat kepolisian karena bertingkah mencurigakan.

Ke-36 remaja itu ditangkap polisi di sekitaran Stasiun Kota Baru dan depan Hotel Tugu Kota Malang, Selasa (13/10). Dari penuturan polisi, mereka memang berencana mengikuti demo yang akan digelar mahasiswa hari ini. Namun, aksi unras ternyata dibatalkan tetapi ada aksi damai yang digelar oleh Aliansi Ormas Malang Bersatu.

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, alasan puluhan remaja yang mayoritas anak-anak di bawah umur itu mendatangi DPRD Kota Malang karena ada ajakan demo lewat WhatsApp.

“Jadi, ada ajakan dari pesan di WhatsApp. Mereka ada yang membuat grup masing-masing, ada juga yang di-chat pribadi. Ada yang ikut karena ajakan, ada pula yang inisiatif. Tapi kebanyakan dari chat yang kami lihat, ajakan semua. Ada yang terpisah, ada yang satu kelompok,” ungkap Azi.

Dia menambahkan, aparat kepolisian mengecek satu per satu handphone anak-anak yang diisi pelajar dan pengangguran itu. Mayoritas dari mereka ditangkap di depan Stasiun Kota Baru.

Usai ditangkap, kata Azi, puluhan remaja langsung dibawa ke Mapolresta Malang Kota untuk dimintai keterangan. Mereka juga di-rapid test terlebih dulu karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Kami pemeriksaan dulu dalam waktu 1×24 jam. Apabila ada yang terkait dengan tindak pidana, kami lakukan penahanan.Kalau tidak ya kita pulangkan 1×24 jam,” jelas Azi.

Karena masih belia, Azi menambahkan, orangtua mereka akan diberitahu dan dipanggil ke Mapolresta Malang Kota untuk diberi pengarahan. “Domisilinya ada yang Malang, ada yang Kabupaten Malang,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie A

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/