alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Jaringan Terlanjur Disediakan, Penanaman Kabel di Kajoetangan Batal Dikerjakan

MALANG KOTA– Meski jaringan sudah disiapkan, namun opsi penanaman kabel semrawut di kawasan Kajoetangan Heritage nampaknya belum bisa terwujud. Ini karena anggaran yang dibutuhkan terlalu besar: Rp 10 miliar. Diketahui di bawah sepanjang pedistarian Kajoetangan Heritage telah ditanam semacam gorong-gorong yang khusus untuk menanam kabel-kabel tersebut.

Sementara yang memungkinkan hanya perapian kabel. Terpenting tidak semrawut lagi dan kelihatan enak dipandang mata saja. Wali Kota Malang Sutiaji menyebut dirinya masih mencari solusi selain menanam kabel agar tidak mengganggu pandangan.  ”Saat ini juga belum ada anggaran itu (tanam kabel Rp 10 miliar). Mungkin bisa saat PAK (perubahan anggaran keuangan), tapi kami kaji dulu,” katanya saat dikonfirmasi siang kemarin (13/1). Sutiaji juga ingin mengajak sejumlah pihak pemilik kabel untuk menata kabel bersama. Sebab beberapa kabel yang melintang di sana jumlahnya terlalu banyak dan terkesan tak terawat.

Pemasangan kabel liar juga masih terlihat dan seolah menjadi pemandangan yang biasa. Untuk itu, Sutiaji ingin masyarakat bisa berpartisipasi dalam menjaga kabel yang ada di kawasan tersebut. ”Kalau ada yang membahayakan segera lapor kami. Pasti akan dirapikan,” tegas Sutiaji.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan Pemkot Malang bisa mengkaji lagi upaya menanam kabel di bawah tanah. Sebab penanaman tersebut bisa saja menjadi polemik. Khususnya dampak penanaman kabel setelah dari kawasan tersebut. ”Kalau ditanam di bawah tanah hanya Kajoetangan Heritage, secara otomatis kabel apakah diarahkan ke atas lagi,” tanya Arief.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Klojen itu setuju saja ada inovasi menata kawasan sejarah tersebut. Namun tetap saja dia mendorong Pemkot bisa melakukan kajian lebih dalam. Sebab tak mudah hanya menanam kabel tanpa ada kajian yang lebih dalam. (adn/abm/mas)

MALANG KOTA– Meski jaringan sudah disiapkan, namun opsi penanaman kabel semrawut di kawasan Kajoetangan Heritage nampaknya belum bisa terwujud. Ini karena anggaran yang dibutuhkan terlalu besar: Rp 10 miliar. Diketahui di bawah sepanjang pedistarian Kajoetangan Heritage telah ditanam semacam gorong-gorong yang khusus untuk menanam kabel-kabel tersebut.

Sementara yang memungkinkan hanya perapian kabel. Terpenting tidak semrawut lagi dan kelihatan enak dipandang mata saja. Wali Kota Malang Sutiaji menyebut dirinya masih mencari solusi selain menanam kabel agar tidak mengganggu pandangan.  ”Saat ini juga belum ada anggaran itu (tanam kabel Rp 10 miliar). Mungkin bisa saat PAK (perubahan anggaran keuangan), tapi kami kaji dulu,” katanya saat dikonfirmasi siang kemarin (13/1). Sutiaji juga ingin mengajak sejumlah pihak pemilik kabel untuk menata kabel bersama. Sebab beberapa kabel yang melintang di sana jumlahnya terlalu banyak dan terkesan tak terawat.

Pemasangan kabel liar juga masih terlihat dan seolah menjadi pemandangan yang biasa. Untuk itu, Sutiaji ingin masyarakat bisa berpartisipasi dalam menjaga kabel yang ada di kawasan tersebut. ”Kalau ada yang membahayakan segera lapor kami. Pasti akan dirapikan,” tegas Sutiaji.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyarankan Pemkot Malang bisa mengkaji lagi upaya menanam kabel di bawah tanah. Sebab penanaman tersebut bisa saja menjadi polemik. Khususnya dampak penanaman kabel setelah dari kawasan tersebut. ”Kalau ditanam di bawah tanah hanya Kajoetangan Heritage, secara otomatis kabel apakah diarahkan ke atas lagi,” tanya Arief.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Klojen itu setuju saja ada inovasi menata kawasan sejarah tersebut. Namun tetap saja dia mendorong Pemkot bisa melakukan kajian lebih dalam. Sebab tak mudah hanya menanam kabel tanpa ada kajian yang lebih dalam. (adn/abm/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru