alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pemkot Malang Bakal Latih 225 Pekerja Jadi Barista

MALANG KOTA – Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang bakal melatih 225 pekerja pabrik rokok menjadi barista. Rencana tersebut bakal dilakukan pada tahun ini dan masih menunggu kelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level.

Sekretaris Disnaker-PMPTSP Kota Malang Woro Tanty menjelaskan sebanyak  225 pekerja tersebut bakal dilatih untuk menambah kompetensi  kerja. Nantinya, secara garis besar bakal diberi cara bagaimana membuat olahan kopi. Untuk melatih para pekerja tersebut, pihaknya bakal mendatangkan barista profesional.  “Kami harapkan supaya para pekerja bisa memiliki keahlian lain yang nantinya bisa membuat usaha sampingan,” kata Woro Tanty.

kominfo kota malang

 

Pelatihan tersebut menurut Woro bakal diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terkait jumlah anggaran, dia belum menjelaskan secara rinci berapa besarannya. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemkot Malang  terkait  teknis pembagian dana tersebut.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji  menginginkan pelatihan tersebut bisa menjadi tambahan bekal skill pekerja. Sehingga jika sewaktu-waktu ingin membuka usaha, tidak akan kesusahan. Belum lagi masa pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap ekonomi. “Jadi peluang usaha terus jalan, roda perekonomian warga bisa pulih perlahan,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga ingin angka pengangguran bisa teratasi. Sebab dengan pelatihan tersebut juga bisa memutus angka pengangguran. Dalam jangka panjang, mereka yang punya usaha bisa membuka lapangan pekerjaan.

MALANG KOTA – Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang bakal melatih 225 pekerja pabrik rokok menjadi barista. Rencana tersebut bakal dilakukan pada tahun ini dan masih menunggu kelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level.

Sekretaris Disnaker-PMPTSP Kota Malang Woro Tanty menjelaskan sebanyak  225 pekerja tersebut bakal dilatih untuk menambah kompetensi  kerja. Nantinya, secara garis besar bakal diberi cara bagaimana membuat olahan kopi. Untuk melatih para pekerja tersebut, pihaknya bakal mendatangkan barista profesional.  “Kami harapkan supaya para pekerja bisa memiliki keahlian lain yang nantinya bisa membuat usaha sampingan,” kata Woro Tanty.

kominfo kota malang

 

Pelatihan tersebut menurut Woro bakal diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terkait jumlah anggaran, dia belum menjelaskan secara rinci berapa besarannya. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemkot Malang  terkait  teknis pembagian dana tersebut.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs H Sutiaji  menginginkan pelatihan tersebut bisa menjadi tambahan bekal skill pekerja. Sehingga jika sewaktu-waktu ingin membuka usaha, tidak akan kesusahan. Belum lagi masa pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap ekonomi. “Jadi peluang usaha terus jalan, roda perekonomian warga bisa pulih perlahan,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga ingin angka pengangguran bisa teratasi. Sebab dengan pelatihan tersebut juga bisa memutus angka pengangguran. Dalam jangka panjang, mereka yang punya usaha bisa membuka lapangan pekerjaan.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/