alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Duh, Korban Longsor di Kota Malang Baru Dapat Bantuan Terpal

MALANG KOTA – Sudah hampir dua pekan rumah bagian belakang milik Sukardi, warga Jalan Simpang Sukun RT 2 RW 4, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, berada dalam kondisi terbuka. Itu terjadi karena rumahnya terkena longsor pada 3 Maret lalu.

Penyebabnya pun belum jelas, karena kejadiannya berlangsung pada pagi hari. Saat itu kondisi cuaca juga sedang terik. Sukardi hanya bisa pasrah selama beberapa hari belakangan. Beruntung, pagi kemarin (13/3) dia mendapat bantuan dari warga sekitar untuk membuat fondasi baru. ”Bersyukur sekali ada bantuan dari warga. Yang kena (longsoran) di bagian dapur dan kamar mandi,” jelas pria yang bekerja sebagai pedagang cilok itu.

Setidaknya ada 15 orang yang membantu. Kerja bakti yang dilakukan untuk memperbaiki rumah Sukardi itu dilangsungkan dua hari. Diawali dengan membuat fondasi bangunan dari semen, pecahan batu, dan tumpukan bambu untuk memperkuat bangunan agar tak tergerus longsor lagi. ”Saat ini rasa waswas jelas ada. Apalagi saat hujan turun cukup deras,” keluh Sukardi. Dia berharap ke depan ada bantuan material yang biasa dia dapatkan.

Di tempat lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Alie Mulyanto menyebut bila longsoran di dekat kediaman Sukardi memang pernah terjadi dua tahun lalu. ”Kalau nggak salah 2020 lalu, tepatnya di sebelah rumah itu (Sukardi). Jadi tanah tak kuat menahan beban bangunan,” terangnya. Untuk saat ini, bantuan yang diberikan pihaknya masih berupa terpal. Hal itu dilakukan demi mengurangi serapan air hujan ke tanah yang dikhawatirkan bisa menambah longsoran. (adn/by)

 

MALANG KOTA – Sudah hampir dua pekan rumah bagian belakang milik Sukardi, warga Jalan Simpang Sukun RT 2 RW 4, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, berada dalam kondisi terbuka. Itu terjadi karena rumahnya terkena longsor pada 3 Maret lalu.

Penyebabnya pun belum jelas, karena kejadiannya berlangsung pada pagi hari. Saat itu kondisi cuaca juga sedang terik. Sukardi hanya bisa pasrah selama beberapa hari belakangan. Beruntung, pagi kemarin (13/3) dia mendapat bantuan dari warga sekitar untuk membuat fondasi baru. ”Bersyukur sekali ada bantuan dari warga. Yang kena (longsoran) di bagian dapur dan kamar mandi,” jelas pria yang bekerja sebagai pedagang cilok itu.

Setidaknya ada 15 orang yang membantu. Kerja bakti yang dilakukan untuk memperbaiki rumah Sukardi itu dilangsungkan dua hari. Diawali dengan membuat fondasi bangunan dari semen, pecahan batu, dan tumpukan bambu untuk memperkuat bangunan agar tak tergerus longsor lagi. ”Saat ini rasa waswas jelas ada. Apalagi saat hujan turun cukup deras,” keluh Sukardi. Dia berharap ke depan ada bantuan material yang biasa dia dapatkan.

Di tempat lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang Alie Mulyanto menyebut bila longsoran di dekat kediaman Sukardi memang pernah terjadi dua tahun lalu. ”Kalau nggak salah 2020 lalu, tepatnya di sebelah rumah itu (Sukardi). Jadi tanah tak kuat menahan beban bangunan,” terangnya. Untuk saat ini, bantuan yang diberikan pihaknya masih berupa terpal. Hal itu dilakukan demi mengurangi serapan air hujan ke tanah yang dikhawatirkan bisa menambah longsoran. (adn/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/