alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Rombongan dari Surabaya Bisa Lolos Penyekatan Karena Alasan Ini

MALANG KOTA – Perjalanan Usman, 50 sekeluarga asal Surabaya sempat tersendat di Exit Tol Madyopuro Jumat sore (14/5). Namun oleh petugas di pos penyekatan, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan meski tak menunjukkan surat hasil rapid test.

Rupanya, keluarga yang mengendarai Toyota Kijang Innova bernopol L 1762 ZN tersebut hendak menjenguk keluarganya yang berada di Jalan Candi Bajang Ratu, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. “Saya sekeluarga ini mau menjenguk ayah saya, kena parkinson. Sementara ini masih dirawat dirumah,” ucap dia.

Kepada petugas, pria keturunan Timur Tengah ini sudah memiliki surat rapid antigen. “Beberapa hari lalu saya rapid, tapi ini karena terburu-buru jadinya lupa,” imbuhnya.

Berkaitan dengan riwayat penyakit sang ayah, Usman mengaku penyakit parkinsonnya bersifat kambuhan. “Kadang kambuh, cuma ini yang benar-benar mengagetkan,” ujarnya.

Petugas penyekatan tak serta merta meminta rombongan dari Surabaya ini balik arah. Untuk membuktikan bahwa keadaannya memang darurat, Kapospam Exit Tol Madyopuro AKP Suwarno lantas meminta keluarga tersebut untuk video call dengan keluarga di Bajang Ratu. Setelah mengetahui kondisi orang tua Usman, petugas pun mempersilakan rombongan jalan. “Ya, karena mendesak. Tadi dari penuturannya pak Usman ayahnya dari tadi nyebut-nyebut nama beliau,” kata Suwarno.

Pria yang juga menjabat sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polresta Malang Kota itu kemudian meminta KTP pengemudi mobil itu. “Untuk jaminan bahwa mereka tidak menginap, kalau mereka pulang bisa diambil di Pospam,” ujarnya.

Diakui Suwarno, kebijakan semacam itu sebenarnya berlawanan dengan ketentuan. “Kalau aslinya ya diputar balik, tapi karena ini berkaitan dengan kemanusiaan dan bisa membuktikan maka saya persilakan,” pungkas Suwarno.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Perjalanan Usman, 50 sekeluarga asal Surabaya sempat tersendat di Exit Tol Madyopuro Jumat sore (14/5). Namun oleh petugas di pos penyekatan, mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan meski tak menunjukkan surat hasil rapid test.

Rupanya, keluarga yang mengendarai Toyota Kijang Innova bernopol L 1762 ZN tersebut hendak menjenguk keluarganya yang berada di Jalan Candi Bajang Ratu, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. “Saya sekeluarga ini mau menjenguk ayah saya, kena parkinson. Sementara ini masih dirawat dirumah,” ucap dia.

Kepada petugas, pria keturunan Timur Tengah ini sudah memiliki surat rapid antigen. “Beberapa hari lalu saya rapid, tapi ini karena terburu-buru jadinya lupa,” imbuhnya.

Berkaitan dengan riwayat penyakit sang ayah, Usman mengaku penyakit parkinsonnya bersifat kambuhan. “Kadang kambuh, cuma ini yang benar-benar mengagetkan,” ujarnya.

Petugas penyekatan tak serta merta meminta rombongan dari Surabaya ini balik arah. Untuk membuktikan bahwa keadaannya memang darurat, Kapospam Exit Tol Madyopuro AKP Suwarno lantas meminta keluarga tersebut untuk video call dengan keluarga di Bajang Ratu. Setelah mengetahui kondisi orang tua Usman, petugas pun mempersilakan rombongan jalan. “Ya, karena mendesak. Tadi dari penuturannya pak Usman ayahnya dari tadi nyebut-nyebut nama beliau,” kata Suwarno.

Pria yang juga menjabat sebagai Kanit Turjawali Satlantas Polresta Malang Kota itu kemudian meminta KTP pengemudi mobil itu. “Untuk jaminan bahwa mereka tidak menginap, kalau mereka pulang bisa diambil di Pospam,” ujarnya.

Diakui Suwarno, kebijakan semacam itu sebenarnya berlawanan dengan ketentuan. “Kalau aslinya ya diputar balik, tapi karena ini berkaitan dengan kemanusiaan dan bisa membuktikan maka saya persilakan,” pungkas Suwarno.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/