alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Berguru Ke Youtube, RW 5 Rampal Celaket Punya Vertical Garden Cantik

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

MALANG KOTA – Berbagai kreativitas warga RW 05 Kel Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang tersaji dengan menarik dalam lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kerja bareng Jawa Pos Radar Malang. Diantaranya, kreasi pot bunga artistik dari barang daur ulang, urban farming, ternak ikan, ternak burung puyuh, biopori dan sumur resapan raksasa.

Sumur resapan untuk menampung air hujan di RW 5 Rampal Celaket. (Imam N / radar Malang)

Dari beberapa kreasi warga ini, salah satu yang bisa menarik perhatian tim juri adalah inovasi pot dari beberapa barang bekas di RT 02/RW 05. Karena tembok warga di gang-gang area ini mirip dengan taman dengan konsep vertikal garden. Apalagi, puluhan pot dari jurigen dan botol air mineral bekas ini dibuat dengan sedemikian rupa menarik. Termasuk juga cup bekas minumannya untuk tempat tanam bunga. “Inspirasinya dari youtube,” kata Teguh Pranoto, salah satu inisiator pembuatan pot barang bekas, Rabu (14/10).

Menurutnya, aktivitas tersebut sudah dilakukan sekitar setahun terakhir ini. Salah satu tujuannya untuk memperindah lingkungan sekitar. “Termasuk juga memanfaatkan barang daur ulang agar tidak mencemari lingkungan,” terang pria satu anak ini.

Vertical garden dengan memanfaatkan limbah wadah plastik. (Imam N / Radar Malang)

Sementara itu, Ketua RW 05 Rampal Celaket Ahmad Winarto menyampaikan, ada tiga jurus yang diterapkan RW 05 Rampal Celaket dalam menanggulangi banjir yang berlangsung bertahun tahun. Ketiga jurus itu adalah pembuatan sumur resapan, biopori, dan sumur bor. “Alhamdulillah, sekarang sudah tidak banjir lagi. Usai hujan, paling air hanya menggenang sekitar satu jam, kemudian surut lagi,” ujar Ketua RW 05 Kelurahan Rampalcelaket Ahmad Winarto di sela sela menyambut kedatangan tim juri, kemarin.

Winarto menyebut, pembangunan sumur resapan, biopori, dan sumur bor berlangsung sejak 2006. Pembangunannya bertahap, mulai tahun 2006 hingga sekarang. “Kami punya 24 titik sumur bor, 26 titik biopori, dan 3 sumur bor,” kata Winarto yang menjabat ketua RW sejak 2001 itu.

Winarto yang juga seniman itu memaparkan, pembangunan sumur resapan, biopori, dan sumur bor itu dibangun menggunakan dana swadaya sekaligus bantuan pemerintah. Dia berharap, kedepan ada penambahan lagi. “Setiap tahun, kami selalu mengajukan anggaran saat musrenbang. Karena idealnya masih kurang jumlahnya,” kata Winarto yang membawahi 6 RT Itu.

Pewarta: Imam N, Mahmudan

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

MALANG KOTA – Berbagai kreativitas warga RW 05 Kel Rampal Celaket, Klojen, Kota Malang tersaji dengan menarik dalam lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kerja bareng Jawa Pos Radar Malang. Diantaranya, kreasi pot bunga artistik dari barang daur ulang, urban farming, ternak ikan, ternak burung puyuh, biopori dan sumur resapan raksasa.

Sumur resapan untuk menampung air hujan di RW 5 Rampal Celaket. (Imam N / radar Malang)

Dari beberapa kreasi warga ini, salah satu yang bisa menarik perhatian tim juri adalah inovasi pot dari beberapa barang bekas di RT 02/RW 05. Karena tembok warga di gang-gang area ini mirip dengan taman dengan konsep vertikal garden. Apalagi, puluhan pot dari jurigen dan botol air mineral bekas ini dibuat dengan sedemikian rupa menarik. Termasuk juga cup bekas minumannya untuk tempat tanam bunga. “Inspirasinya dari youtube,” kata Teguh Pranoto, salah satu inisiator pembuatan pot barang bekas, Rabu (14/10).

Menurutnya, aktivitas tersebut sudah dilakukan sekitar setahun terakhir ini. Salah satu tujuannya untuk memperindah lingkungan sekitar. “Termasuk juga memanfaatkan barang daur ulang agar tidak mencemari lingkungan,” terang pria satu anak ini.

Vertical garden dengan memanfaatkan limbah wadah plastik. (Imam N / Radar Malang)

Sementara itu, Ketua RW 05 Rampal Celaket Ahmad Winarto menyampaikan, ada tiga jurus yang diterapkan RW 05 Rampal Celaket dalam menanggulangi banjir yang berlangsung bertahun tahun. Ketiga jurus itu adalah pembuatan sumur resapan, biopori, dan sumur bor. “Alhamdulillah, sekarang sudah tidak banjir lagi. Usai hujan, paling air hanya menggenang sekitar satu jam, kemudian surut lagi,” ujar Ketua RW 05 Kelurahan Rampalcelaket Ahmad Winarto di sela sela menyambut kedatangan tim juri, kemarin.

Winarto menyebut, pembangunan sumur resapan, biopori, dan sumur bor berlangsung sejak 2006. Pembangunannya bertahap, mulai tahun 2006 hingga sekarang. “Kami punya 24 titik sumur bor, 26 titik biopori, dan 3 sumur bor,” kata Winarto yang menjabat ketua RW sejak 2001 itu.

Winarto yang juga seniman itu memaparkan, pembangunan sumur resapan, biopori, dan sumur bor itu dibangun menggunakan dana swadaya sekaligus bantuan pemerintah. Dia berharap, kedepan ada penambahan lagi. “Setiap tahun, kami selalu mengajukan anggaran saat musrenbang. Karena idealnya masih kurang jumlahnya,” kata Winarto yang membawahi 6 RT Itu.

Pewarta: Imam N, Mahmudan

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/