alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Polisi Wacanakan Suket untuk NIK Ganda Saat Vaksinasi

MALANG KOTA – Kasus gagal vaksin akibat NIK ganda atau digunakan orang lain benar-benar menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Sebab, ”korban” dari kasus itu tidak bisa segera mendapatkan vaksin dan harus menjalani proses berbelit. Untuk itu, Polresta Malang Kota mengusulkan penerbitan surat keterangan (suket) khusus bagi mereka yang mengalami kasus NIK ganda agar bisa divaksin secepatnya.

”Misalnya nanti di acara vaksinasi yang diselenggarakan Polresta Malang Kota, ternyata ditemukan lagi NIK ganda, kami akan berikan surat keterangan supaya mereka bisa tetap dapat vaksin,” terang Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto di sela-sela acara vaksinasi gratis IKIP Budi Utomo dan PWI Malang Raya, Selasa siang (12/10).

Surat keterangan itu berupa pernyataan bahwa orang yang mengalami kasus NIK ganda itu sudah mendapat vaksin dosis satu. Formatnya sedang dipikirkan. Setelah menerbitkan surat keterangan, kepolisian juga akan langsung menghubungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. ”Nanti permasalahannya akan kita telusuri bersama,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Budi Hermanto juga menyampaikan hasil penelusuran kasus NIK ganda yang dialami Via Nataprawira, 17, saat mengikuti vaksinasi drive thru (6/10) di Stadion Gajayana. NIK itu memang aslinya untuk warga Kota Malang, namun ada orang dengan NIK yang sama melakukan vaksinasi di Pancoran, Jakarta Selatan.

Untuk sementara, lanjut Budi Hermanto, vaksinasi yang terkendala masalah NIK ganda itu sudah bisa diselesaikan. Via Nataprawira sudah bisa mendapatkan vaksin dengan bekal surat keterangan khusus. ”Tapi dia tetap harus lapor ke Dispendukcapil Kota Malang,” kata Buher, sapaan karibnya.

Di lain tempat, Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarny mengatakan bahwa kasus NIK ganda bisa disebabkan beberapa hal. Salah satunya tanggal lahir atau pembuatan KTP yang bersamaan. ”Basic NIK adalah tanggal, bulan, dan tahun lahir. Kalau ada yang mempunyai kode tanggal sama, kemungkinan saat pendaftarannya juga sama,” jelasnya.

”Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah itu adalah perubahan NIK. Artinya, salah satu pihak harus mengalah untuk diganti, karena yang jalan itu sistem,” papar dia.

Pada saat pemerintah gencar menjalankan program vaksinasi, pihaknya tidak menutup realitas ada beberapa masalah yang disebabkan NIK. Yang cukup sering, NIK tidak dapat diakses ketika registrasi. Namun kasus seperti itu tidak banyak. Yang masuk ke kami lima laporan,” ujar dia. (biy/fat/rmc)

MALANG KOTA – Kasus gagal vaksin akibat NIK ganda atau digunakan orang lain benar-benar menjadi perhatian Polresta Malang Kota. Sebab, ”korban” dari kasus itu tidak bisa segera mendapatkan vaksin dan harus menjalani proses berbelit. Untuk itu, Polresta Malang Kota mengusulkan penerbitan surat keterangan (suket) khusus bagi mereka yang mengalami kasus NIK ganda agar bisa divaksin secepatnya.

”Misalnya nanti di acara vaksinasi yang diselenggarakan Polresta Malang Kota, ternyata ditemukan lagi NIK ganda, kami akan berikan surat keterangan supaya mereka bisa tetap dapat vaksin,” terang Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto di sela-sela acara vaksinasi gratis IKIP Budi Utomo dan PWI Malang Raya, Selasa siang (12/10).

Surat keterangan itu berupa pernyataan bahwa orang yang mengalami kasus NIK ganda itu sudah mendapat vaksin dosis satu. Formatnya sedang dipikirkan. Setelah menerbitkan surat keterangan, kepolisian juga akan langsung menghubungi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) setempat. ”Nanti permasalahannya akan kita telusuri bersama,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Budi Hermanto juga menyampaikan hasil penelusuran kasus NIK ganda yang dialami Via Nataprawira, 17, saat mengikuti vaksinasi drive thru (6/10) di Stadion Gajayana. NIK itu memang aslinya untuk warga Kota Malang, namun ada orang dengan NIK yang sama melakukan vaksinasi di Pancoran, Jakarta Selatan.

Untuk sementara, lanjut Budi Hermanto, vaksinasi yang terkendala masalah NIK ganda itu sudah bisa diselesaikan. Via Nataprawira sudah bisa mendapatkan vaksin dengan bekal surat keterangan khusus. ”Tapi dia tetap harus lapor ke Dispendukcapil Kota Malang,” kata Buher, sapaan karibnya.

Di lain tempat, Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarny mengatakan bahwa kasus NIK ganda bisa disebabkan beberapa hal. Salah satunya tanggal lahir atau pembuatan KTP yang bersamaan. ”Basic NIK adalah tanggal, bulan, dan tahun lahir. Kalau ada yang mempunyai kode tanggal sama, kemungkinan saat pendaftarannya juga sama,” jelasnya.

”Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan masalah itu adalah perubahan NIK. Artinya, salah satu pihak harus mengalah untuk diganti, karena yang jalan itu sistem,” papar dia.

Pada saat pemerintah gencar menjalankan program vaksinasi, pihaknya tidak menutup realitas ada beberapa masalah yang disebabkan NIK. Yang cukup sering, NIK tidak dapat diakses ketika registrasi. Namun kasus seperti itu tidak banyak. Yang masuk ke kami lima laporan,” ujar dia. (biy/fat/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/