alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Revitalisasi Pasar Besar Malang Tunggu Adendum Baru

MALANG KOTA – Rencana Pemkot Malang merevitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) masih panjang. Selain harus meladeni aspirasi pedagang, pertemuan dengan PT Matahari Putra Prima sebagai pihak ketiga pengelola PBM juga belum tuntas.

Penjabat (Pj) Sekkota Malang Hadi Santoso menyatakan, pertemuan dengan perwakilan pedagang PBM sudah digelar Selasa lalu (9/3) di Balai Kota Malang. Pria yang akrab disapa Sony itu menyebutkan, pertemuan itu akan berlanjut lagi setelah nanti pihaknya bertemu dengan PT Matahari Putra Prima sebagai pihak ketiga pengelola PBM. ”Itu adalah pertemuan pertama dengan pedagang, saya sampaikan bahwa nanti pertemuan selanjutnya setelah kami bertemu dengan Matahari,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Malang menampung aspirasi pedagang PBM dalam pembangunan termasuk relokasi dan saat pedagang kembali ke dalam pasar nantinya. ”Cuma kemarin (Selasa) yang saya sampaikan, marilah kita sama-sama menyiapkan sarana prasarananya dengan baik. Yang jual tenang, yang beli juga tidak waswas. Bangunannya bagus dan kuat,” lanjutnya.

Perlu diketahui, sebelumnya pedagang PBM mengeluhkan rencana pembongkaran dan pembangunan PBM. Keluhan itu disampaikan langsung ke DPRD Kota Malang. Alasannya adalah masuh terpuruknya kondisi perdagangan di Pasar Besar pada masa pandemi Covid-19 ini. Alih-alih menyetujui pembongkaran, perwakilan pedagang PBM meminta berbagai titik yang memang sudah rusak di dalam pasar untuk direnovasi.

Keluhan itu juga disampaikan oleh perwakilan pedagang saat bertemu dengan pihak Pemkot Malang. ”Ya kondisi sekarang saja, atap yang bocor, lampunya mati, listriknya padam. Ya kalau jaringan-jaringan lampu dan listrik itu kan kami bisa bantu,” ujar Sony.

Namun, karena saat ini Pemkot masih terikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Matahari Putra Prima, maka pembenahan itu bisa serta-merta dilakukan oleh Pemkot Malang. Untuk itulah, baik pembenahan untuk sejumlah titik ataupun pembangunan secara menyeluruh, harus melalui adendum dengan PT Matahari Putra Prima

”Kalau pembenahan sekarang, kami salah nanti, karena masih menjadi kewajibannya dari Matahari,” paparnya. Dalam adendum nantinya juga akan dirinci apa-apa saja yang menjadi kewajiban Matahari serta Pemkot Malang. ”Kewajiban matahari yang mana yang belum, kewajiban pemkot mana yang belum, nanti kan kita sinkronkan di adendum itu,” ujar pria yang juga kepala dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang tersebut.(rmc/arl/c1/mas)

MALANG KOTA – Rencana Pemkot Malang merevitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) masih panjang. Selain harus meladeni aspirasi pedagang, pertemuan dengan PT Matahari Putra Prima sebagai pihak ketiga pengelola PBM juga belum tuntas.

Penjabat (Pj) Sekkota Malang Hadi Santoso menyatakan, pertemuan dengan perwakilan pedagang PBM sudah digelar Selasa lalu (9/3) di Balai Kota Malang. Pria yang akrab disapa Sony itu menyebutkan, pertemuan itu akan berlanjut lagi setelah nanti pihaknya bertemu dengan PT Matahari Putra Prima sebagai pihak ketiga pengelola PBM. ”Itu adalah pertemuan pertama dengan pedagang, saya sampaikan bahwa nanti pertemuan selanjutnya setelah kami bertemu dengan Matahari,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Pemkot Malang menampung aspirasi pedagang PBM dalam pembangunan termasuk relokasi dan saat pedagang kembali ke dalam pasar nantinya. ”Cuma kemarin (Selasa) yang saya sampaikan, marilah kita sama-sama menyiapkan sarana prasarananya dengan baik. Yang jual tenang, yang beli juga tidak waswas. Bangunannya bagus dan kuat,” lanjutnya.

Perlu diketahui, sebelumnya pedagang PBM mengeluhkan rencana pembongkaran dan pembangunan PBM. Keluhan itu disampaikan langsung ke DPRD Kota Malang. Alasannya adalah masuh terpuruknya kondisi perdagangan di Pasar Besar pada masa pandemi Covid-19 ini. Alih-alih menyetujui pembongkaran, perwakilan pedagang PBM meminta berbagai titik yang memang sudah rusak di dalam pasar untuk direnovasi.

Keluhan itu juga disampaikan oleh perwakilan pedagang saat bertemu dengan pihak Pemkot Malang. ”Ya kondisi sekarang saja, atap yang bocor, lampunya mati, listriknya padam. Ya kalau jaringan-jaringan lampu dan listrik itu kan kami bisa bantu,” ujar Sony.

Namun, karena saat ini Pemkot masih terikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Matahari Putra Prima, maka pembenahan itu bisa serta-merta dilakukan oleh Pemkot Malang. Untuk itulah, baik pembenahan untuk sejumlah titik ataupun pembangunan secara menyeluruh, harus melalui adendum dengan PT Matahari Putra Prima

”Kalau pembenahan sekarang, kami salah nanti, karena masih menjadi kewajibannya dari Matahari,” paparnya. Dalam adendum nantinya juga akan dirinci apa-apa saja yang menjadi kewajiban Matahari serta Pemkot Malang. ”Kewajiban matahari yang mana yang belum, kewajiban pemkot mana yang belum, nanti kan kita sinkronkan di adendum itu,” ujar pria yang juga kepala dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang tersebut.(rmc/arl/c1/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/