alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Polisi Awasi Kerumunan Konsumen Toko Jamu di Malang

MALANG KOTA – Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang turut berpengaruh pada toko jamu tradisional. Bahkan, polisi sampai mengawasi ketat salah satu toko jamu tradisional di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang.

Contohnya Senin sore (12/7), toko jamu yang berada di pertigaan Jalan Ahmad Yani itu memang terlihat ramai. Tampak, pihak kepolisian turut berjaga di sana dengan menyosialisasikan agar mereka bisa menjaga jarak menggunakan pengeras suara.

”Karena kami mendapatkan laporan kalau terjadi kerumunan di tempat ini,” ungkap Panit Binmas Polsek Blimbing Ipda Wiwik Mardi Astuti.

Dia menegaskan, pihaknya wajib membubarkan bila terjadi kerumunan di wilayah Polsek Blimbing. ”Jadi kami pantau ketat tempat-tempat yang rawan terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Hal itu, menurut dia, juga dalam rangka mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Malang. Operasional toko memang dibatasi sampai pukul 20.00 saja dan tidak diperbolehkan makan di tempat untuk toko makanan.

”Kalau toko jamu ini memang take away, tapi terjadi gerombolan karena peminatnya banyak,” terangnya.

Sehingga, pihaknya turut menghalau kerumunan itu. Yakni, agar mereka bisa jaga jarak dalam mengantre para pembelian jamu. ”Kami bekerja sama dengan Polresta Malang Kota,” imbuhnya. Harapannya, tidak terjadi penyebaran penularan Covid-19 saat mereka mengantre.

”Karena mereka tidak tahu dari mana saja, jadi memang harus jaga jarak dan harus di awasi ketat,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli jamu yang enggan disebutkan namanya juga merasa heran. Sebab, biasanya tidak sampai ramai seperti kemarin sore itu. ”Kalau saya memang langganan, saya tidak tahu mereka ini pada ngantre beli jamu apa,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

MALANG KOTA – Melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Malang turut berpengaruh pada toko jamu tradisional. Bahkan, polisi sampai mengawasi ketat salah satu toko jamu tradisional di Jalan Ahmad Yani, Blimbing, Kota Malang.

Contohnya Senin sore (12/7), toko jamu yang berada di pertigaan Jalan Ahmad Yani itu memang terlihat ramai. Tampak, pihak kepolisian turut berjaga di sana dengan menyosialisasikan agar mereka bisa menjaga jarak menggunakan pengeras suara.

”Karena kami mendapatkan laporan kalau terjadi kerumunan di tempat ini,” ungkap Panit Binmas Polsek Blimbing Ipda Wiwik Mardi Astuti.

Dia menegaskan, pihaknya wajib membubarkan bila terjadi kerumunan di wilayah Polsek Blimbing. ”Jadi kami pantau ketat tempat-tempat yang rawan terjadi kerumunan,” ungkapnya.

Hal itu, menurut dia, juga dalam rangka mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kota Malang. Operasional toko memang dibatasi sampai pukul 20.00 saja dan tidak diperbolehkan makan di tempat untuk toko makanan.

”Kalau toko jamu ini memang take away, tapi terjadi gerombolan karena peminatnya banyak,” terangnya.

Sehingga, pihaknya turut menghalau kerumunan itu. Yakni, agar mereka bisa jaga jarak dalam mengantre para pembelian jamu. ”Kami bekerja sama dengan Polresta Malang Kota,” imbuhnya. Harapannya, tidak terjadi penyebaran penularan Covid-19 saat mereka mengantre.

”Karena mereka tidak tahu dari mana saja, jadi memang harus jaga jarak dan harus di awasi ketat,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli jamu yang enggan disebutkan namanya juga merasa heran. Sebab, biasanya tidak sampai ramai seperti kemarin sore itu. ”Kalau saya memang langganan, saya tidak tahu mereka ini pada ngantre beli jamu apa,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/