alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Tidak Hanya Pijat, Tuna Netra Juga Bisa Buat Batik Nitro

MALANG KOTA – Ada banyak cara untuk bisa memberdayakan anggota masyarakat yang memiliki keterbatasan. Salah satunya lembaga milik pemerintah, Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN). UPT RSBN satu-satunya yang menangani tuna netra di Jawa Timur, yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Salah satu keterampilan yang diajarkan adalah batik Nitro.

“Kita baru mulai proses ini (batik nitro) dua minggu,” terang Kepala UPT RSBN Malang Firdaus Sulistijawan. Saat ditemui, dia sedang memantau proses pembuatan batik yang bertempat di Aula. Tampak kegembiraan terpancar para peserta saat sedang membuat batik ini yang terbagi kedalam 8 kelompok.

Batik Nitro ini dibuat hanya dengan modal selembar kain, kelereng, plastik kecil, karet dan pewarna kain. Para peserta diminta untuk membuat motif dengan cara ala batik jumput, yaitu kelereng dibalut kain kemudian ditutupi plastik barulah diikat dengan karet. Setelah itu, kain akan dicelup kedalam water glass yang berfungsi mengunci warna kain. Kemudian barulah diberi cairan pewarna sesuai keinginan.

Tidak hanya dengan metode batik jumput, para peserta juga diajari membuat batik dengan metode batik pidak (injak).
Salah seorang peserta Fenny Azizah asal Kediri juga terlihat senang saat mengikuti pembelajaran ini. “Senang mba, karena ini karya kita sendiri meskipun dibantu,” kata perempuan 28 tahun ini.

Dia berharap saat setelah lulus dari UPT RSBN, Fenny bisa melanjutkan pembelajaran yang didapatkan disela-sela waktunya. Bagaimanapun juga dia ingin mandiri tanpa menggantungkan hidupnya para orang lain.

Pewarta: Intan Refa S

MALANG KOTA – Ada banyak cara untuk bisa memberdayakan anggota masyarakat yang memiliki keterbatasan. Salah satunya lembaga milik pemerintah, Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN). UPT RSBN satu-satunya yang menangani tuna netra di Jawa Timur, yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Salah satu keterampilan yang diajarkan adalah batik Nitro.

“Kita baru mulai proses ini (batik nitro) dua minggu,” terang Kepala UPT RSBN Malang Firdaus Sulistijawan. Saat ditemui, dia sedang memantau proses pembuatan batik yang bertempat di Aula. Tampak kegembiraan terpancar para peserta saat sedang membuat batik ini yang terbagi kedalam 8 kelompok.

Batik Nitro ini dibuat hanya dengan modal selembar kain, kelereng, plastik kecil, karet dan pewarna kain. Para peserta diminta untuk membuat motif dengan cara ala batik jumput, yaitu kelereng dibalut kain kemudian ditutupi plastik barulah diikat dengan karet. Setelah itu, kain akan dicelup kedalam water glass yang berfungsi mengunci warna kain. Kemudian barulah diberi cairan pewarna sesuai keinginan.

Tidak hanya dengan metode batik jumput, para peserta juga diajari membuat batik dengan metode batik pidak (injak).
Salah seorang peserta Fenny Azizah asal Kediri juga terlihat senang saat mengikuti pembelajaran ini. “Senang mba, karena ini karya kita sendiri meskipun dibantu,” kata perempuan 28 tahun ini.

Dia berharap saat setelah lulus dari UPT RSBN, Fenny bisa melanjutkan pembelajaran yang didapatkan disela-sela waktunya. Bagaimanapun juga dia ingin mandiri tanpa menggantungkan hidupnya para orang lain.

Pewarta: Intan Refa S

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/