alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Batasi Mobilitas Warga, Lampu PJU di Kota Malang Padam Lagi

MALANG KOTA – Pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) kembali diberlakukan di Kota Malang mulai mala mini (14/7). Sebelumnya, kebijakan tersebut sempat diberlakukan namun distop setelah menuai banyak protes warga. Namun pemadaman PJU kembali diberlakukan sebagai bagian dari PPKM Darurat untuk mengurangi aktivitas warga pada malam hari.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto setelah rapat koordinasi di Balai Kota Malang Rabu (14/7) siang. “Ya, kami bersepakat bahwa akan diadakan pemadaman lampu jalan (JPU) lagi, mulai malam ini,” terangnya. Selama sembilan jam, lampu di beberapa titik jalan akan dimatikan. “Pemadaman dilakukan dari pukul 20.00 nanti sampai 05.00 pagi,” tambahnya.

Namun demikian, pemadaman JPU ini tidak dilakukan secara merata di seluruh Kota Malang, melainkan hanya di delapan rusa jalan. “Ijen, Kawi Atas, Kawi Bawah, Soekarno Hatta, Bengawan Solo, sekitar RS Lavallette, M.T Haryono dan Tlogomas,” sebut Buher, sapaan karibnya.

Hal ini didasarkan penilaian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang menyatakan bahwa Kota Malang zona hitam dalam mobilitas masyarakat. “Zona hitam dalam hal cahaya lampu dan pergerakan masyarakat di malam hari. Ini dinilai oleh kementerian dari Facebook Mobility, Google Activities yang nyambung dengan GPS, serta pemantauan cahata lewat satelit NASA dan NOA,” beber dia.

Selain pemadaman, kepolisian juga melakukan penyekatan di batas Kota Malang. “Perbatasan Kota Malang dengan Batu dan Kabupaten Malang akan kami sekat,” kata Buher. Mantan Wadir Reskrimsus Polda Kalsel ini juga akan memperkuat Kampung Tangguh yang sebelumnya terbentuk. “Akan kami perkuat yang sebelumnya sudah terbentuk,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) kembali diberlakukan di Kota Malang mulai mala mini (14/7). Sebelumnya, kebijakan tersebut sempat diberlakukan namun distop setelah menuai banyak protes warga. Namun pemadaman PJU kembali diberlakukan sebagai bagian dari PPKM Darurat untuk mengurangi aktivitas warga pada malam hari.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto setelah rapat koordinasi di Balai Kota Malang Rabu (14/7) siang. “Ya, kami bersepakat bahwa akan diadakan pemadaman lampu jalan (JPU) lagi, mulai malam ini,” terangnya. Selama sembilan jam, lampu di beberapa titik jalan akan dimatikan. “Pemadaman dilakukan dari pukul 20.00 nanti sampai 05.00 pagi,” tambahnya.

Namun demikian, pemadaman JPU ini tidak dilakukan secara merata di seluruh Kota Malang, melainkan hanya di delapan rusa jalan. “Ijen, Kawi Atas, Kawi Bawah, Soekarno Hatta, Bengawan Solo, sekitar RS Lavallette, M.T Haryono dan Tlogomas,” sebut Buher, sapaan karibnya.

Hal ini didasarkan penilaian Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) yang menyatakan bahwa Kota Malang zona hitam dalam mobilitas masyarakat. “Zona hitam dalam hal cahaya lampu dan pergerakan masyarakat di malam hari. Ini dinilai oleh kementerian dari Facebook Mobility, Google Activities yang nyambung dengan GPS, serta pemantauan cahata lewat satelit NASA dan NOA,” beber dia.

Selain pemadaman, kepolisian juga melakukan penyekatan di batas Kota Malang. “Perbatasan Kota Malang dengan Batu dan Kabupaten Malang akan kami sekat,” kata Buher. Mantan Wadir Reskrimsus Polda Kalsel ini juga akan memperkuat Kampung Tangguh yang sebelumnya terbentuk. “Akan kami perkuat yang sebelumnya sudah terbentuk,” pungkas dia.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/