alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Kampung Wisata Tematik Kota Malang Bersiap Jadi Co-Working Space

MALANG KOTA – Sektor ekonomi kreatif di Kota Malang terus menggeliat. Lahirnya para startup di banyak sektor ekonomi membuat keberadaan co-working space semakin menemukan perannya.

Saat ini, sudah ada cukup banyak hotel hingga resto yang menyediakan co working space di Kota Malang. Rencananya, Pemkot Malang juga menargetkan tiap kecamatan juga ada. Termasuk menyiapkan kampung wisata tematik menjadi tempat para startup bekerja.

Sebab, banyak subsektor ekonomi dan potensi dari wisata kampung tematik yang bisa dikembangkan. Hal ini diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi.

“Kami sudah mengajukan ke Disporapar. Sebenarnya ada 10 kampung kami yang berpotensi menjadi rintisan co-working space pengembangan ekonomi kreatif. Tetapi yang siap baru 7, setidaknya kami punya 10 subsektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan, “ujar pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Subsektor tersebut antara lain desain produk, arsitektur, DKV (desain komunikasi visual), fotografi, videografi, musik, kuliner, kriya, fashion, dan seni pertunjukan. “Semua itu ada semua di kampung tematik kita. Saat ini kami minta digabungkan kegiatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif agar bisa bangkitkan wisata di Kota Malang,”ujar pengagas Kampung Budaya Polowijen itu.

Saat ini beberapa kampung sudah mulai mempersiapkan rencana pembuatan co-working space. Mereka antara lain Kampung Budaya Polowijen, Kayutangan Heritage, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tempe Sanan, Kuburan Londo, dan beberapa kampung tematik lain. “Yang lain masih di-support. Sebab wisata di Kota Malang tidak cuma bicara tentang kunjungan. Tetapi juga tentang ekonomi kreatif dan potensi lain yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Sektor ekonomi kreatif di Kota Malang terus menggeliat. Lahirnya para startup di banyak sektor ekonomi membuat keberadaan co-working space semakin menemukan perannya.

Saat ini, sudah ada cukup banyak hotel hingga resto yang menyediakan co working space di Kota Malang. Rencananya, Pemkot Malang juga menargetkan tiap kecamatan juga ada. Termasuk menyiapkan kampung wisata tematik menjadi tempat para startup bekerja.

Sebab, banyak subsektor ekonomi dan potensi dari wisata kampung tematik yang bisa dikembangkan. Hal ini diungkapkan Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi.

“Kami sudah mengajukan ke Disporapar. Sebenarnya ada 10 kampung kami yang berpotensi menjadi rintisan co-working space pengembangan ekonomi kreatif. Tetapi yang siap baru 7, setidaknya kami punya 10 subsektor ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan, “ujar pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Subsektor tersebut antara lain desain produk, arsitektur, DKV (desain komunikasi visual), fotografi, videografi, musik, kuliner, kriya, fashion, dan seni pertunjukan. “Semua itu ada semua di kampung tematik kita. Saat ini kami minta digabungkan kegiatan kepariwisataan dan ekonomi kreatif agar bisa bangkitkan wisata di Kota Malang,”ujar pengagas Kampung Budaya Polowijen itu.

Saat ini beberapa kampung sudah mulai mempersiapkan rencana pembuatan co-working space. Mereka antara lain Kampung Budaya Polowijen, Kayutangan Heritage, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Tempe Sanan, Kuburan Londo, dan beberapa kampung tematik lain. “Yang lain masih di-support. Sebab wisata di Kota Malang tidak cuma bicara tentang kunjungan. Tetapi juga tentang ekonomi kreatif dan potensi lain yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/