alexametrics
21.9 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

BMKG Rilis Daftar Potensi Bencana Jelang Puncak Penghujan

MALANG KOTA – Memasuki musim hujan, BMKG memperkirakan curah hujan tahun ini lebih besar dibanding tahun 2019 lalu. Pasalnya pada tahun 2019 lalu musim hujan baru dimulai pada Desember.

“Sedangkan tahun ini, bulan Oktober saja sudah mulai hujan,” terang Kepala BMKG Karangkates, Musripan.

Hari ini, Selasa (13/10) saja BMKG Juanda mengeluarkan rilis waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari untuk wilayah Malang Raya, Lumajang, dan Jember.

“Kemungkinan puncak musim hujan tahun ini pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2020 nanti,” katanya.

Sementara potensi bencana yang perlu diwaspadai selama musim hujan di Malang Raya ini menurut Musripan diantaranya, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, hingg banjir.

“Angin kencang dan puting beliung berpotensi terjadi tanda-tandanya biasanya kalau terdapat awan kumulonimbus,” kata Musripan.

Sebagai informasi, awan kumulonimbus adalah awan hitam pekat yang menjulang sangat tinggi dan padat.

“Biasanya kalau ada awan kumulonimbus ini hujan akan disertai petir dan angin kencang, dan biasanya angin akan bermuara ke dataran yang lebih rendah. Sama seperti banjir,” bebernya.

Sedangan potensi petir akan terjadi saat awal dan akhir musim hujan. Sebab saat itu kondisi tanah di bumi masih kering.

“Sehingga akan terjadi lompatan-lompatan energi dari bumi ke awan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica V

MALANG KOTA – Memasuki musim hujan, BMKG memperkirakan curah hujan tahun ini lebih besar dibanding tahun 2019 lalu. Pasalnya pada tahun 2019 lalu musim hujan baru dimulai pada Desember.

“Sedangkan tahun ini, bulan Oktober saja sudah mulai hujan,” terang Kepala BMKG Karangkates, Musripan.

Hari ini, Selasa (13/10) saja BMKG Juanda mengeluarkan rilis waspada hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang dan sore hari untuk wilayah Malang Raya, Lumajang, dan Jember.

“Kemungkinan puncak musim hujan tahun ini pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2020 nanti,” katanya.

Sementara potensi bencana yang perlu diwaspadai selama musim hujan di Malang Raya ini menurut Musripan diantaranya, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, hingg banjir.

“Angin kencang dan puting beliung berpotensi terjadi tanda-tandanya biasanya kalau terdapat awan kumulonimbus,” kata Musripan.

Sebagai informasi, awan kumulonimbus adalah awan hitam pekat yang menjulang sangat tinggi dan padat.

“Biasanya kalau ada awan kumulonimbus ini hujan akan disertai petir dan angin kencang, dan biasanya angin akan bermuara ke dataran yang lebih rendah. Sama seperti banjir,” bebernya.

Sedangan potensi petir akan terjadi saat awal dan akhir musim hujan. Sebab saat itu kondisi tanah di bumi masih kering.

“Sehingga akan terjadi lompatan-lompatan energi dari bumi ke awan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica V

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/